KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERBELANJA OLEH-OLEH


__ADS_3

"Ini tuan barangnya,"


ucap pelayan itu sambil menyerahkan kantung di tangannya ke Lu Sun.


Lu Sun mengangguk dan menerimanya sambil berkata,


"Terimakasih banyak.."


"Sama-sama Tuan, mari tuan silahkan lewat sini, barang terbaik yang tuan cari ada di lantai dua."


ucap pelayan itu ramah sambil menunjukkan jalan buat Lu Sun.


Lu Sun dan ketiga istrinya berjalan mengikuti pelayan tersebut menuju lantai dua.


Di lantai dua Lu Sun di bawa menuju sebuah rak yang khusus berisi minuman Champagne.


Lu Sun diperkenalkan berbagai macam nama yang dia sulit mengingatnya.


Tapi dari sekian banyak botol berjejer di sana Lu Sun tertarik dengan sebuah botol berkilauan terlihat sangat keren dan indah.


Di rak cuma ada dua botol stoknya, Lu Sun jadi sangat tertarik dia mengambilnya dan bertanya kepada pelayan tersebut


"Yang ini apa namanya..?"


Pelayan itu terbelalak melihat minuman yang di pilih oleh Lu Sun.


"Tu..tuan tolong hati-hati pegangnya...itu..itu.. Champagne termahal di toko kami.."


ucap Pelayan itu gugup.


"Aduh terlepas...!"


teriak Lu Sun.


Aaiihhh...mampus aku..!!"


teriak pelayan itu kaget sambil menutup kedua matanya dengan sepasang tangan nya.


Lu Sun hanya bercanda dengan pelayan itu, dia sudah menangkapnya dengan tangan yang lain, yang dia ulurkan ke bawah menyambut botol itu.


Saat tidak mendengar suara botol yang pecah setelah beberapa saat dia menutup mata.


Pelayan itu dengan takut-takut membuka matanya melihat kearah lantai di mana botol tadi jatuh.


Tapi dia tidak melihat ada botol yang pecah di lantai, dengan heran dia mengangkat kepalanya melihat kearah Lu Sun.


Dia melihat Lu Sun sedang tersenyum menggodanya sambil memegang botol berkilauan itu ditangannya.

__ADS_1


Pelayan itu dengan wajah kesal buru-buru maju merebut botol tersebut dari tangan Lu Sun dan berkata dengan sedikit kesal,


"Tuan harap jangan bermain-main dengan nasib orang kecil seperti kami.."


"Bila Champagne ini sampai pecah atau rusak, meski aku bekerja seumur hidup di sini juga tidak bisa menggantinya."


ucap Pelayan itu sewot dan buru-buru meletakkan Champagne itu dengan hati-hati ketempat nya.


Lu Sun Tersenyum lebar dan berkata,


"Maaf boleh beritahu pada ku nama minuman ini ?"


"Apakah benar sangat enak dan memiliki kualitas luar biasa, sehingga kamu tadi mengatakan ini Champagne termahal di toko mu.?"


"Apakah ada sample untuk di cicipi.?"


Gadis pelayan itu hampir meledak emosinya mendengar pertanyaan terakhir Lu Sun.


Tapi dia tetap berusaha menahan diri, untuk tetap tersenyum dan berkata dengan sopan.


"Tuan minuman Ini namanya Cognac Grande Champagne, ini adalah Champagne kualitas terbaik di dunia.."


"Tentu rasanya tidak akan di ragukan lagi, mengenai sampel untuk di cicipi kami tidak punya tuan, maaf.."


Giok Lan yang di samping Lu Sun Tersenyum dan berkata,


"Kalau menurut aku sih rasanya lumayan lah, ayah ku ada nyimpen kok 10 botol yang kayak gitu, di gudang minuman, sama yang merk Passion Azz...apalah lupa aku namanya.."


Pelayan itu terbelalak menatap Giok Lan Sampai matanya hampir copot dia mengeluarkan HP nya lalu mencari sebuah gambar di galeri fotonya dan berkata,


"Maksud nona Passion Azteca dan seperti ini bentuknya ?"


