
Lu Sun menatap masakan yang sudah tersaji di hadapannya, dari sekian banyak macam masakan ada dua macam masakan yang membuatnya terkenang akan Ying Ying.
Karena kedua macam masakan ini, adalah masakan kesukaan Ying Ying yang dulunya masakan ini hanya ada di Yi Hua restoran.
Pelayan yang mengantar Lu Sun kebetulan belum pergi, dia masih berdiri di samping belakang Lu Sun.
Menunggu barangkali ada pesanan tambahan dari Lu Sun.
Meski berambut panjang dan putih semua, kharisma yang di keluarkan dari tubuh Lu Sun, tetap membuat orang yang berhadapan dengan nya merasa sungkan dan hormat.
Ditambah dengan bentuk badan yang tinggi besar dan tampan, Lu Sun tetap terlihat sangat menarik dan berwibawa.
Lu Sun menoleh kearah pelayan di belakang nya dan berkata,
"Apakah restoran ini ada hubungannya dengan Yi Hua resto..?"
Pelayan tersebut sedikit kaget dengan pertanyaan Lu Sun, dengan hati-hati dia berkata,
"Restoran kami tidak ada hubungannya dengan resto Yi Hua.."
"Hanya saja koki baru kami, pernah bekerja di sana cukup lama.."
"Apakah ada yang salah dengan masakan koki baru kami ? bila ada biar kami menggantinya dengan menu lain.."
Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak... tidak ada masalah dengan masakan nya, masakannya sudah sangat ok.."
"Apakah kalian di sini ada menyediakan arak Hang Zhou..?"
"Ada tuan..tentu saja ada tuan.."
ucap pelayan tersebut cepat.
"Tolong bungkuskan masakan ini dan ini masing-masing satu porsi ya.."
"Baik siap tuan, maaf arak Hang Zhou nya mau berapa botol..?"
tanya pelayan tersebut dengan hormat.
"Tolong siapkan 5 botol kemari dan dua botol di bungkus bersama kedua macam masakan tadi.."
ucap Lu Sun.
Giok Lan dan Xue Xue menyentuh tangan Lu Sun dan Giok Lan berkata,
"Sayang tumben kamu minum, ? kamu tidak biasa minum, jangan minum terlalu banyak nanti mabuk."
"Benar kamu sudah lama sekali gak minum, minum dikit aja jangan sampai 5 botol gitu.."
ucap Xue Yen khawatir.
__ADS_1
Lu Sun tersenyum dan menggenggam tangan mereka sambil berkata,
"Kalian tenang saja aku tidak akan mabuk.."
"Hari ini sangat menyenangkan, kita semua bisa berkumpul dan makan di sini."
"Jadi mari kita nikmati dengan puas dan gembira, ayo makan..ayo makan..!"
ucap Lu Sun sambil bergerak mengambil lauk dan sayur buat nenek Lu.
"Ini nek ayo di makan.."
"Ya makasih Cin Bao, kamu juga makanlah.."
ucap Nenek Lu tersenyum gembira.
Lu Sun kemudian mengambil makanan buat Giok Lan dan Xue Yen, sambil mengambilkan makanan buat kedua istrinya.
Lu Sun memberi kode agar pelayan itu segera pergi menyiapkan pesanan nya.
Setelah mengambil makanan buat Giok Lan dan Xue Yen, Lu Sun mengambil sebuah piring kosong di letakkan di sisinya.
Kemudian mengisinya dengan dua menu masakan kesukaan Ying Ying itu.
"Sayang kalau kamu ada di sini, ikutlah makan bersama kami..ini adalah menu makanan kesukaan mu.."
ucap Lu Sun dalam hati.
Setelah itu dia baru mulai makan nasi dan lauk yang di ambilkan oleh Xue Yen dan Giok Lan untuk nya.
Tapi lama-kelamaan dia menghentikan makannya, dan berkata,
"Sayang cukup aku sudah kenyang, silahkan kalian teruskan saja."
"Aku mau duduk di sana, sambil minum ini.."
