
"Ada apa?" tanya Caca penasaran. Shinta dan Revan pun menjelaskan semua nya.
"Jika benar, dia Kaynara yang kami cari. Aku tak akan pernah memaafkan Ibu mu, Ca." ucap Shinta. Ia tak bisa membayang kan jika yang terjadi itu pada diri nya atau keluarga nya. Caca pun semakin merasa bersalah. Ia semakin menyalah kan diri nya sendiri.
"Maaf kan aku, ini semua salah ku."
"Tidak! ini semua bukan salah mu, Ca. Semua yang terjadi ini bukan kesalahanmu," ucap Shinta memberikan ketenangan.
"Kau dan Ibu mu jauh berbeda, kau bagaikan malaikat. Sedangkan, Ibu mu ke balikkan dari cerminan diri mu. Ini semua bukan salah mu!" Shinta pun memeluk Caca yang bersedih merasa sangat bersalah.
"Maaf," hanya itu yang mampu Caca ucap kan.
*********
Kaynara pun pergi ke taman belakang rumah sakit, ia menangis sejadi-jadi nya di sana
"Takdir seperti apa ini!" ucap nya dengan nada tegas. Ia mengutuk diri nya sendiri.
"Mama, Papa, Kakek, Nenek, kini kaynara hancur, hancur," ucap nya senggugukkan. Rangga yang melihat wanita itu dari jauh pun merasa tak tega. Ingin sekali ia menghampiri Kaynara. Namun, Rangga takut Kaynara akan semakin histeris. Rangga pun mengurung kan niat nya.
"Apa salah ku," Kini suara gadis itu semakin melemah. Ia merasakan ada yang memegang bahu nya, Kaynara segera menghapus air mata nya dan menoleh ke arah seseorang yang memegang bahu nya.
"Kau,"
"Iya, aku." ucap Shinta.
"Untuk apa kau kesini?"
"Aku ingin berteman dengan mu," ucap Shinta dengan tersenyum, ingin sekali Kaynara menangis di pelukkan Shinta namun ia menahan untuk melakukan itu.
"Aku tidak butuh teman!" ucap nya dingin.
"Kaynara."
__ADS_1
"Tolong jangan sentuh aku!" Shinta pun menurun kan tangan nya.
"Wanita ini, seperti Kaynara kami. Sikap dan tatapan nya yang kosong," batin Shinta.
"Kau adik ku," Deg, Kaynara pun kaget. Mengapa Shinta bisa tahu, tapi ia tetap bersikap acuh
"Aku tidak punya kakak!"
"Tata,"
"Kamu ingat kan? Aku, Tata. Anak dari kedua pasangan yang membawa mu pulang kerumah nya dan menjadi kan mu sebagai anak,"
"Tidak! aku tidak kenal pada kalian. Henti kan omong kosong mu!"
"Tapi aku sangat yakin. Bahwa, kau adalah Kaynara. Gadis berusia 14 tahun yang di bawa Ibu dan Ayah ku kerumah 10 tahun yang lalu."
"Aku tidak punya banyak waktu untuk berbicara omong kosong padamu, permisi." pamit Kaynara.
"Tunggu!"
"Ada apa?"
"Apa kau sudah gila? sudah tau aku bukan Kaynara mu. Atau Kaynara siapapun itu, buat apa aku kerumah mu?" teriak Kaynara dengan kesal, ia bingung bagaimana cara nya agar terlepas dari Shinta. Ia tak ingin, jika kehadiran nya di rumah itu membuat musibah pada keluarga Shinta.
"Jika kau memang bukan adikku, kenapa kau merasa keberatan?" tantang Shinta.
"Dasar wanita tidak waras!" Kaynara pun ingin meninggalkan Shinta begitu saja, namun langkah nya terhenti.
"Kau tidak mau, benar! kau memang Kaynara yang di bawa oleh Ayah dan Ibu ku dulu,"
"Dasar bodoh! jika aku memang adik atau apapun yang kau kata kan itu. Aku pasti akan memeluk dan pulang bersama mu,"
"Karena kau tak ingin kami mendapat kan masalah jika kami bersama mu, benar kan Kaynara?" kini mata Shinta sudah berkaca-kaca. Begitu pula dengan Kaynara. Namun, wanita itu berusaha untuk tidak menangis.
