Ibu Sambung

Ibu Sambung
episode 88


__ADS_3

Hari ini tepat ulang tahun Syafa, Shinta beserta suami dan anaknya pergi kerumah Syafa untuk memberikan kejutan pada sang ibu.


*Tok...tok...tok....


Syafa pun membuka kan pintu


"Selamat ulang tahun Ibu"


"Selamat ulang tahun grandma"Teriak shinta dan Syifa dengan heboh nya membawa cake ulang tahun yang bertulis "Happy birthday mom" Syafa terkaget kagum sekaligus merasa terharu.


"Ayo masuk dulu" Pinta Syafa, mereka pun masuk kedalam rumah. Gunawan pun yang awalnya duduk langsung bangkit dari duduknya. Syafa mempersilahkan anak, menantu beserta cucu nya untuk duduk.


"Sekali lagi selamat ulang tahun Ibu" Shinta duduk disebelah Syafa dan langsung memeluk sang ibu


"Selamat ulang tahun grandma" Peluk Syifa tak mau kalah hebohnya, Shinta dan Syafa pun tertawa. Shinta menoleh kearah Revan dan meminta hadiah untuk Syafa, Revan memberikan hadiah yang mereka beli untuk Syafa dan memberikannya.


"Apa ini" Tanya Shinta menaikkan satu alisnya


"Ini kostum badut yang kamu minta beli kemarin" Jawab Revan apa adannya


"Iya aku tau, tapi kenapa kamu kasih sama Ibu" Tanya shinta yang langsung bangkit dari duduknya dan menarik tangan suaminya untuk kedalam


"Ibu, Ayah. Shinta pamit kedalam dulu ya" Shinta dan Gunawan pun mengangguk.


"Kenapa si Ta"Tanya Revan yang mulai bingung


"Ini" Shinta memberikan kostum badut itu ke Revan


"Buat?"


"Kamu pakai lah"

__ADS_1


"Apa" Kaget Revan


"Tidak! Aku tidak ingin memakai ini!" Revan mengembalikan kostum badut itu ketangan Shinta


"Aku mohon sayang pakailah" Bujuk Shinta memasang wajah imutnya


"Tidak! Aku masih waras" ucapnya


"Apa kau tak ingin membuat ibu bahagia di hari ulang tahunnya?" Tanya shinta


"Aku mohon sekali ini saja ya, pakailah" Shinta memegang pipi Revan lalu menciumnya membuat Revan luluh dan mau memakai kostum badut tersebut


"Baiklah, aku akan memakainya" Revan mengambil kembali kostum badut tersebut dari tangan Shinta.


"Terimakasih sayang" Shinta langsung memeluk tubuh kekar Revan dan mengecup kedua pipi Revan, membuat Pipi Revan merekah sempurna dengan senyumannya.


**********


Diruang tamu, Syafa, Gunawan, Shinta dan juga Syifa sedang bercanda gurau, mereka mendengarkan ocehan Syifa yang begitu menggemaskan bagi mereka. Tak lama kemudian Syifa tertawa terbahak-bahak melihat Revan yang memakai kostum badut berbentuk hellokity. Shinta, Gunawan dan juga Syafa pun tertawa melihat Revan.


"Selamat ulang tahun Ma, Maaf Revan tak bisa memberi apapun kecuali membuat mama tertawa bahagja" Ucapnya tulus, walau Revan awalnya merasa malu namun ia melakukannya dengan tulus karena baginya kebahagiaan keluarga itu segalanya bagi dirinya. Syafa pun berdiri dan berjalan mendekati sang menantu


"Terimakasih ya" Syafa memeluk menantunya, mereka pun duduk bersama dan memotong cake yang tadi dibawa oleh Shinta dan Revan.


"Grandma, Syifa mau kue"Rengeknya


"Iya sayang, sebentar ya" Syafa memotongkan kue dan memberikan kepada syifa, syifa memakan kue itu dengan lahap.


Setelah acara potong kue selesai mereka bermain di taman belakang rumah Syafa. Syifa bermain lari lari dengan bahagiannya. Syifa mengajak Shinta bermain lari-lari. Shinta pun tak tega menolak permintaan sang anak dan ikut bermain namun Shinta tak melihat ada tanah licin, ia pun terpleset dan terjatuh


"Aww, sakit sekali perutku" Shinta memegang perutnya yang terasa begitu sakit sontak membuat Syafa, Gunawan, Syifa dan juga Revan berlari kearah Shinta namun Shinta sudah tak sadarkan diri

__ADS_1


"Mama" Teriak Syifa yang sudah menangis


"Tata, bangunlah nak"Ucap Syafa. Revan dengan cepat menggendong tubuh isterinya dan membawa isterinya kerumah sakit, didalam mobil Syifa tidak henti hentinya menangis


"Mama bangun, Syifa janji tidak nakal lagi mama" Syafa pun mencoba menenangkan cucunya dan tiada henti mengucapkan doa untuk keselamatan Puterinya


Sesampai dirumah sakit, perawat langsung menggotong tubuh Shinta dan membawa ke ruangan IGD.


"Keluarga harap tunggu disini"Pinta salah satu perawat, mereka pun menunggu di ruang tunggu, 45 menit kemudian Dokter pun keluar dari ruangan, mereka sontak bangkit dan mendekat kearah dokter.


"Bagaimana keadaan isteri saya dok"


"Bagaimana keadaan Puteri kami Dok"


"Bagaimana keadaan mama Syifa Dokter" Itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka.


"Kondisi pasien dan janinnya baik-baik saja, untungnya janin tersebut masih bisa diselamatkan. Tapi saya harap kalian bisa menjaga kehamilan pasien dengan baik karena kehamilan yang masih diusia muda rentan sekali mengalami keguguran" Ucap Dokter.


"Mak....Maksud dokter isteri saya ha..hamil?" Tanya revan tak percaya


"Apa anak saya hamil dok?" Tanya Gunawan kembali


"Iya, Pasien saat ini sedang mengandung masuk usia 2 bulan, apa kalian tidak tahu?" Tanya Dokter tersebut. Mereka pun menangis haru merasa sangat bahagia


"Terimakasih Dok atas infonya, apa kami bisa melihat anak kami sekarang"Tanya Gunawan, Dokter pun memperbolehkan dan mereka langsung bergegas masuk kedalam ruangan. Revan langsung mendekati isterinya dan langsung memeluk dan menciumi sang isteri


"Aku ha...hamil Van"Ucap Shinta yang menangis terharu


"Iya sayang kamu hamil"Revan mengecup pucuk kepala Shinta, Syafa dan Gunawan pun mendekati tubuh sang puteri dan bergantian memeluknya.


"Mama, hamil itu apa" Tanya syifa dengan polos, Revan pun menggendong tubuh mungil sang anak

__ADS_1


"Sebentar lagi kamu akan punya adek sayang" Ucap Revan dan mencium pipi syifa, Syifa meminta turun dan ingin memeluk Shinta. Shinta pun memeluk tubuh sang anak, Hari ini kebahagiaanya begitu lengkap. Syafa pun merasa begitu bahagia. 3 Tahun lalu ia melihat Puterinya berbaring lemah dan begitu hancur karena pernikahannya yang gagal dan vonis dokter yang telah menghancurkan hidup anaknya. Namun sekarang ia melihat kebahagiaan anaknya dengan keluarga kecil nya.


#Tamat.


__ADS_2