Ibu Sambung

Ibu Sambung
Tidak Dapat Menerima


__ADS_3

Raisa yang mendengar ucapan ke dua orang tua nya pun berlari pergi, Arvan dan Caca yang menyadari Raisa pergi segera mengejar anak mereka.


Raisa menangis di dalam kamar nya "Mami dan Daddy hanya menganggap kak Syifa dan Khanza saja. Mereka tidak menganggap ku ada hiks." gumam nya bersedih, kini air mata Raisa membasahi pipi nya.


Caca masuk ke dalam kamar Raisa, mendekati anak nya perlahan. "Sa-sayang, maafi mami nak." ucap nya dengan nada yang berat, ia semakin merasa menjadi ibu yang buruk. Bagaimana bisa ia melupakan Raisa.


Caca dan Arvan belum terbiasa dengan kehadiran Raisa, sebab itu seringkali Arvan pun melupakan Puteri nya sendiri. Hal itu wajar, karena Arvan sendiri baru mengetahui jika ia memiliki anak selama ini. Bahkan, Arvan tidak tahu kapan Caca mengandung dan melahirkan Raisa.


Namun, mengapa Caca bisa melupakan kehadiran Raisa.


Raisa hanya bisa diam, menyembunyikan wajah nya yang begitu sembab di balik bantal, hati nya sangat sedih. Ia berfikir jika kedua orang tua nya tidak mengharapkan diri nya.

__ADS_1


Arvan membelai rambut Raisa, air mata nya menetes. Ia meminta maaf kepada puteri nya dengan tulus.


"Sayang, maaf kan Daddy. Daddy memang ayah yang buruk, terkadang Daddy masih membutuhkan waktu untuk menerima ini semua" ujar nya sambil menangis memeluk sang anak. Raisa menangis di dalam pelukan sang Daddy


Da-daddy, apakah ini semua kesalahan Raisa? A-apakah Raisa tidak pantas di lahirkan di dunia ini da-dan merasa bahagia?


Sontak pertanyaan Raisa membuat hati Arvan dan Caca begitu terluka, begitu buruk nya mereka sebagai orang tua sehingga membuat anak nya merasa tidak pantas di lahirkan di dunia ini.


"Daddy berjanji akan selalu menyayangi kamu nak, kamu anak Daddy. Anak kandung Daddy, kamu segala nya bagi Daddy. Jangan mengatakan hal seperti itu lagi ya Daddy mohon kepada kamu, Sayang."


"Ta-tapi, da-daddy dan mami hanya menganggap Khanza dan kak Syifa saja. Seolah Raisa tidak ada di sini." tangisan Raisa semakin pecah, ia tak menginginkan ini semua. Bukan nya ia merasa cemburu kepada kakak dan adik nya tersebut, namun Raisa merasa tidak ada arti nya di rumah ini.

__ADS_1


Sewaktu kecil, Raisa selalu berharap jika ia memiliki kedua orang tua, orang tua kandung nya masih ada dan ia di beri kesempatan untuk bersama kedua orang tua kandung nya. Namun, setelah ia di beri kesempatan untuk bersama ke dua orang tua nya ia merasa jika ke dua orang tua nya tersebut tidak menyayangi nya.


"Sayang, maaf kan mami. Ini semua bukan kesalahan Daddy, ini semua kesalahan mami. Mami ibu yang begitu buruk untuk kalian." Caca berlari meninggalkan kamar anak nya dengan perasaan yang sangat hancur.


Ia merasa menjadi ibu yang begitu gagal untuk anak-anak nya, Arvan ingin mengejar isteri nya namun ini bukan waktu yang tepat. Saat ini Raisa jauh lebih membutuh kan diri nya.


"Sayang, maaf kan kesalahan Mami dan Daddy. Kami berjanji akan menjadi orang tua yang baik untuk kamu dan selalu bersikap adil kepada kalian bertiga." ujar Arvan kembali, Raisa sudah sedikit tenang di pelukan sang ayah.


Arvan berfikir ingin memberitahu segala nya kepada Raisa agar Raisa tidak lagi salah paham dengan Mami nya namun apakah ini waktu yang tepat?


Arvan takut jika Raisa tidak bisa menerima semua nya.

__ADS_1


__ADS_2