KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERLATIH


__ADS_3

Semakin berlatih Lu Sun merasa semakin nyaman tubuhnya, tenaga sakti yang terdiri dari beberapa macam cara berlatih yang berbeda.


Di tambah dengan tenaga warisan Tan Sim Houw, yang sering bergerak liar, terkadang muncul, terkadang hilang tanpa bekas


Kini semuanya berhasil di satukan oleh Wu Ming Sen Kung menjadi satu kesatuan besar yang saling melengkapi


Semua sisa baiknya tersatukan dibawah kendali Wu Ming Sen Kung, sedangkan semua sisik dampak buruknya, semua nya terdorong keluar lewat saluran pernafasan dan seluruh pori pori kulit Lu Sun.


Lu Sun merasakan kekuatan Wu Ming Sen Kung ini seperti bisa menyerap dan menyatukan kekuatan seperti apapun di dunia ini, untuk di manfaatkan oleh orang yang berlatih ilmu tenaga dalam jenis ini.


Semakin dilatih semakin penasaran dan tertarik hingga tanpa sadar hari sudah pagi, saat sinar matahari dari sela sela gorden masuk menyinari matanya.


Merasakan ada cahaya yang masuk ke matanya, Lu Sun perlahan-lahan membuka matanya.


Ternyata di depan nya kini tidak terlihat Ying Ying lagi, Lu Sun pun mengakhiri latihannya.


Setelah membersihkan diri, dia langsung pergi melihat ke taman samping.


Di sana Lu Sun tersenyum puas, melihat yang di lakukan oleh Afei dan San er.


San er masih tetap dalam posisi berlutut di temani oleh Afei yang sedang bermeditasi dengan kepala dibawah.


Kedua anak itu sedang berlatih tenaga sakti 9 matahari, San er biasanya malas kini terlihat berlatih dengan cukup baik


Meski di sekitar tubuhnya hanya terlihat 3 bola matahari mengitarinya, berbeda jauh dengan Afei.


Tapi Lu Sun sudah cukup puas melihat semangat dan ketekunan anaknya.


Tidak jauh dari sana terlihat Ying Ying dan Giok Lan sedang duduk santai di sebuah gazebo, sambil minum teh.


Melihat kedatangan Lu Sun, kedua gadis cantik itu langsung melambaikan tangannya memanggil suaminya ikut bergabung.


"Sayang dari kapan kalian ada di sini ?


tanya Lu Sun saat sudah duduk di hadapan mereka.


Belum lama ini kok, tadi saat selesai berlatih aku mendapati kamu sedang asyik berlatih dengan begitu serius dan fokus."


"Aku pun memutuskan tidak mengganggu mu, aku langsung turun kedapur bikin teh dan kemari."


"Di sini aku malah menemukan adik Lan sudah mendahului ku ada di sini."


ucay Ying Ying.


"Ying Mei hari ini kamu ada rencana mau kemana tidak, aku bentar lagi sama Lan Mei mau ke perpustakaan nasional kamu mau ikut ?"


Ying Ying tersenyum dan berkata,


"Kalian pergi saja berdua, aku mau ke Mall shoping beli perlengkapan ku dan HP."


"Karena selain cincin dan kalung ini, semua barang perlengkapan ku dan pakaian ku, semua kamu kubur di sana.."


ucap Ying Ying sambil menunjuk kuburan nya.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Baiklah kalau begitu kita pisah jalan, kamu hati hati di jalan."


"Aku dan Lan Mei sekarang akan langsung berangkat ke perpustakaan nasional.."


Ying Ying mengangguk kecil.


"Sun kee apa tidak terlalu pagi. ?"


tanya Giok Lan ragu.


"Gak papa cepat pergi, cepat beres.."


ucap Lu Sun.


"Takutnya perpustakaan belum buka dan petugas jaganya belum tiba."


ucap Giok Lan mengingatkan.


Gak papa kalaupun belum buka, kita bisa sarapan pagi di sana, dulu Ying Ying pernah ajak aku lari pagi di sekitar sana, kemudian kita sarapan di sana.


ucap Lu Sun sambil tersenyum dan melirik kearah Ying Ying.


