
Shinta melihat jam dinding menunjukkan pukul 1 siang
"Astaga," Ia pun segera bangkit dari tidur nya, mengambil ikat rambut di atas meja tepat di sebelah nya.Shinta mengikat rambut nya dengan asal dan mengambil dan memakai pakaiannya yang berserakan di lantai akibat ulah Revan.
"Kenapa bisa kesiangan gini sih?" gerutu nya dalam hati
"Lihat lah, bahkan sudah jam segini ia masih saja tidur!" geram nya.
"Sudahlah, lebih baik aku tinggal saja," Shinta pun keluar kamar untuk menemui Syifa, namun di ruang keluarga hanya ada Lili dan juga Tommy. Shinta mendekati mertua nya tersebut
"Ma, Pa. Syifa mana? "
"Syifa sudah pergi sama Caca, tadi nya mau pamit sama kalian tapi kelihatannya lagi sibuk banget di kamar," ucap Lili dengan penuh candaan. Shinta pun tersipu malu, ia menggaruk belakang leher nya yang tak gatal
"Tata ke kamar dulu ya ma, mau siap-siap,"
"Iya, Sayang." Shinta pun berlalu pergi menuju kamar nya, ia begitu sedih karena lupa waktu hingga mengabaikan putri sulung nya. Ketika ingin membuka pintu kamar nya, ia mendengar suara si kembar yang sedang menangis. Shinta pun menuju kamar baby Al dan Alana
"Sayang." Shinta mencoba menenangkan ke dua bayi nya tersebut, mengurus dua bayi sekaligus yang sedang rewel membuat Shinta kewalahan. Ia mengusap dahi nya yang bercucuran keringat dan masih berusaha menenangkan Alan dan Alana. Revan yang mendengar suara tangisan si kembar yang begitu deras langsung terbangun dan menghampiri isteri dan anak nya. Ia langsung segera mengambil baby Alana ke dalam pelukkan nya, seketika baby Alana langsung tertidur pulas.
__ADS_1
"Kangen sama Papa ya nak," ucap Revan dengan lembut nya. Kini baby Alan pun sudah tidak rewel lagi. Mereka tidur dengan pulas di box bayi, Shinta membuang nafas nya dengan kasar
"Capek?" Tanya Revan, Shinta pun menggeleng
"Jangan bohong deh!"
"Sedikit."
"Kok sedih?"
"Kangen sama Syifa,"
"Yaudah, minggu depan kita berlibur ya,"
"Aku kan kerja buat kamu, buat anak-anak kita,"
"Yaudah, makanya aku bilang gak usah! kamu paham gak sih van?" entah mengapa, hari ini Shinta begitu kesal dengan suami nya.
"Enggak," jawab Revan santai
__ADS_1
"Menyebalkan!" Shinta pun berpaling dari Revan, ia menatap ke dua bayi kembar nya di box bayi.
"Kan aku yang ajak liburan, tanda nya aku gak sibuk dong, Sayang." Revan memeluk shinta dari belakang, ia mengecup kepala isterinya.
"Nanti juga pasti batal lagi kaya kemarin," kali ini mata Shinta berkaca-kaca. Sebulan yang lalu Revan mengajak mereka untuk berlibur, semua nya sudah siap-siap untuk berangkat namun batal di karena kan Revan memiliki pekerjaan mendadak yang harus ia kerjakan sendiri. Shinta begitu sangat kecewa, bukan ia tak mengerti keadaan suami nya, namun karena hal itu. Syifa menjadi sedih dan lebih memilih bersama Caca dan sering menginap di rumah Caca.
"Enggak, Sayang. Aku janji," Revan pun membalikkan tubuh shinta dan menghadap ke diri nya.
"Udah ya! Jangan sedih dong." pinta Revan, Shinta pun tersenyum manja, ia memeluk suami nya dengan erat dan begitu manja.
"Manja banget sih isteri aku."
"Yaudah enggak, entar aku manja nya sama suami orang aja."
"Ya jangan dong, nanti aku cemburu gimana?"
"Ya bodo amat." Mereka pun saling tertawa dan mengerat kan pelukkannya
*******
__ADS_1
Udah lama banget ya gak lihat Shinta dan Revan manja-manjaan gini hihi
Jangan lupa like, komen dan berikan vote poin untuk menambah semangat author untuk update ya kak hihi