
Caca masuk ke dalam rumah Syafa dan menemui yang lain nya di ruang makan.
"Mama." teriak Syifa penuh semangat.
"Gimana liburannya nak?"
"Sangat menyenang kan ma."
"Ayo sarapan dahulu, nanti saja mengobrol nya." ucap Gunawan. Mereka pun sarapan bersama. Setelah sarapan, Shinta, Caca dan Kaynara membersih kan ruang makan. Sedangkan, para pria pergi ke ruang keluarga membawa Si kembar dan juga Syifa.
"Ibu pergi lah. Biar aku, Caca dan Kay yang membersih kan ini."
"Baik lah nak."
************
Setelah membersih kan ruangan makan. Mereka pun ikut duduk bergabung dengan yang lain nya.
"Sini duduk." ucap Gunawan.
"Baik yah." sahut Caca, Shinta, dan Kaynara secara bersamaan. Caca dan Kay sudah di anggap seperti putri Gunawan dan Syafa. Begitu juga mereka yang menganggap Gunawan dan Syafa seperti orang tua mereka.
"Bagaimana jika sekarang kita membahas pernikahan Kay yang tertunda?" Revan membuka suara terlebih dahulu
__ADS_1
Huk...! Huk....!
Kaynara spontan kaget dan terbatuk
"Apa ini tidak terlalu cepat?"
"Tidak, Sayang. Kandungan mu semakin lama akan semakin membesar." Ucap Syafa lembut memberikan penjelasan kepada Kaynara.
"Bagaimana dengan kamu nak Rangga?" tanya Syafa.
"Saya gimana baik nya saja. Lebih cepat lebih baik, namun saya ini adalah pria yang sederhana. Mungkin, saya tidak bisa memberikan berlimang harta untuk Kay dan anak kita nanti. Tapi sekuat tenaga saya akan membuat mereka bahagia. Saya hanya pria yang sebatang kara dan tumbuh sendiri dengan kerja keras sedari kecil." Rangga tidak ingin berbasa-basi. Ia mengutarakan diri nya adalah pria yang sederhana dan apa ada nya.
"Aku tidak butuh harta berlimpah, asal kau bisa menyayangi anak ku ini seperti anak mu sendiri dan tidak membeda-bedakan nya suatu saat jika Tuhan memberikan kita Rezeky memiliki anak kelak." ucap Kaynara.
"Terimakasih sekali atas niat baik kalian untuk membantu, tetapi saya ingin membahagiakan Kaynara dan anak kami dengan usaha saya sendiri." ucap Rangga dengan halus tanpa menyinggung perasaan siapapun.
"Aku setuju kak dengan Rangga." sambung Kaynara.
"Baik lah kalau begitu besok kita akan menyiapkan pernikahan kalian." sambung Shinta dengan girang nya
"Be-besok?" kaget Kaynara dan yang lainnya secara bersamaan.
"Sayang. Itu terlalu mendadak apalagi kalian baru pulang dan butuh istirahat sejenak." ucap Syafa.
__ADS_1
"Tidak, Bu! Bukan besok pernihakannya. Namun, mulai besok kita akan memulai untuk menyiapkan segalanya." ucap Shinta lagi dengan penuh semangat
"Yeyy, Syifa akan pakai gaun dan akan terlihat seperti Puteri."
Mereka semua pun tertawa melihat tingkah Shinta dan juga Syifa.
"Sekarang kalian beristirahat lah, nanti kita akan melanjutkan pembahasan ini lagi." pinta Gunawan. Tidak ada yang berani menolak, mereka pun pergi dan beristirahat di kamar yang sudah di sediakan.
"Nak Rangga, menginap lah di sini." pinta Gunawan.
"Terimakasih om atas tawarannya. Namun, saya harus pergi dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda."
"Baik lah. Dan jangan memanggil saya om lagi! Panggil Ayah seperti mereka semua, sebentar lagi kamu akan menjadi bagian dari keluarga ini." Rangga pun merasa terharu ia tersenyum dan mengangguk
"Baik lah. Yah, saya pergi dahulu."
"Ayo semua nya. Saya izin pamit." Rangga pamit kepada Gunawan.
"Hati-hati nak." Gunawan menepuk bahu Rangga. Rangga tersenyum dan berlalu pergi.
******
Hallo kakak-kakak. Maaf banget yaa sangra udah lama nggak update huhu. Soalnya ada hal yang ga bisa sangra ceritain ke kalian. Dan kedepannya sanggra mulai update dengan teratur seperti dahulu. Terimakasih atas dukungan kalian. Jangan bosen yaa sama cerita nya dan jangan lupa like dan komen positif. Salam sayang dari sangrainily untuk kakak-kakak semuaš„°
__ADS_1