"Itu sudah lama sekali, Sun ke ke masih ingat aja."


ucap Ying Ying malu.


"Ohh jadi kamu ngajak aku kesana, untuk gantikan kak Ying Ying ber nostalgia, "


ucap Giok Lan tersenyum nakal.


"Ya sudah jadi pemeran pengganti, sekali kali gak papa lah."


ucap Giok Lan sedikit kurang puas.


Lu Sun hanya bisa tersenyum tak berdaya, lalu dia menggenggam tangan Giok Lan dan berkata,


"Sudah jangan pikir terlalu banyak, yuk kita jalan.."


"Ying Mei kita duluan ya ?"


"Ok, hati hati di jalan.."


balas Ying Ying sambil melambaikan tangannya melepas kepergian mereka berdua.

__ADS_1


Lu Sun merangkul bahu Giok Lan dengan mesra Bergerak meninggalkan taman samping menuju garasi.


Beberapa jam kemudian terlihat Lu Sun dan Giok Lan sudah duduk bersama, sedang mempelajari setumpuk buku kuno yang di tumpuk di hadapan mereka.


Tadinya mereka berdua berpencar mencari bahan bahan buku terjemahan tulisan kuno, beberapa saat kemudian mereka berdua baru berkumpul kembali dengan setumpuk buku.


Dan mulai membaca dan menelitinya satu persatu, ternyata sangat tidak mudah mencari tahu arti dari tulisan kuno itu.


Dari pagi hingga sore mereka berdua membaca dan berdiskusi, akhirnya mereka hanya berhasil menerjemahkan 12 gambar beserta arti di bawahnya.


Sisanya 3 gambar terakhir Giok Lan dan Lu Sun belum berhasil menerjemahkan nya.


Mereka berdua berencana besok pagi mereka baru akan kembali lagi kemari, untuk mencari tahu petunjuk lainnya.


Saat ini mereka tidak mungkin melanjutkan nya lagi, karena perpustakaan tersebut jam 5 sore akan tutup.


Dengan terpaksa kedua orang itu pun memutuskan untuk pulang kerumah.


Setiba di rumah, Lu Sun langsung pergi ketaman rahasia untuk mendalami Wu Ming Sen Kung.


Ternyata setelah di bantu dengar terjemahan tulisan kuno dibawahnya.


Lu Sun mendapati bahwa masih banyak kekurangan yang harus dia perbaiki dalam melatih Wu Ming Sen Kung.


Setelah memperbaiki cara berlatihnya, Lu Sun merasakan peningkatan kekuatan tanpa batas yang sangat besar.


Bahkan dia kini dengan mudah tanpa bantuan sumberdaya bisa menembus level 35 dari kekuatan Im Yang Sen Kung.


Lu Sun yang sangat penasaran dan semangat berlatih, sampai lupa waktu.


Selain memperbaiki cara berlatihnya, lewat ke 12 terjemahan itu Lu Sun dapat meraba garis besar gambar ke 13 dan 14 yang dulu tidak berhasil dia mengerti.


Kini sedikit demi sedikit dia mulai mengerti dan memahami nya.


Lu Sun juga mulai mencoba membuka kitab Wu Ming Dao FA.


Di sini Lu Sun berhasil mempelajari 3 jurus golok yang berkekuatan sangat mengerikan.


Jauh lebih dahsyat dari jurus pedang Naga Siluman Semesta.


Maupun energi golok maut milik Tan Sim Houw.


Tapi Lu Sun baru berhasil melihat bayangan pergerakan Wu Ming Lau Jen memperagakan 3 dari 5 jurus golok dahsyat itu.


Ini karena Lu Sun Wu Ming Sen Kung nya baru mencapai level 12 dari total 15 level.


Meski cuma 3 jurus tapi tidak satu jurus pun yang berani Lu Sun latih secara nyata, semua jurus itu dia latih secara simulasi.


Karena efek kerusakan terhadap alam semesta yang sangat besar, bila jurus itu dilepaskan.


