KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEKUATAN BARU YING YING YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Pantas saja dari tadi aku terus merasa agak kedinginan pikir Ying Ying dalam hati saat menyadari keadaan dirinya yang tanpa busana.


Ying Ying mulai bisa melihat dengan jelas siapa pria yang dengan penuh perhatian, menyelimuti tubuhnya yang sedang tidak berpakaian sama sekali.


Perlahan-lahan dia mulai ingat dan mengenali siapa pria dan wanita yang berdiri di dekat nya ini.


Sambil menahan selimutnya dengan sebelah tangan, Ying Ying bangkit duduk dan berkata,


"Sun ke ke akhirnya kita bersama lagi, pertalian jodoh kita belum habis ternyata.."


Lu Sun menghapus dua butir air bening kebahagiaan di matanya.


Kemudian dia maju merangkul Ying Ying dengan penuh kebahagiaan dan berkata,


"Sudah bisa kembali adalah yang terbaik, kembali adalah yang terbaik.."


"Ini salah ku, tidak bisa menjaga kalian bertiga dengan baik..'


"Sayang aku sungguh merindukan mu.."


Ying Ying membalas memeluk Lu Sun dengan erat dan berkata,


"Tidak perlu katakan lagi, aku sudah tahu, aku sudah tahu semuanya.."


"Aku juga sama dengan mu,."


ucap Ying Ying dengan suara penuh haru dan bahagia.


Setelah berpelukan beberapa saat Ying Ying baru berbisik pada Lu Sun,


"Sun ke ke, aku sudah lama tidur disini gak mandi dan lain-lain."


"Biar Lan Lan bantu aku berpakaian dan mengantar aku kekamar untuk mandi dan berganti pakaian..ya sayang..?"


Lu Sun melepaskan pelukannya, menatap Ying Ying sebentar dengan perasaan berat hati untuk berpisah.


Tapi dia mengangguk dan berkata,


"Baiklah, sayang.."


"Lagipula aku juga harus mencoba membangkitkan Xue Xue, hanya saja dia tidak punya jasad, aku agak ragu."


"Tapi aku tetap akan mencobanya."


"Lan Lan..kamu bantu Ying Ying..ya..?"


ucap Lu Sun sambil menoleh kearah Giok Lan.

__ADS_1


Giok Lan menganggukkan kepalanya kearah Lu Sun, lalu sambil tersenyum dia berkata kepada Ying Ying,


"Mari kak Ying Ying, biar saya bantu.."


Lu Sun dengan sigap menggendong Ying Ying keluar dari dalam peti, dan membantu Ying Ying menyesuaikan diri untuk berdiri.


Kaki Ying Ying masih sedikit kaku dan kebas, dia harus bertahan agar tidak jatuh dengan melingkarkan tangannya dileher Lu Sun.


Lu Sun dan Giok Lan membantu Ying Ying hingga bisa berdiri stabil dan melangkahkan kakinya.


Baru Lu Sun melepaskan rangkulannya, dan membiarkan Giok Lan membawa Ying Ying meninggalkan kamar rahasia menuju kamar pribadi Ying Ying.


Setelah mereka pergi, Lu Sun menghampiri guci yang di gunakan untuk mengisi abu Xue Yen.


Lu Sun berlutut di depan guci tersebut memejamkan matanya dan berkata,


"Yen Mei, semoga saja kita bisa berkumpul kembali.."


Dengan perlahan Lu Sun membuka penutup guci, lalu dia dengan perlahan-lahan menuangkan sedikit demi sedikit airmata Siau Yu kedalam guci yang berisi abu Xue Yen.


Lu Sun kemudian bergerak mundur menunggu reaksi dari khasiat airmata Siau Yu.


Tapi setelah menunggu beberapa saat, Lu Sun tetap tidak melihat ada perubahan, dia hanya melihat abu di dalam guci terus mengeluarkan gelembung udara.


Seperti lumpur yang bergolak, tapi tidak ada perubahan lain.


"Yen Mei bila kamu mendengar nya di sana, dengar lah dengan baik."


"Aku sungguh merindukan mu sayang, aku benar-benar berharap kita bisa berkumpul bersama lagi."


