Ibu Sambung

Ibu Sambung
Jangan Marah


__ADS_3

Caca yang terbangun dari tidur nya pun mengingat kejadian kemarin malam. Ia mengingat ucapan yang ia katakan kepada Arvan.


"Ya ampun, kenapa aku berkata buruk seperti itu?" Caca yang sudah bisa mengendalikan amarah nya pun menyesali perbuatan nya. Tidak seharusnya, ia mengungkit kesalahan lama yang sudah di perbuat oleh Arvan sang suami.


Ya sudah lah, mau bagaimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur, ia pun tak mau membuat masalah lagi.


Caca takut, jika diri nya bertemu dengan Arvan. Ia akan kehilangan kendali seperti kemarin.


"Maafkan aku." hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Caca, tak sadar air mata nya menetes.


********


Syifa yang baru siap mandi, mengambil ponsel nya. Ia membaca pesan yang di kirim kan oleh Mama Shinta.


Syifa merasa sangat terkejut mengetahui kebenaran yang ada. Dia tidak menyangka jika ibu kandung nya tega melakukan hal itu kepada sang adik.


Bukan hanya diri nya saja yang di tinggalkan, namun juga Raisa.


Syifa tidak mau menyalahkan Caca sepenuh nya, ia yakin jika Caca melakukan itu karena suatu alasan. Dulu, juga Caca meninggalkan Syifa karena demi kebaikan nya.


"Mungkin saja, mama tidak ingin melihat Raisa tumbuh di dekat Oma Elsa. Apalagi, Oma selalu jahat kepada mama."


"Kakak." Raisa memanggil Syifa, sontak membuat Syifa kaget sehingga membanting ponsel yang ia pegang.


Syifa bingung harus berkata apa kepada Raisa, apakah Raisa akan menerima segalanya setelah mengetahui alasan itu. Syifa kini mengerti, mengapa mama Shinta begitu sulit memberitahu segala nya.


"Kak, Ponsel mu rusak." ucap Raisa yang mengambil ponsel Syifa yang terjatuh di lantai.


"Apakah kakak memikirkan sesuatu? Ohiya, bagaimana dengan mama Shinta nya kakak. Apakah sudah memberitahu segala nya? Apa yang terjadi dengan mami dan Daddy?"


Syifa terdiam, Raisa memberikan ponsel itu kepada Syifa. Terlihat layar ponsel nya yang retak.

__ADS_1


"Kak, katakan sesuatu. Apa yang sudah kakak ketahui? Raisa mohon jangan sembunyikan apapun lagi dari Raisa." Raisa menangis, ia mengingat tentang kejadian kemarin saat mami dan Daddy nya bertengkar hebat.


Raisa juga mendengar percakapan Caca yang mengatakan jika telah membuang diri nya, tentang perlakuan Daddy nya Raisa sudah mendengar segala nya.


Raisa memberitahu Syifa, Syifa menoleh ke arah sang adik. Ia pun merasa sangat terkejut.


"Lalu, apakah mereka tahu jika kamu berada di sana?"


Raisa mengangguk, namun ia mengatakan jika diri nya berpura-pura tidak mendengar apa-apa.


"Mami meminta cerai kak kepada Daddy."


"Ap-apa Ce-cerai?" Raisa mengangguk, ia masih menangis. Syifa pun memeluk adik tiri nya tersebut, dan memenangkan Raisa.


"Kak, Raisa tidak ingin ada kebohongan lagi. Raisa ingin tahu segala nya."


"Baik lah. Kakak akan memberitahu kamu segala nya."


Dulu, mama Caca dan papa ku mencintai satu sama lain. Namun, nenek kita yang bernama Elsa tidak menyukai itu karena papa ku bukan lah berasal dari keluarga kaya seperti mama. Tapi, mereka tidak perduli. Mereka tetap memilih menikah, mama meninggalkan segala nya harta, kemewahan dari rumah orang tua nya.


Dan tiba hari kelahiran, aku lahir. Tapi kondisi ku sangat kritis, harus di atasi dengan perlengkapan medis yang bagus. Tentu saja harga nya tidak murah.