__ADS_1
"Haha, kau lucu sekali. Sudahlah! beri kan saja omong kosong mu itu pada Kaynara, Kaynara yang lainnya. Tidak usah pada ku, wanita tidak waras!" ucap Kaynara penuh Penekanan.
"Cukup!" teriak Revan yang datang bersama Caca dan Arvan. Revan merasa geram dengan wanita yang ada di hadapannya, ia mengerti dengan trauma yang wanita ini alamin. Namun, bukan berarti wanita itu bisa menghina Istri nya dengan sesuka hati.
"Sudah cukup!"
"Seharus nya kau kata kan itu pada istri mu ini, Tuan! ia terus saja memaksa ku untuk mengakui hal yang ia mau, sungguh memuakkan,"
"Sayang, sudah lah! Dia bukan Kaynara yang kamu maksud"
"Tapi,"
"Jika memang benar wanita ini adalah Gadis yang 10tahun di bawa oleh Ayah dan Ibu. Ia pasti tidak akan bersikap kurang ajar pada mu,"
"Itu benar sekali, Ta. Dia Kaynara sepupu ku. Bukan Kaynara yang kau maksud," ucap Caca.
"Apa kata mu? bahkan aku tidak sudi menjadi keluarga dari mu!" ucap Kaynara pada Caca dengan penuh kebencian. Caca pun terdiam, ia merasa sangat bersalah dengan apa yang sudah terjadi pada Kaynara.
"Maaf kan, aku." ucap Caca dengan nada yang sedih.
"Haha, maaf. Maaf kata mu? maaf tak akan bisa mengembalikan kesucian ku!!" teriak Kaynara.
"Sudah henti kan!" ucap Arvan dengan geram
"Yang melakukan ini adalah Ibu nya, bukan Caca. Caca tidak seperti yang kau kata kan. Ia tak sama seperti Ibu nya, bahkan ia yang meminta kami untuk menolong mu. Bukan nya berterimakasih, kau malah menghina istri ku dengan semau mu!"
"Apa yang kau ingin kan? apa kau ingin membalas dendam pada kami semua?" ucap Revan
"Haha, balas dendam? balas dendam adalah perbuatan yang sangat bodoh! dan aku tidak seperti Ibu nya dia!" tunjuk Kaynara pada Caca.
"Aku sangat membenci kalian semua, sangat! dan sangat! aku berurusan dengan Ibu nya dia. Jika aku ingin membalas dendam, buat apa aku menyakiti kalian. Aku akan membunuh wanita yang sedang tidak berdaya itu sekarang ini juga. Tapi, aku tidak akan melakukan nya! Aku tak akan mengotori tangan ku yang suci ini. Jika aku melakukan nya, tidak akan ada beda nya aku pada Ibu mu," kali ini Kaynara menatap Caca dengan tajam dan penuh kebencian.
"Tapi, mengapa kau membenci Caca? bahkan kau sendiri tau bahwa Caca yang menolong mu," ucap Shinta dengan lembut.
__ADS_1
"Karena dia anak dari wanita iblis itu. Aku juga tidak berdosa dan bersalah pada wanita itu. Tapi kenapa? kenapa ia bersikap tega pada ku dan juga Ibu ku? Ibu ku wanita yang sangat baik, ia menyayangi wanita iblis itu dengan tulus. Namun apa? Wanita itu membunuh Ibu ku dengan sangat sadis, bahkan ia melakukan hal yang sama terhadap ku." Kini Kaynara tak mampu menahan air mata nya, ia menumpah kan segala rasa sakit nya. Caca dan Shinta yang mendengar dari mulut Kaynara pun merasa sakit dan hancur. Mereka mendekati Kaynara dan memeluk wanita itu, walau Kaynara menolak. Shinta dan Caca semakin mengerat kan pelukkan itu.
"Maaf kan aku," hanya itu yang bisa di ucap kan oleh Caca dengan menetes kan air mata nya.