Ibu Sambung

Ibu Sambung
Season 2 - Kehilangan


__ADS_3

Selesai sarapan, Revan dan Syifa bersiap siap untuk lari pagi.


"Van, aku ingin ikut" pinta Shinta dengan manjanya.


"Enggak usah, kamu di rumah aja ya" Revan mengusap rambut Shinta, Shinta memanyunkan mulutnya kedepan


"Bosen tau kalau dirumah aja!" Protesnya.


"Iya pa, mama ikut aja. Kasihan mama dirumah" Revan pun memikirkan ucapan sang Puteri lalu me setujuinya.


"Yaudah deh kamu boleh ikut, tapi ingat! gak boleh capek-capek!" Shinta pun mengangguk tersenyum. Shinta bangkit dari tempat duduknya dan ikut Revan bersama Syifa untuk lari pagi di taman


*****


"Kamu duduk disini aja, jangan ikutan lari nanti kamu mudah lelah" Shinta pun menurutin ucapan suaminya dan duduk di kursi taman tersebut, sedangkan Revan dan Syifa berlari mengelilingi taman itu.

__ADS_1


"Papa ayo kejar Syifa" Ucap gadis mungil itu yang berlari dan menantang sang ayah.


"Tunggu papa ya" Revan pun berlari mengejar sang Puteri, namun Syifa memutar balik dan mendekat kearah sang ayah. Ia bersembunyi dibelakang Revan.


"Kenapa nak" Tanya Revan dengan bingung


"Itu Pa, ada Nenek jahat" Syifa menutup matanya dan bersembunyi di balik tubuh Revan. Revan pun melihat kearah sekitar, dan ternyata ada Caca dan juga Elsa yang sedang mendekat ke arah mereka.


"Hallo Van, hai anak cantik" ucap Caca menegur anak dan mantan suaminya. Syifa tak berani menjawab dan masih menyembunyikan wajahnya di tubuh belakang sang ayah.


"Kenapa kalian ada disini? " Tanya Revan dengan memasang wajah dinginnya, ia bukan tak menyukai keberadaan Caca namun Revan tak menyukai mantan ibu mertuanya tersebut apalagi kejadian kemarin yang membuat Syifa ketakutan


"Shinta sedang duduk di sebelah sana, ia sedang hamil muda dan enggak boleh terlalu lelah"


"Oh" Caca mengangguk.

__ADS_1


*********


Shinta yang sedang menikmati udara pagi hari itu pun membuat tubuhnya sedikit relax, ia melihat di seberang sana anak dan suaminya sedang berbincang dengan seorang yang tak asing. Shinta pun teringat dengan mimpinya kemarin malam dan langsung berlari menyusul mereka namun sayang Shinta tak melihat ada batu besar yang ada didepannya. Shinta pun tersandung dan terjatuh


"Aaaaa sakit" Teriaknya dengan keras membuat orang yang ada di taman itu berlarian kearah dirinya, melihat orang orang yang sedang berlarian membuat Revan melihat kearah semua orang berlari, Revan pun dengan cepat berlari mendekati kerumunan orang banyak karena melihat wanita yang terjatuh kesakitan itu adalah isteri nya.


"Sayang sakit" teriak Shinta yang melihat Revan mendekati dirinya, Shinta menangis ketakutan karena melihat darah yang ada di sela-sela pahanya. Revan langsung menggendong Shinta dan membawanya kerumah sakit terdekat. Caca, Elsa dan Syifa pun menyusuli Revan memasuki mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat kerumah sakit.


"Dokter, perawat tolong isteri saya" Teriak Revan dengan berjalan cepat melewati lorong rumah sakit. Perawat pun berlari kearah Revan dan membawa Shinta ke ruangan UGD.


"Bapak dan ibu silahkan tunggu disini" Perawat dan dokter pun masuk ke ruangan memeriksa keadaan Shinta, Syifa terus saja menangis dan menelpon Syafa dan juga Gunawan. Tak butuh waktu lama Gunawan dan Syafa pun sampai ke rumah sakit. Caca berusaha menenangkan Syifa namun Syifa tak mau dekat dengan Caca dan memilih duduk dengan Syafa ibu dari Shinta.


Tak lama kemudian dokter pun Keluar, mereka semua berdiri dan mendekati dokter. Begitu banyak pertanyaan yang mereka keluarkan.


"Benturan yang sangat kuat membuat pasien kehilangan banyak darah dan janin yang ada didalam perutnya tidak bisa diselamatkan " Syafa terduduk lemas dan menangis, begitu juga dengan Revan ia mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Kami memberikan obat tidur kepada pasien, jadi saat ini biarkan ia istirahat untuk 2 jam kedepan" Dokter itu pun pamit untuk pergi, Gunawan memeluk isterinya yang menangis histeris


"Cobaan apalagi yang diberikan untuk putriku" Gumamnya menangis. Syafa begitu sangat hancur mendengar anaknya mengalami keguguran, ia tak tahu bagaimana reaksi Puterinya ketika nanti bangun dan mengetahui anak yang selama ini ia inginkan tidak ada lagi untuk selamanya


__ADS_2