Mama yang bingung harus melakukan apa meminta nenek kita untuk membantu, bukan nya membantu Nenek malah memberikan pilihan yang sangat sulit.


Iya, nenek akan membantu namun setelah aku lahir dan umur ku mau memasuki satu bulan. Mama harus pergi meninggalkan ku dan papa. Mama nggak boleh menemui kami.


Bukan hanya itu, mama juga harus menikah dengan Daddy. Mama sewaktu itu tidak mencintai Daddy, tapi ia harus bekorban demi aku dan papa ku.


Dulu, katanya. Daddy juga selalu bersikap buruk kepada mama. Hingga, setelah pernikahan mama dan Daddy memasuki dua tahun.


Mama hamil kamu, mungkin memasuki umur tiga atau empat bulan. tapi mama juga tidak menyadari nya. Saat itu Daddy juga ada tugas di luar negeri. Daddy meninggalkan mama sendirian. Hubungan mereka masih sangat buruk dan renggang.

__ADS_1


Mama yang tidak menyadari kehamilan nya pun perlahan tahu jika mama mengandung mu. Mungkin, saat itu mama belum siap.


Jadi, saat mama melahir kan mu. Mama langsung menitipkan mu di panti asuhan. Tanpa Daddy tahu, jika mereka memiliki anak kamu. Nenek kita juga tidak tahu.


Mama mungkin, tidak bisa berfikir dengan jernih, tapi setelah itu mama menyesal. Mama juga berusaha mencari mu. Tapi, saat itu kau sudah pergi dari panti dan di adopsi orang lain. Mama mencari mu kemana-mana. Namun, mama tidak bisa menemukan mu.


********


Raisa terdiam, mendengar penjelasan dari kakak nya. Ia pun tak tahu harus bagaimana. Hati nya merasa sangat sakit dan sedih. Bahkan Ia bingung harus marah atau tidak.


Takdir apa yang membawa nya dalam kehidupan yang sesakit ini, ia juga memikirkan tentang penderitaan mama nya selama ini.


"Mama sudah cukup banyak menderita karena Daddy." ujar Raisa yang memandang dengan tatapan kosong.


Syifa mendekati Raisa, memegang bahu nya.


"Ini, bukan lah kesalahan siapapun. Ini hanyalah takdir, mama, papa, dan Daddy hanya lah korban dari keegoisan nenek kita. Daddy dan mama tidak sepenuh nya salah."


"Dulu, cinta yang terlalu dalam dari Daddy dan juga hasutan dari nenek kita yang begitu jahat membuat Daddy menjadi orang yang egois. Tapi, sekarang Daddy telah berubah. Walau bagaimana pun sikap Daddy, satu hal yang harus kita tau. Daddy sangat mencintai mama. Dan mama juga mencintai Daddy, itu hanya lah masalalu. Tugas kita sekarang, membuat mereka kembali berdamai." ujar Syifa.


Raisa masih terdiam, ia seperti sesak berada di rumah ini.


Rasa sakit, dan kecewa yang terlalu dalam. Karena keegoisan dari satu orang. Banyak orang yang tersakiti.


Caca, Revan, Arvan Syifa, Raisa, korban dari keserakahan dan keegoisan Elsa.


Banyak yang menderita, termaksud Kaynara dan juga Shinta


Dendam Elsa yang tak ada habisnya bahkan membuat hidup Caca hancur. Caca juga pernah kehilangan janin nya. Dan itu semua karena perbuatan Elsa.


"Sa?" Syifa memanggil adik nya dengan perlahan, diri nya tahu jika kebenaran ini akan menyakiti hati Raisa.

__ADS_1


Seperti diri nya dulu, yang mengetahui sebuah kebenaran yang begitu menyakitkan. Bahkan, Syifa juga menyaksikan kejahatan yang di perbuat oleh sang nenek.


"Daddy bukan lah orang jahat, begitu juga dengan mama. Tolong, jangan marah pada mereka."


__ADS_2