
Lu Sun melihat gadis itu termenung dia menggunakan kesempatan itu, untuk melakukan pengendalian hawa memindahkan jalan darah.
Ilmu ini bisa membantunya melepaskan totokan yang biasanya bisa bertahan sampai 6 jam maksimal 12 jam.
Dengan pengendalian hawa mengendalikan jalan darah Lu Sun bisa melepaskan totokan nya dalam waktu 5 menit.
Kecuali totokan jari matahari atau sejenisnya, yang latihannya diperoleh dengan kepala dibawah kaki diatas mirip semacam ilmu yoga.
Bila terkena totokan jenis ini bisa bertahan sampai 24 jam maksimal bisa sampai 48 jam.
Bila terkena totokan jenis ini agak rumit melepaskan diri, tanpa bantuan dari orang lain melepaskannya.
Bila mengandalkan diri sendiri dan hawa sakti sendiri, dengan kemampuan Lu Sun saat ini mungkin diperlukan waktu 3 jam
Lu Sun tidak menyangka gadis itu akan mencurangi nya, karena kurang waspada dia tidak sempat memainkan Pian Chi Huan Sie ( Mengendalikan Chi memindahkan jalan darah).
Kalau ilmu ini dia mainkan sebelum tertotok , gadis itu hanya akan menotok gumpalan daging dan otot, sehingga Lu Sun tidak akan terpengaruh dengan totokan nya.
Sesaat kemudian gadis itu mulai kembali menoleh kearah Lu Sun dan berkata,
"Kamu tadi mengatakan ingin memberikan ku junior sebagai teman ku, Hi..hi..hi.."
"Bila dipikir-pikir, ide itu tidak buruk layak di coba. Hi..hi..hi.."
ucap gadis itu sambil tersenyum.
Tangannya yang putih halus berjari lentik mulai bergerak menyentuh perut Lu Sun.
"Nona tidak boleh seperti ini, seperti ini tidak asyik kamu tidak akan puas.."
"Lebih baik lepaskan aku, aku pasti akan dengan senang hati memberimu seorang junior.."
Gadis itu menghentikan gerakan tangannya sejenak dia melotot ke Lu Sun dan berkata,
"kamu pikir aku bodoh ? kalau kamu melarikan diri kemana aku akan mencari mu ?"
Sambil tersenyum licik dia kembali berkata,
"Lagipula aku tidak mau anak ku tumbuh tanpa ayah.."
"Aku akan memusnahkan ilmu kesaktian mu dulu, bila kamu penurut kamu bisa kubiarkan hidup."
"Bila berani macam-macam aku akan mengawetkan mayat mu di dasar danau, setidaknya kelak anak ku bisa tahu bentuk ayahnya hi..hi..hi.."
Gadis sinting pikir Lu Sun dalam hati, aku harus berusaha mengulur waktu, melepaskan diri.
Tunggu..! ucap Lu Sun berteriak.
Gadis itu yang hampir memasukkan jarinya kedalam celana Lu Sun.
__ADS_1
Dengan terpaksa menghentikan pergerakannya dan melihat kearah Lu Sun dengan tidak senang sambil berkata,
"Apalagi..? Bawel benar sebagai pria ?"
"He...He..He.. ! maaf "
ucap Lu Sun pura-pura bodoh.
"Ini kamu setidaknya perkenalkan dulu nama mu ? kan lucu, kalau nama pun kita tidak saling kenal sudah melakukan hubungan suami istri.."
"Bisa-bisa kita terkena karma dan dikutuk oleh langit, aku tentu tidak mau istri ku kelak di cap wanita murahan seperti wanita penjaja cinta.."
ucap Lu Sun terus berusaha mengulur waktu.
"Plaakkk..!"
"Sialan bermulut kotor, dengar baik-baik !"
"Nama ku Shinta Dewi, aku sudah hidup ribuan tahun menjaga tubuh dan kesucian ku."
"Kamu lah pria bajingan pertama yang telah menodai tubuh ku, jadi jangan berani bicara sembarangan lagi, atau aku berubah pikiran dan akan membunuh mu."
Di dalam hati Lu Sun mengumpat, gadis gila, aku lebih baik mati daripada menghianati ketiga istri ku itu.