"San er Dan er makan yang banyak ya, biar cepat besar.."
ucap Lu Sun sambil membelai kepala kedua putranya itu.
Setelah itu dia menyambar sisa 4 botol arak Hang Zhou di depan nya, lalu berjalan pergi kearah balkon yang menghadap kearah danau buatan.
Sambil menikmati angin semilir musim semi, Lu Sun menikmati arak Hang Zhou yang di bawanya.
Lu Sun meminumnya seteguk demi seteguk sambil tersenyum sedih dan terus menatap kearah danau dengan tatapan kosong.
Sesekali dia menatap kearah keluarganya yang sedang makan dan ngobrol dengan gembira.
Lu Sun menghela nafas panjang, lalu kembali menoleh kearah danau.
"Danau dan langit yang cerah, coba kalian jelaskan pada ku."
__ADS_1
"Kenapa hidup ku terasa begitu sepi,? padahal aku masih memiliki dua istri dan 3 anak yang selalu dengan setia menemani ku.."
"Apakah aku yang tidak pernah merasa puas dengan yang ku miliki saat ini,? sehingga tidak tahu menghargai mereka.."
"Atau karena aku tidak bisa menerima kenyataan dia yang terbaik telah pergi."
"Apakah aku terlalu tidak menghargai orang di sisi ku, saat mereka pergi aku baru menyesal.."
"Lu Sun... Lu Sun...kamu memang sangat tidak tahu di untung.."
"Ying Ying apakah kamu di atas sana, ada mendengar jeritan suara hati ku ini.."
"Wahai langit bila anda bisa mengembalikannya kepada ku, aku rela kehilangan semua kesaktian kekayaan dan kekuasaan.."
"Aku tidak mau itu semua, aku hanya ingin dia... hanya dia...bisakah..?"
Lu Sun kembali tertunduk lesu kemudian melanjutkan minumnya.
Giok Lan dan Xue Yen saling pandang, mereka berdua mengangguk sepakat ingin pergi menghibur Lu Sun.
Tapi sebelum mereka pergi terdengar suara nenek Lu berkata,
"Kalian berdua sebaiknya di sini saja temani anak-anak.."
"Percuma saja kalian kesana, Lu Sun di luar selalu terlihat kuat, sebenarnya hatinya sangat lemah.."
"Bila kalian kesana, dia pasti akan berpura-pura tidak terjadi apa-apa."
"Dan kembali memendam kesedihannya, bila terus di pendam, aku khawatir saat meledak nanti, dia akan pergi meninggalkan kita semua pergi menyusulnya.."
"Pertalian perasaan mereka sangat dalam, nenek yang pernah mengikutinya dari awal, nenek tahu betul.."
"Bagaimana pengorbanan gadis itu padanya, mulai dari sejak mereka kenal hingga dia pergi.."
"Nenek tahu kalian juga memiliki porsi yang sangat penting baginya, makanya dia masih memilih bertahan hingga saat ini.."
"Kalian berdua jangan khawatir, cukup kalian berdua jaga diri dan jaga kesehatan kalian, dia pasti akan tetap bertahan, demi kalian dan anak-anaknya.."
"Berilah dia waktu untuk menyendiri..jangan mendesak nya, apalagi memintanya melupakan gadis itu, itu adalah hal mustahil.."
ucap nenek menjelaskan pada Giok Lan dan Xue Yen.
Giok Lan mengangguk dan berkata,
"Baiklah nek, aku akan menunggunya sampai kapan pun, dan akan terus mendampinginya, hingga maut tiba.."
Xue Yen memilih diam tak berkata-kata, dia sedikit iri dengan keberuntungan Ying Ying yang lebih dulu muncul mendampingi Lu Sun.
Bila saja waktu itu, dia lebih dulu menemukan Lu Sun, tentu ceritanya akan lain.
"Sudahlah mari kita nikmati saja, biarkan saja dia di sana.."
__ADS_1
"Lan Lan.. nanti kamu yang menyetir mengantarnya pulang.."
"Nenek biar ikut dengan Xue Yen saja.."