Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Suasana Hujan 2


__ADS_3

"Bukan memberikan bunga setiap hari, atau memberikan kado mewah defenisi kebahagiaan seseorang. Hal sederhana bagi orang, namun ini sangat berarti untuk ku. Ya, bahagia se-simple ini. Aku bahagia memiliki mu dan anak-anak kita." Shinta kembali memeluk suami nya dengan erat. Rencana Shinta ingin membuat Revan kesal malah membuat diri nya merasa sangat bahagia. Revan selalu memberi kan kejutan-kejutan kecil yang mampu membuat nya menangis dengan perasaan bahagia.


"*Aku ingin memiliki suami seperti nya."


"Betapa beruntung nya wanita itu."


"Aku juga ingin memiliki kekasih seromantis itu."


"Bahagia sekali wanita itu memiliki pria yang sangat romantis seperti pria itu."


"Sisain satu dong Tuhan yang seperti dia aaaa."


"Sayang, lihat lah pria itu! dia sangat romantis dengan isteri nya. Tidak seperti mu yang tak pernah bernyanyi di depan umum untuk ku."


"Aku sangat malu jika melakukan itu di depan umum seperti itu*."


Seperti itu kalimat-kalimat yang terdengar di telinga Shinta dari orang-orang yang sedang berhenti di karena kan hujan untuk meneduh di depan ruko kosong.

__ADS_1


*************


Caca dan Arvan yang melihat pemandangan itu pun ikut bahagia


"Bahkan lelaki galak seperti nya bisa seromantis ini. Lihat lah dia, dia seperti orang yang tidak punya malu, bahkan aku sendiri tidak bisa melakukan hal sekonyol itu." ucap Arvan. Caca tersenyum dan mencium pipi Arvan


"Semua orang berbeda dalam mengungkap kan kasih sayang mereka, ini bukan hal tentang setiap hari mengatakan sayang atau memberi kan bunga. Kau juga selalu membuat ku bahagia dengan cara mu sendiri." ucap Caca. Arvan pun memeluk isteri nya dengan hangat di dalam mobil. Caca dan Arvan saling menatap satu sama lain, hingga mereka terbuai atas suasana hujan dan pemandangan yang mereka lihat di dalam mobil. Arvan membelai rambut sampai wajah Caca dengan lembut. Mereka sama-sama hanyut dengan situasi. Perlahan Arvan ******* bibir Caca dengan lembut.


Dor!!!


Caca dan Arvan pun kaget, entah sejak kapan Shinta dan Revan kembali, Mereka di kejut kan dengan kehadiran Shinta dan Revan yang sudah masuk ke dalam mobil. Shinta tertawa dengan keadaan basah kuyup. Caca dan Arvan malu


"Se-sejak kapan kali-kalian datang?" tanya Caca dengan gugup, ia sangat malu sekali. Dahi nya bercucuran keringat


"Padahal cuaca nya sangat dingin, dan di dalam mobil juga AC hidup. Tapi mengapa kau berkeringat? apa kena hujan juga," ledek Shinta.


"Ti-tidak! ini sangat dingin, ia sangat dingin." Caca semakin ke gelagapan berbicara. Jika sifat usil Shinta sudah muncul ia akan mengganggu seseorang sampai habis-habisan

__ADS_1


"oh, sangat dingin."


"Iya, ini sangat dingin. Sudah lah, mengapa kau menggangu ku. Bukan kah tadi kalian di luar sana?" Caca mencoba mengalihkan pembicaraan


"Aku sudah mulai kedinginan, makanya kita masuk ke mobil. Kita tidak melihat apa-apa kok, Iyakan. Sayang?"


"Iya, kita tidak melihat apapun" sambung Revan.


"Kita juga tidak melakukan apa-apa kok." ucap Caca dengan bingung. Shinta menahan tawa nya.


"Mengapa kau meledekku?"


"Tidak! aku tidak tertawa. Lihat lah, aku diam saja ini sudah kedinginan. Brrrrrr...." Shinta dan Revan tidak mengetahui awal nya kalau Caca dan Arvan sedang mengutarakan kasih sayang mereka di dalam mobil. Namun, melihat gugup nya Caca membuat ide usil Shinta untuk mengganggu mereka. Revan pun melajukan mobil nya dan kembali pulang kerumah.


***************


Duh athor jadi baper nih liat kedua pasangan ini, yang masih jomblo belum menikah kita menghalu saja yaa🤣 Author juga suka senyum-senyum sendiri baca nya.

__ADS_1


yuk dukung kedua pasangan ini dengan cara like, komen, berikan rate bintang lima dan vote poin ya kak biar author semakin semangat buat cerita nya. Salam sayang dari sangrainily untuk kalian🄰


__ADS_2