Tapi di mulut Lu Sun berkata,
"Plaakkk...!!"
kembali terdengar suara tamparan yang keras mendarat di pipi Lu Sun.
"Shinta Dewi bukan Shanti Dewi...! ingat itu baik-baik jangan asal sebut...!"
Bertepatan dengan tamparan itu terlepas lah totokan Lu Sun, dengan secepat kilat Lu Sun menotok Shinta Dewi yang sedang tidak siap.
"Aihh..!"
terdengar jeritan terkejut Shinta Dewi.
Dia sudah berusaha bergerak mundur, tapi tangan Lu Sun bisa memanjang, menotok jalan darah nya dengan Chi jarak jauh.
Sehingga dia tidak bisa mengelak lagi, kini dia bisa terbelalak terkejut dan mulai ketakutan.
"Ha..ha..ha...ha..!*
"Gadis jalang berani kamu main-main dengan ku, percaya tidak aku sekarang akan menyeret mu, untuk di berikan kepada Monyet merah yang di bagian depan hutan...?"
"Kamu pasti mengenalnya dengan baikkan, Ha
.ha..ha..! kamu ingin punya suami dan anak kan ?"
__ADS_1
"Biar dia menjadi suami mu, dan kamu akan segera memiliki anak monyet darinya, Bagaimana ?! ha..ha..ha..!"
ucap Lu Sun sambil tersenyum Sadis dan tertawa penuh ancaman.
Shinta Dewi matanya yang indah kini bercucuran air mata, dengan suara terputus-putus, menahan ketakutan bercampur kesedihan dia berkata,
"Lebih..baik kamu...bunuh..saja aku..! kamu tidak boleh melakukan hal biadab...itu pada ku..hu..hu..hu..!
Melihat gadis itu menangis sedih, Lu Sun jadi merasa sedikit tidak enak hati, dia bercandanya agak kelewatan.
Tapi teringat yang dilakukan gadis itu tadi, dia ingin mempermainkan Gadi itu dulu, sebelum melepaskan nya.
Sebagai seorang gadis perawan yang sudah menjaga kesuciannya selama ribuan tahun, bila kini kesuciannya dirampas oleh seekor kera dan melahirkan anak kera.
Itu adalah hal lebih menakutkan daripada kiamat, bagi seorang gadis seperti Shinta Dewi yang cantik jelita lebih baik dia mati daripada harus alami hal seperti itu.
Sambil tertawa Lu Sun menggendongnya dan terbang ke udara.
"Kamu mau apa ? tidak jangan...! kumohon jangan...! jangan bawa aku kesana...! kumohon...jangan...!"
ucap Shinta Dewi panik.
Lu Sun pura-pura terbang menuju bagian depan hutan.
"Hu...hu..hu..hu..! kamu sungguh bajingan binatang tidak punya perasaan...! lebih baik bunuh saja aku...!"
"Aku tidak mau...! jangan...! ampun...! tolong...! tolong...! Jangan...! tidak boleh...! jangan...!"
Melihat Lu Sun benar-benar membawanya mendekati Seekor kera merah setinggi 2 meter.
Shinta Dewi langsung jatuh pingsan dalam pelukan Lu Sun, sebelum tiba di tempat tersebut.
Lu Sun tersenyum dan terbang kembali ke danau, dia cuma menakut-nakuti Shinta Dewi memberinya pelajaran.
Lu Sun tahu Shinta Dewi tidak bisa jauh-jauh dari danau dia bisa mati kalau terlalu jauh dari danau.
Bila dia ingin melaksanakan ancamannya, dia tidak mungkin membawa Shinta Dewi ketempat kera merah.
Yang ada dia akan membawa kera merah ke tepian danau untuk melaksanakan ancamannya.
Lu Sun terbang di tengah danau kemudian dia perlahan-lahan meletakkan Shinta Dewi diatas danau.
Perlahan-lahan tubuh Shinta Dewi pun tenggelam ke dasar danau.
Lu Sun tidak khawatir dia mati tenggelam, justru air danau adalah sumber kehidupan nya.
Paling lama 24 jam Shinta Dewi akan terlepas dari totokan jari matahari Lu Sun.
Dengan bantuan air danau kemungkinan besar tidak sampai 6 jam juga akan terlepas totokan Lu Sun.
__ADS_1