
Caca meminta pada Kaynara agar wanita itu mau tinggal bersama diri nya.
"Aku mohon, tinggal lah bersama ku,"
"Baik lah kak." Kaynara tersenyum pada Caca.
"Tante, ayo kita bermain!" ajak Syifa.
"Bukan kah kita sekarang teman? ayo bermain lah dengan ku!"
"Ayo!" ajak Kaynara. Kaynara pun mengajak Syifa bermain di taman belakang rumah Shinta
******
__ADS_1
Sudah pukul tujuh malam, Caca dan Arvan berpamitan untuk pulang. Namun, Shinta meminta mereka untuk makan malam bersama. Caca dan Arvan pun tak bisa menolak. Mereka sudah menganggap Shinta seperti adik mereka sendiri, kakak mana yang bisa menolak permintaan adik nya.
Mereka makan malam bersama, selesai makan mereka memutus kan berbincang-bincang bersama di ruang keluarga dan bermain kepada Syifa, dan si kembar Alan, Alana. sebelum Caca dan Arvan pulang kerumah. Ketika pukul setengah sembilan malam Caca dan Arvan berpamitan untuk pulang, tidak ada lagi alasan untuk Shinta menahan mereka.
"Kami pulang dulu ya,"
"Apa tidak sebaik nya kalian tidur di sini aja?" pinta Shinta dengan manja.
"Enggak bisa, Ta. Kita harus pulang dan besok pagi-pagi aku harus ke rumah sakit melihat keadaan mama ku," mendengar nama Elsa membuat hati Kaynara terluka, ia mengingat semua perlakuan Elsa terhadap dia dan keluarga nya. Shinta melihat ke arah Kaynara yang menggenggam tangan nya dengan kuat. Shinta memahami rasa sakit Kaynara. Pasti tidak akan mudah bagi nya untuk melupakan kejadian itu.
"Ayo, Kay!" ajak Caca.
"Aku permisi dulu kak," pamit kaynara pada Shinta dan Revan. Kaynara pun mengikuti langkah Caca dan Arvan. Mereka masuk ke dalam mobil
__ADS_1
*****
Sesampai di rumah, Caca menunjukkan kamar untuk Kaynara.
"Ini kamar kamu, semoga kamu betah ya. Kay" Caca memegang pundak Kaynara. Kaynara menatap caca dan tersenyum hangat pada nya
"Terimakasih. Kak,"
"Kamu adik aku, gak usah terimakasih sama aku ya," ucap Caca. Kaynara pun mengangguk.
"Aku pergi dulu, istirahat lah. Anggap saja ini rumah mu sendiri, buat se nyaman-nyaman nya ya," Setelah pamit Caca pun pergi meninggal kan Kaynara. Kaynara menutup pintu kamar nya, ia berjalan mendekati kasur, terduduk di tepi ranjang dan mematikan lampu kamar. Kaynara memijit dahi nya sambil memejam kan mata. Tidak mudah bagi Kaynara, ia bukan hanya melihat kedua orang tua, kakek nenek nya di bunuh secara tragis. Namun, ia juga harus di gilir oleh beberapa pria. Kaynara menangis terisak, dada nya terasa sangat sesak. Ia berfikir dulu, ketika ia melupakan masa lalu nya. Duka rasa sakit itu akan hilang, Namun tidak! Pertemuan nya kembali pada Elsa tidak hanya mengingat duka lama nya namun semakin membuat diri nya terluka. Elsa begitu kejam, seharus nya Elsa sebagai seorang bibi bisa melindungi nya. Namun, bukan nya melindungi diri nya Elsa malah menghancurkan kehidupan Kaynara.
"Aaaaaaa," Kaynara menangis sejadi-jadi nya, dada nya semakin sesak. Kaynara tidak ingin terus-terusan berada di titik terendah seperti ini. Namun, melupakan segala nya juga tidak mudah bagi nya. Ia seperti mayat hidup, Raga nya ada namun jiwa nya telah lama pergi.
__ADS_1
"Mama, Papa. Kay ingin ikut bersama kalian, Kay sangat sakit hiksss,"
*****