Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Bagaikan obat


__ADS_3

Tubuh Shinta gemetar, ia meremas jemari nya yang keringat dingin, dahi nya bercucuran keringat sedari tadi.


"Sayang," Lagi lagi Revan berusaha untuk menenangkan isteri nya, namun Shinta masih saja merasa khawatir.


"Mungkin Syifa mampu menenangkan nya," Batin Revan. Shinta menatap kedua bayi kembar nya dengan tatapan sendu.


"Aku gak berguna jadi seorang Ibu, Belum apa-apa bayi ku sudah dalam bahaya," Ucap nya dengan nada yang begitu sedih. Revan memegang jemari Shinta, ia menatap mata sendu isterinya.


"Jangan bicara seperti itu, kau Ibu terbaik Sayang," Revan memeluk Shinta, wanita itu pun menangis sejadi jadi nya di dalam pelukkan sang suami


"Aku takut Van hiks"


"Ak-aku takut terjadi hal yang buruk pada ketiga anak kita hiks," Revan mengelus dengan lembut rambut Shinta

__ADS_1


"Sudah ya, tidak akan terjadi apa-apa pada anak kita,"


"Sudah ya, ada aku yang akan menjaga kamu dan ketiga anak kita," Lagi lagi Revan berusaha untuk menenangkan isteri nya.


"Lihat! Kedua bayi kita lucu sekali," Shinta pun tersenyum melihat wajah gemas ke dua anak nya, dan saat ini ia sangat merindukan Syifa, Puteri sulung nya.


"Mama," Shinta langsung menoleh ke arah suara itu berasal, senyuman nya semakin mengembang. Baru saja ia memikir kan Puteri sulung nya, kini ia sudah hadir di hadapan nya. Syifa pun berlari ke arah Shinta, Shinta merentang kan kedua tangannya untuk menangkap tubuh mungil sang anak


"Syifa kangen mama,"


"Baby Al, Alana," Sapa Syifa pada ke dua adik kembar nya. Seakan mengerti, si kembar Al dan Alana pun tersenyum kecil sambil menggeliat kan kepala mereka dengan gemas nya


"Lihat Mama, baby Al dan Alana sangat menggemas kan," Hebo Syifa, kehadiran Syifa membuat hati Shinta menjadi tenang. Tak ada lagi rasa takut yang menghantui nya, seakan Syifa menjadi obat di setiap rasa takut, sedih yang menghantui dirinya. Shinta masih memeluk tubuh mungil Syifa, Syifa pun mengalung kan ke dua tangannya di leher Shinta. Caca melihat ikatan batin yang Shinta dan Syifa punya. Walau saat ini Syifa sudah bisa menerima Caca namun Caca tidak pernah sedekat itu terhadap Syifa. Namun Caca sangat bersyukur sebab Syifa mempunyai Ibu Sambung yang begitu menyayangi Puterinya seperti Shinta. Bahkan ketika Shinta sudah memiliki anak, rasa sayang nya terhadap Syifa tidak berubah.

__ADS_1


"Terimakasih ya Ca, udah mau anterin dan jagain Syifa ketika aku di rumah sakit,"


"Gak usah terimakasih Ta, ini juga udah tugas aku," Caca pun tersenyum ramah. Keteduhan wajah Caca membuat siapa saja yang melihat nya menjadi tenang.


"Syifa seneng banget punya Mama seperti Mama Caca dan juga mama Shinta,"


"Mama Caca dan Mama Shinta sama sama baik, sama sama menyayangi dan menjaga Syifa dengan baik. Kalian ibu terbaik yang Syifa punya di dunia ini" Shinta pun mencium pipi Shinta, Shinta dan Caca pun tersenyum terharu melihat Puteri mereka yang sudah mulai beranjak dewasa. Baby Al dan Alana pun ikut tersenyum seakan mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Cepat besar adik-adik kakak," Ucap Syifa kepada ke dua adik nya


"Ketika mereka besar, Syifa yang akan menjaga dan melindungi mereka. Iyakan ma," Tanya nya pada Shinta.


"Saat kalian besar nanti, kalian akan saling menyayangi dan melindungi satu sama lain sayang," Ucap Shinta kepada Puteri sulung nya, Syifa pun mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya, Ta" pamit Caca


"Iya, sekali lagi makasih ya Ca. Kamu hati-hati di jalan," Caca pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Shinta, ia masih memeluk Syifa mencari ketenangan hati nya. Revan pun tak ingin menggangu, ia memilih pergi ke ruangan kerja nya. Mungkin dengan bersama Syifa, Shinta menjadi lebih baik


__ADS_2