
Setelah kedua orang tua Revan pergi dari ruangan, Shinta mengelus pipi Syifa dengan penuh kasih sayang.
"Syifa sudah makan nak?" tanya Shinta dengan lembut
"Sudah ma, nenek tadi yang suapi aku makan"
"Ma, Papa mana?" Tanya Syifa
"Hmmmm, Pa...Papa lagi ada kerjaan sayang" Tersenyum. Shinta merasa sangat aneh memanggil Revan dengan sebutan papa begitu. Namun ia berusaha untuk berusaha netral agar tak menyakiti hati syifa.
"Ma Syifa bosan"
"Sini sayang mama sisirin rambut kamu" Shinta mengambil sisir dan menyisirin rambut Syifa yang hitam dan panjang dengan sangat penuh kasih sayang. Setelah menyisiri rambut Syifa mereka bercanda gurau hingga menghadirkan gelak tawa di ruangan itu.
Jennika yang melihat kedekatan sahabatnya dengan Syifa membuat nya tersenyum bahagia.
"Tante sini ayo main sama kita" Ajak Syifa yang melihat Jennika memandangi mereka
__ADS_1
"Tidak sayang, Tante disini saja ya" tolak Jennika dengan halus.
"Iya Tante, ayo ma kita main lagi" ajak Syifa kepada Shinta. Begitu sangat bahagia di ruangan itu, Shinta dan Syifa begitu sangat saling menyayangi.
"Mama sini tidur di samping Syifa, Syifa lelah ma mau tidur" memukul kasur disampingnya menyuruh Shinta tertidur disebelahnya.
"Tapi sayang, kan ada Tante Jennika. Masa iya mama tinggal tidur"
"Gapapa Ta, Sebentar lagi aku juga mau pulang. Ini lagi nunggu jemputan dari Juna aja"
"cie yang mau dijemput gebetan" ledek Shinta.
"Gebetan itu apa ma" Tanya Syifa polos.
"Gebetan itu, calon yang akan menjadi milik kita sayang" jawab Shinta memberikan penjelasan kepada Syifa.
"Berarti mama gebetan Syifa dong" ucapnya polos.
__ADS_1
"hahahahahahhahahaa" Shinta dan Jennika tertawa melihat kepolosan Syifa.
"Kenapa mama dan Tante tertawa" tanya nya bingung.
"Tidak apa-apa sayang, ayo kita tidur" Shinta berbaring di sebelah Syifa dan memeluk Syifa dengan lembut. Ia memegang pipi Syifa, menciuminya berulang kali dengan gemas
"Hihi geli ma" Jennika yang melihat momen indah seperti itu mengambil video dan gambar tanpa sepengetahuan Shinta dan juga Syifa. Sampai akhirnya kedua wanita itu tertidur memeluk satu sama lain
"Dekat sekali mereka, sudah seperti ibu dan anak kandung saja" ucap Jennika tersenyum
"Terimakasih Tuhan, berkat gadis kecil ini sahabatku bisa tertawa bahagia lagi seperti sekarang. semoga kebahagiaan ini selamanya, aku berharap semoga Shinta dan juga Revan bisa saling mencintai. Agar pernikahannya kelak bahagia karena cinta bukan hanya karena gadis kecil ini saja" Gumam Jennika, mendengar ponselnya yang bergetar, Jennika mengambil ponselnya didalam tas.
"Sudah sampai dia" ucapnya dalam hati, Jennika ingin berpamitan kepada Shinta, namun melihat sahabatnya yang tertidur lelap ia tak ingin mengganggunya, Jennika pergi dan meninggalkan ruangan tanpa suara.
***********
**Hallo kakak kakak maaf ya up nya lama, sebenernya udah dari kemarin mau up tapi teks nya hilang padahal udah 1000 kata hehe. Tapi sangrainily up ni sekali 3 episode jangan bilang up nya terlalu sedikit lagi yaa.
__ADS_1
Pada semangat nyuruh up terus tapi like dan vote aja pada pelit ni huhu:( Tapi gapapa sangrainily tetap sayang kalian kok💕💕
jangan lupa like,coment dan juga berikan vote nya ya kak untuk menambah semangat author untuk up terus . dan kalau votenya sampai masuk kedalam 10 besar saja, sangrainily akan memberikan hadiah kecil untuk 2 orang yang ngevote paling banyak. Salam sayang dari sangrainily untuk kalian semua 💕**