Semakin berlatih Lu Sun merasa semakin nyaman tubuhnya, tenaga sakti yang terdiri dari beberapa macam cara berlatih yang berbeda.


Di tambah dengan tenaga warisan Tan Sim Houw, yang sering bergerak liar, terkadang muncul, terkadang hilang tanpa bekas


Kini semuanya berhasil di satukan oleh Wu Ming Sen Kung menjadi satu kesatuan besar yang saling melengkapi


Semua sisa baiknya tersatukan dibawah kendali Wu Ming Sen Kung, sedangkan semua sisik dampak buruknya, semua nya terdorong keluar lewat saluran pernafasan dan seluruh pori pori kulit Lu Sun.


Lu Sun merasakan kekuatan Wu Ming Sen Kung ini seperti bisa menyerap dan menyatukan kekuatan seperti apapun di dunia ini, untuk di manfaatkan oleh orang yang berlatih ilmu tenaga dalam jenis ini.


Semakin dilatih semakin penasaran dan tertarik hingga tanpa sadar hari sudah pagi, saat sinar matahari dari sela sela gorden masuk menyinari matanya.


Merasakan ada cahaya yang masuk ke matanya, Lu Sun perlahan-lahan membuka matanya.


Ternyata di depan nya kini tidak terlihat Ying Ying lagi, Lu Sun pun mengakhiri latihannya.


Setelah membersihkan diri, dia langsung pergi melihat ke taman samping.


Di sana Lu Sun tersenyum puas, melihat yang di lakukan oleh Afei dan San er.


San er masih tetap dalam posisi berlutut di temani oleh Afei yang sedang bermeditasi dengan kepala dibawah.


Kedua anak itu sedang berlatih tenaga sakti 9 matahari, San er biasanya malas kini terlihat berlatih dengan cukup baik


Meski di sekitar tubuhnya hanya terlihat 3 bola matahari mengitarinya, berbeda jauh dengan Afei.


Tapi Lu Sun sudah cukup puas melihat semangat dan ketekunan anaknya.


Tidak jauh dari sana terlihat Ying Ying dan Giok Lan sedang duduk santai di sebuah gazebo, sambil minum teh.


Melihat kedatangan Lu Sun, kedua gadis cantik itu langsung melambaikan tangannya memanggil suaminya ikut bergabung.


"Sayang dari kapan kalian ada di sini ?


tanya Lu Sun saat sudah duduk di hadapan mereka.


Belum lama ini kok, tadi saat selesai berlatih aku mendapati kamu sedang asyik berlatih dengan begitu serius dan fokus."


"Aku pun memutuskan tidak mengganggu mu, aku langsung turun kedapur bikin teh dan kemari."


"Di sini aku malah menemukan adik Lan sudah mendahului ku ada di sini."


ucay Ying Ying.


"Ying Mei hari ini kamu ada rencana mau kemana tidak, aku bentar lagi sama Lan Mei mau ke perpustakaan nasional kamu mau ikut ?"


Ying Ying tersenyum dan berkata,


"Kalian pergi saja berdua, aku mau ke Mall shoping beli perlengkapan ku dan HP."

__ADS_1


"Karena selain cincin dan kalung ini, semua barang perlengkapan ku dan pakaian ku, semua kamu kubur di sana.."


ucap Ying Ying sambil menunjuk kuburan nya.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Baiklah kalau begitu kita pisah jalan, kamu hati hati di jalan."


"Aku dan Lan Mei sekarang akan langsung berangkat ke perpustakaan nasional.."


Ying Ying mengangguk kecil.


"Sun kee apa tidak terlalu pagi. ?"


tanya Giok Lan ragu.


"Gak papa cepat pergi, cepat beres.."


ucap Lu Sun.


"Takutnya perpustakaan belum buka dan petugas jaganya belum tiba."


ucap Giok Lan mengingatkan.


Gak papa kalaupun belum buka, kita bisa sarapan pagi di sana, dulu Ying Ying pernah ajak aku lari pagi di sekitar sana, kemudian kita sarapan di sana.


ucap Lu Sun sambil tersenyum dan melirik kearah Ying Ying.


