
Terlihat Alan dan Alana sedang menikmati permainan mereka.
"Kakak." Alana berlari menghampiri Syifa, Alana yang melihat raut wajah kakak nya yang murung.
"Kakak kenapa? Kok sedih?"
"Tidak, kakak cuman sedikit pusing." bohong Syifa.
"Bohong! Kakak belbohong! Alana tau kakak lagi sedih. Kakak Ayo celita kakak kenapa!" Alana menarik-narik baju kakak nya dengan manja. Syifa mencoba menenangkan hati nya. Berusaha baik-baik saja agar si kembar tidak khawatir dengan keadaan mama mereka.
**********
Revan yang kembali ke kamar, mendekati sang isteri. Memeluk nya dari belakang, Shinta yang merasakan pelukkan hangat dari sang suami langsung terbangun.
"Loh, kamu nggak ke kantor?"
"Enggak! Aku cuman mau di sini, nemenin kamu. Tidur lah, aku akan memelukmu seperti ini. Jika kau membutuhkan sesuatu, bilang saja."
Shinta pun mengangguk lalu memejamkan kedua mata nya. Suhu panas di tubuh nya semakin meningkat, Revan yang merasakan itu langsung terbangun. Memegang dahi isteri nya yang demam semakin tinggi.
__ADS_1
Revan spontan bangkit, beranjak dari ranjang. Menggendong sang isteri untuk di bawa kerumah sakit.
Lili yang sedang duduk berdua bersama sang suami melihat anaknya menggendong menantu segera bangkit.
"Ada apa? Kenapa tergesa-gesa seperti itu?"
"Panas tata semakin meningkat, Revan akan membawa nya kerumah sakit."
"Mama ikut."
"Tidak ma, Mama tolong jaga anak-anak dahulu." Revan segera keluar rumah untuk menuju mobil.
********
Syifa berlari ke bawah, mencari mama dan papa nya namun tidak ada juga. Syifa bertanya kepada nenek nya kemana kedua orang tua nya pergi.
Lili yang tak ingin cucu nya semakin khawatir, berbohong jika kedua orang tua nya pergi ke luar sebentar.
"Mama kan sakit, Kenapa papa bawa mama pergi sih nek?" kesal Syifa yang duduk di samping kakeknya.
__ADS_1
"Kakek boleh kah kakek mengubungi mama atau papa? Mama kan sakit, kenapa papa malah bawa mama pergi-pergi sih, Huft!"
"Sayang, sudah lah. Mungkin saja mama dan papa ada urusan. Tadi juga mama ud-udah agak sehat kok." bohong lily lagi, bukan maksud nya untuk berbohong, namun jika diri nya berkata jujur. Cucu nya Syifa akan semakin khawatir.
"Sudah lah, Nek. Syifa mau ke kamar dahulu, jika mama dan papa sudah kembali. Suruh pelayan memanggil Syifa ya nek?"
"Iya, Sayang."
Syifa beranjak pergi dengan perasaan kesal nya. Seharusnya kan mama nya harus istirahat yang cukup, bukan malah pergi tidak jelas seperti itu.
********
Sesampai di rumah sakit, Revan memanggil perawat untuk segera menangani isteri nya. Shinta pun di bawa keruang UGD untuk pemeriksaan awal. Dokter segera memeriksa Keadaan Shinta dan menyuruh para perawat membawa Shinta ke ruang inap untuk penanganan lebih lanjut.
Di ruang inap, Shinta di infus dan darah nya di ambil untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mengetahui Shinta sakit apa.
Revan merasa sangat khawatir dengan keadaaan isteri nya. Ponsel nya pun berbunyi, melihat nama di layar ponsel nya yaitu Mama Lili. Segera Revan mengangkat.
"Iya, Ma?"
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Shinta nak?"
"Belum tahu ma, dokter sedang memeriksa nya di dalam. Revan berharap jika diri nya baik-baik saja."