
"Dengan hilangnya kekuatan yang ku miliki saat ini, aku sedikit khawatir."
"Kelompok mafia Eropa timur, Jepang, Italia dan beberapa kelompok pembunuh bayaran dan Pasukan bayaran."
"Akan berusaha menghambat usaha yang di tinggalkan oleh ayah ku."
ucap Giok Lan terlihat melamun, karena dia sadar kedepan nya, langkahnya tidak akan semulus saat ayahnya masih hidup.
Pasti banyak musuh baik dari luar maupun dalam akan menjadikan dirinya sebagai target mereka.
Lu Sun mempererat rangkulannya dan berkata,
"Sayang bagaimana bila aku tinggal dan membantu mu, meratakan semua mafia dan musuh-musuh yang mengancam mu itu.?"
Giok Lan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak jangan, biar aku mengurusnya sendiri saja, mungkin itu hanya kekhawatiran berlebih dari ku saja."
"Kamu harus segera pulang, Ying Ying putra mu Lu San sedang menunggu kepulangan mu."
"Jangan kecewakan mereka, kamu sudah cukup lama tertahan di sini, sudah saatnya pulang mengurus bisnis keluarga mu."
"Lagipula kakak Xue Yen, akan lebih senang dan bisa beristirahat dengan lebih tenang di sana."
Xue Yen menggelengkan kepalanya sambil menatap Giok Lan dan berkata,
"Terimakasih adik Lan, tapi aku baik-baik saja, semua terserah Sun ke ke, mau pulang ok, mau tinggal juga ok, aku tidak masalah."
"Begini saja aku tetap pulang, kalau ada yang mengancam mu kabarkan saja."
"Aku akan membantumu membereskan nya."
ucap Lu Sun sambil membelai rambut Giok Lan.
Giok Lan mengangguk setuju, sesaat kemudian mereka bertiga pun tertidur.
Hingga pramugari datang mengetuk pintu kamar mereka dengan hati-hati dan memanggil,
"Nona Sandra..! Nona Sandra...! tok..tok..tok..!"
"Bersiaplah pesawat akan landing sebentar lagi..!"
Lu Sun yang terjaga duluan mendengar suara ketukan di pintu, dia segera menjawab.
"Baiklah..! terimakasih...! kami segera bersiap-siap..!"
Lalu Lu Sun membangunkan Giok Lan dan Xue Yen yang terlihat masih sedikit mengantuk dan berkata,
"Sayang kalian bersiaplah, aku akan menunggu kalian didepan."
__ADS_1
Lu Sun mencium kening Giok Lan dan Xue Yen, kemudian dia langsung keluar dari kamar dan langsung berjalan ke bagian depan pesawat.
Mengambil tempat duduk dan memasang sabuk pengaman, sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum ramah kearah kedua pramugari yang sedang diam-diam mengamatinya.
Setelah Lu Sun selesai mandi dan berganti pakaian baru, dia terlihat sangat tampan simpatik dan gagah.
Hal ini membuat kedua pramugari yang awalnya tidak terlalu menaruh perhatian kepada nya, kini justru sebaliknya mereka sangat kagum dan tertarik dengan Lu Sun.
Tapi mereka tidak berani macam-macam, apalagi mendekati Lu Sun, karena mereka sangat takut dan segan dengan nona Sandra.
Karena bila sampai menyinggung dan membuat Sandra marah, ada kemungkinan karir pramugari mereka di Wilayah Eropa sampai ke benua Amerika dan Australia bakal tamat.
Mereka mungkin harus berkarir di wilayah Afrika yang mengerikan dan jauh dari kata aman
Mendapatkan senyum langsung dari Lu Sun yang begitu tampan dan simpatik.
Wajah kedua pramugari itu langsung menjadi merah dan mereka langsung menundukkan kepala tidak berani menatap Lu Sun.
Tapi mereka berdua saling berbisik dengan suara kecil dan tertawa kecil penuh kegirangan.
Xue Yen dan Giok Lan yang baru saja datang dari belakang, sekilas sempat melihat tingkah kedua pramugari yang salah tingkah.