"Itu sudah lama sekali, Sun ke ke masih ingat aja."


ucap Ying Ying malu.


"Ohh jadi kamu ngajak aku kesana, untuk gantikan kak Ying Ying ber nostalgia, "


ucap Giok Lan tersenyum nakal.


"Ya sudah jadi pemeran pengganti, sekali kali gak papa lah."


ucap Giok Lan sedikit kurang puas.


Lu Sun hanya bisa tersenyum tak berdaya, lalu dia menggenggam tangan Giok Lan dan berkata,


"Sudah jangan pikir terlalu banyak, yuk kita jalan.."


"Ying Mei kita duluan ya ?"


"Ok, hati hati di jalan.."


balas Ying Ying sambil melambaikan tangannya melepas kepergian mereka berdua.


Lu Sun merangkul bahu Giok Lan dengan mesra Bergerak meninggalkan taman samping menuju garasi.


Beberapa jam kemudian terlihat Lu Sun dan Giok Lan sudah duduk bersama, sedang mempelajari setumpuk buku kuno yang di tumpuk di hadapan mereka.


Tadinya mereka berdua berpencar mencari bahan bahan buku terjemahan tulisan kuno, beberapa saat kemudian mereka berdua baru berkumpul kembali dengan setumpuk buku.


Dan mulai membaca dan menelitinya satu persatu, ternyata sangat tidak mudah mencari tahu arti dari tulisan kuno itu.


Dari pagi hingga sore mereka berdua membaca dan berdiskusi, akhirnya mereka hanya berhasil menerjemahkan 12 gambar beserta arti di bawahnya.


Sisanya 3 gambar terakhir Giok Lan dan Lu Sun belum berhasil menerjemahkan nya.


Mereka berdua berencana besok pagi mereka baru akan kembali lagi kemari, untuk mencari tahu petunjuk lainnya.


Saat ini mereka tidak mungkin melanjutkan nya lagi, karena perpustakaan tersebut jam 5 sore akan tutup.


Dengan terpaksa kedua orang itu pun memutuskan untuk pulang kerumah.


Setiba di rumah, Lu Sun langsung pergi ketaman rahasia untuk mendalami Wu Ming Sen Kung.


Ternyata setelah di bantu dengar terjemahan tulisan kuno dibawahnya.


Lu Sun mendapati bahwa masih banyak kekurangan yang harus dia perbaiki dalam melatih Wu Ming Sen Kung.


Setelah memperbaiki cara berlatihnya, Lu Sun merasakan peningkatan kekuatan tanpa batas yang sangat besar.


Bahkan dia kini dengan mudah tanpa bantuan sumberdaya bisa menembus level 35 dari kekuatan Im Yang Sen Kung.


Lu Sun yang sangat penasaran dan semangat berlatih, sampai lupa waktu.


Selain memperbaiki cara berlatihnya, lewat ke 12 terjemahan itu Lu Sun dapat meraba garis besar gambar ke 13 dan 14 yang dulu tidak berhasil dia mengerti.


Kini sedikit demi sedikit dia mulai mengerti dan memahami nya.


Lu Sun juga mulai mencoba membuka kitab Wu Ming Dao FA.


Di sini Lu Sun berhasil mempelajari 3 jurus golok yang berkekuatan sangat mengerikan.


Jauh lebih dahsyat dari jurus pedang Naga Siluman Semesta.


Maupun energi golok maut milik Tan Sim Houw.


Tapi Lu Sun baru berhasil melihat bayangan pergerakan Wu Ming Lau Jen memperagakan 3 dari 5 jurus golok dahsyat itu.


Ini karena Lu Sun Wu Ming Sen Kung nya baru mencapai level 12 dari total 15 level.


Meski cuma 3 jurus tapi tidak satu jurus pun yang berani Lu Sun latih secara nyata, semua jurus itu dia latih secara simulasi.


Karena efek kerusakan terhadap alam semesta yang sangat besar, bila jurus itu dilepaskan.

__ADS_1


__ADS_2