Giok Lan melihat ke layar HP gadis itu sebentar dan berkata sambil mengangguk santai.


"Ya benar itu..gak salah.."


Pelayan itu melongo menatap Giok Lan, Lu Sun tentu tahu persis yang di katakan istri ke 3 nya bukan untuk menyombong.


Tapi itu memang kenyataan, Ayah Giok Lan adalah konglomerat di Amerika, bila dia menyimpan minuman beberapa minuman seperti itu.


Itu adalah hal wajar, yang tidak perlu di buat heran, dari perbedaan mata uang saja sudah beda jauh, sehingga barang yang terlihat murah di Amerika di China terlihat sangat mahal.


"Nona tolong ambilkan 4 gelas kosong buat kami, botol yang saya pegang tadi tolong di masukkan ketagihan ku saja.."


Pelayan itu mengangguk cepat, dia buru-buru menghampiri sebuah lemari yang terletak di sebuah sudut.


Dia mengeluarkan 4 gelas kecil buat minum, dan masing-masing dia isi dengan sebuah es batu, yang diambil dari lemari es kecil yang terletak di sebelah lemari Tersebut.

__ADS_1


Lalu dia membawanya untuk Lu Sun, Lu Sun mengambil kembali botol minuman itu membuka segel penutupnya.


Lalu dia menuangkan sedikit sedikit ke masing-masing gelas kosong tersebut.


Dia hanya ingin mencicipinya, benda ini nantinya akan di jadikan kado buat kedua mertuanya.


Bila di isi banyak gelas itu tentu akan mubajir, karena Lu Sun tahu baik Ying Ying maupun Xue Yen mereka tidak bisa minum.


Yang bisa minum paling juga Giok Lan, dia sendiri bila bukan ada Liu Mai Sen Cien dia juga tidak berani sembarangan minum.


Ying Ying mencium gelas ditangannya yang diterima dari Lu Sun, isinya memang sangat wangi seperti bau buah-buahan.


Tapi dia memberikan gelas itu ke pelayan di depan nya sambil tersenyum lembut dia berkata,


"Kamu saja yang cicip,.aku tidak suka minum.."


Pelayan itu sangat senang, bila di situ tidak ada orang lain dia pasti akan melompat kegirangan.


Ini adalah kali pertama bukan hanya dapat komisi besar tapi juga berkesempatan mencicipi Champagne kelas dunia yang harganya mencapai 150.juta Yuan.


Bahkan pemilik toko sekalipun belum tentu pernah mencobanya.


Pelayan itu memejamkan matanya mencicipinya pelan-pelan sampai habis.


Xue Yen menciumi isi gelas itu dia merasa tertarik dengan wanginya.


Dia pun membawa gelas itu ke bibirnya yang indah dan meminumnya hingga habis.


Giok Lan terlihat santai menegaknya hingga habis seperti orang minum air biasa.


Lu Sun juga mencicipinya pelan-pelan saat dirasa kadar alkohol tidak terlalu keras, dia pun tidak jadi memainkan Liu Mai Sen Cien untuk membuang racun ditubuhnya.


Merasa minuman nya memang enak wangi dan manis Lu Sun pun berkata,


"Tolong bungkuskan menjadi dua kantong terpisah, untuk ke dua botol minuman ini."


Pelayan itu girang bukan main, dengan hati-hati dia menerima botol yang sudah terbuka segel nya dari tangan Lu Sun.


Lalu dia mengambil sebotol yang lain yang masih tersegel rapi untuk di bawa ke kasir di hitung dan di bungkus.


Xue Yen terlihat sedikit goyang tubuhnya, akibat reaksi dari minuman yang masuk ke perutnya kini mulai naik efek alkoholnya.


Lu Sun maju menghampirinya, dia lalu berjongkok di depan Xue Yen dan berkata,


"Ayo naik.."


"Apaan malu ahh..!"

__ADS_1


ucap Xue Yen dengan wajah merah.


__ADS_2