Xue Yen yang takut Sandra akan memarahi kedua pramugari itu, cepat menepuk bahu Lu Sun dan berkata,
"Sun ke ke ya,..! sudah punya 3 masih nakal ya..?"
Lu Sun buru-buru menoleh kebelakang dan berkata,
"Pesawat bentar lagi akan landing."
ucap Lu Sun sok perhatian mengalihkan pembicaraan.
Seperti kucing yang bertingkah manis setelah ketahuan mencuri.
Giok Lan hanya tersenyum menggelengkan kepalanya sambil menunjuk hidung Lu Sun dengan ujung jari nya, dia berkata.
"Ini hidung mu mulai belang warna nya, kalau diteruskan akan benar-benar permanen warnanya."
Mendengar ucapan Giok Lan, Xue Yen langsung terkikik menahan geli.
Sedangkan Lu Sun hanya tersenyum canggung menanggapi sindiran Giok Lan.
Kedua pramugari itu, tidak berani mengangkat kepala mereka sama sekali.
Mereka hanya duduk menundukkan kepala mereka dalam-dalam.
Giok Lan dan Xue Yen kemudian duduk santai di kursi mereka dan memasang sabuk pengaman.
Tak lama kemudian terasa pesawat sedikit demi sedikit bergerak menurun, hingga akhirnya pesawat mereka landing dengan mulus.
__ADS_1
Setelah pesawat berhenti pintu pesawat terbuka, sebuah mobil Limousine hitam dengan kaca anti peluru sudah berhenti di dekat pesawat.
Seorang supir yang berpakaian rapi mengenakan setelan jas dan celana hitam, terlihat berdiri di sisi mobil menunggu kehadiran Giok Lan.
Tak lama kemudian Giok Lan di temani Lu Sun dan Xue Yen bergerak turun dari pesawat.
Lu Sun dan Xue Yen mengantar Giok Lan hingga kedalam mobil.
Xue Yen yang duluan memeluk Giok Lan dengan penuh haru berkata,
"Jaga diri.. hati-hati di jalan.. kalau ada waktu jangan lupa hubungi kami.."
Giok Lan mengangguk dan berkata,
"Baik, kamu juga sama.."
Giok Lan menghapus airmata yang mengembang di matanya, begitu pula Xue Yen.
Kemudian giliran Lu Sun yang memeluk Giok Lan dengan penuh kasih sayang dan berkata,
"Kalau ada kesulitan harus segera hubungi aku, jangan niru Xue Yen, aku tidak mau kamu mengalami hal yang sama.."
Giok Lan mengangguk dan tersenyum nakal berbisik di telinga Lu Sun,
"Tenang saja aku tidak bisa seperti Xue Yen, satu aku bukan perawan lagi, dua aku tidak punya ****** ***** seperti dia."
Lu Sun yang mendengar hal itu, dengan gemas menggelitiknya sampai berteriak-teriak minta ampun dan tertawa-tawa.
Setelah menggendong Giok Lan masuk kedalam mobil Lu Sun mencium bibir Giok Lan dengan mesra.
Setelah itu dia menghapus dua butir air bening di pipi Giok Lan dan berkata,
"Sampai jumpa nanti..."
Setelah itu dia menutup pintu mobil dan memberi kode kepada supir dari kaca spion.
Giok Lan membuka jendela lebar-lebar dan melambaikan tangannya kearah Lu Sun dan Xue Yen.
Lu Sun dan Giok Lan membalas lambaian tangan Giok Lan sambil tersenyum.
Setelah mobil itu pergi menjauh dan akhirnya hilang.
Lu Sun menghapus dua titik air bening disudut matanya, Lu Sun merasa sepotong hatinya telah pergi di bawa Giok Lan.
Gadis yang mencintainya dengan tulus tanpa pamrih.
Lu Sun merangkul bahu Xue Yen dan berjalan menuju pesawat sambil berkata,
"Aku akan sangat merindukan nya, setelah hari ini."
__ADS_1
Xue Yen mengangguk dan menatap Lu Sun dengan penuh pengertian dan menjawab,
"Aku juga sama, tapi aku yakin tidak lama lagi kita akan segera berkumpul bersama.-sama."