"Bila tali perjodohan kita masih ada, kuharap kamu bersedia kembali ke sis ku lagi.."


"Yen Mei,...apa kamu mendengar nya..?"


ucap Lu Sun sedih.


Setelah menanti beberapa saat lagi tanpa ada jawaban, maupun perubahan yang terjadi pada guci abu Xue Yen.


Lu Sun akhirnya menghela nafas sedih, sambil menundukkan kepalanya dengan lemas.


Tapi Lu Sun belum beranjak dari sana, dia masih terus berlutut di sana, mengharapkan akan ada keajaiban yang bakal terjadi.


Tapi sampai Ying Ying dan Lan Lan kembali guci abu Xue Yen tetap belum perubahan, selain abu itu, kini menjadi lumpur.


"Sun ke ke kelihatannya kita harus merelakan kepergian kak Xue Yen, jangan terlalu bersedih, Sun ke ke sudah berusaha, mungkin ini semua sudah takdir.."


Lu Sun menghela nafas panjang dan menghapus dua butir air mata nya dan berkata,

__ADS_1


"Lan Lan kami sudah bersama begitu lama, dia bahkan melepaskan kesempatan hidupnya, hanya karena ingin ikut dengan ku.."


"Tapi kini semua menjadi seperti ini, aku sungguh-sungguh bersalah padanya.."


ucap Lu Sun lesu.


"Sun ke ke seharusnya kita bersyukur, setidaknya kak Ying Ying telah di beri kesempatan untuk kembali berkumpul bersama dengan kita."


Lu Sun menoleh kearah Ying Ying sejenak melihat tatapan mata Ying Ying yang lembut dan penuh pengertian.


Lu Sun sambil menghela nafas panjang, lalu menarik Ying Ying dan Giok Lan kedalam pelukannya.


Lalu mereka memberikan penghormatan ke arah guci abu Xue Yen.


Setelah itu Lu Sun menutup guci itu kembali.


Sambil menghela nafas panjang, Lu Sun pun berkata,


"Maafkan aku sayang, kapan kapan aku akan kembali menjenguk mu kembali.."


Setelah itu Lu Sun pun berdiri di ikuti oleh Ying Ying dan Giok Lan yang masih berada dalam pelukan nya.


"Sun ke ke boleh kah aku mencoba berlatih, ? aku merasa kekuatan lama ku, kini juga sudah kembali, seiring dengan ingatan masa lalu ku yang kini sudah kembali."


Lu Sun mengeluarkan pedang ular hijau.dan sebuah selendang sutra emas dari day gelangnya.


Lalu dia serahkan ke pada Ying Ying dan berkata,


"Ini senjata mu dulu, kelihatannya Lu Fan menyimpan nya dengan baik, kamu cobalah.."


Ying Ying menerimanya pedang dan selendang itu, dia langsung bisa merasakan perasaan yang sangat hangat dan akrab dari kedua benda itu.


Lalu Ying Ying mulai bersilat dengan tarian selendang sutra emasnya dan tarian pedang ular hijau miliknya.


Mula mula terlihat kaku dan pelan, tapi semakin lama semakin cepat, hingga tubuhnya terbungkus oleh gulungan cahaya emas dan hijau.


Sebagai penutupan dua buah batu gunung yang sebesar gajah hancur menjadi debu saat terkena serangan selendang sutra dan hawa pedang ular hijau yang Ying Ying lepaskan.


Mendengar suara orang berlatih silat Nenek Lu dan anak anak datang menghampiri lokasi, tempat Ying Ying sedang berlatih silat.


Nenek Lu dan anak anak memandang dengan bengong.


Selain terkejut dengan Ying Ying yang hidup kembali, mereka juga terkejut melihat kemampuan yang Ying Ying tunjukkan.


Nenek Lu dengan penasaran melompat ke arena berlatih menyerang Ying Ying dengan cakar tulang putih dan tenaga sembilan bulan, diiringi ilmu ringan tubuh berjalan di udara.


Tubuh Nenek Lu lenyap dalam gulungan cahaya bersinar putih kebiruan.

__ADS_1


Beberapa kali benturan terjadi di udara, membuat taman rahasia bergetar hebat.


__ADS_2