
Tapi hebatnya pengepung Lu Sun mereka tidak terlihat terpengaruh dengan kematian dua rekan mereka.
Wajah mereka tetap tanpa ekspresi, masih terus melakukan pengepungan terhadap Lu Sun.
Tapi Lu Sun juga tidak mau kalah dia mempercepat gerakan penyerangan nya tubuhnya berubah menjadi 8 melakukan serangan kearah pengepungnya dengan gerakan aneh dan di luar logika.
Sehingga pengepungnya kesulitan mendeteksi arah serangan Lu Sun, laporan di pandangan mereka mengeluarkan sinyal merah error' detection.
Satu persatu mereka mulai bertumbangan dengan kepala remuk ditembus cakar Lu Sun yang bergerak bagai bayangan kilat menyambar.
Dalam waktu beberapa tarikan nafas seluruh pengepung Lu Sun semua sudah terkapar malang melintang diatas tanah tanpa sisa.
Tapi baru saja Lu Sun hendak bergerak membantu Peter Ho dan Kakek Huang.
Dari dalam ruangan riset berjalan keluar seorang pemuda tinggi besar yang tidak mengenakkan baju.
Pemuda itu sambil tersenyum dingin bertepuk tangan dan berkata,
"Kamu lumayan juga bisa mengalahkan mereka dalam waktu begitu singkat.."
"Sekarang kamu boleh mencoba mengalahkan ku.."
ucap pria itu langsung bergerak menyerang Lu Sun dengan telapak tangannya yang mengeluarkan cahaya kebiruan.
Lu Sun terkejut saat melihat orang yang sedang menyerangnya itu.
Black Panther kenapa masih hidup?, pikir Lu Sun dalam hati.
Tapi dia tidak di beri kesempatan berpikir banyak musuhnya sudah tiba dengan serangan jurus yang sangat mematikan.
Lu Sun langsung menghilang dari tempatnya dengan jurus ringan tubuh warisan menantunya.
Kemudian mencoba mencengkeram tengkuk dan kepala orang tersebut dari arah belakang nya.
Tapi orang itu dengan cepat menapak cakar Lu Sun dengan sepasang tapak yang mengeluarkan cahaya kebiruan.
"Bammm...!!"
Ledakan pertemuan pun terjadi, baik Lu Sun maupun musuhnya sama-sama terdorong mundur dua tindak ke belakang.
Keduanya kembali sama-sama melejit maju untuk saling serang.
Lu Sun menyerang dengan cakarnya,. sedangkan lawan Lu Sun membalas dengan serangan tapak Awan biru nya.
Lu Sun menjadi semakin penasaran siapa sebenarnya musuhnya ini, apakah benar black panther belum mati.
Tapi bila di lihat dari sikap dan ekspresi kedua orang itu rasanya sedikit berbeda.
Begitu pula dengan ilmu silat yang ditunjukkan oleh pemuda di hadapannya ini.
Lu Sun kembali mencoba mengacaukan energi Chi lawannya, tapi lagi-lagi gagal.
__ADS_1
Sekarang Lu Sun justru semakin yakin lawannya bukan Black Panther, bila Black Panther Lu Sun pasti bisa mengendalikan energinya.
Tapi lawannya ini tidak memiliki energi Chi ditubuhnya.
Sehingga Lu Sun kembali gagal mengendalikannya.
Lu Sun terpaksa mengeluarkan ilmu sejatinya untuk mengimbangi pemuda di hadapannya.
Mereka berdua berubah menjadi bayangan yang sebentar muncul sebentar menghilang.
Setelah Bergerak puluhan jurus, Lu Sun mulai menyadari lawannya memiliki kecepatan yang sama dengan dirinya sendiri.
Hal ini semakin menyulitkan Lu Sun untuk menahlukkan black Panther KW itu.
Lu Sun harus memutar otak untuk mengalahkan musuhnya yang sangat kuat ini.
Bukan hanya kecepatan yang berimbang, bahkan dalam beberapa pertemuan benturan tenaga.
Kekuatan mereka berdua juga imbang, Lu Sun mencoba mengepungnya dengan berubah menjadi 8 orang.
Tapi musuhnya dapat membentuk bayangan tapak kebiruan mengelilingi seluruh tubuhnya, untuk menangkis serangan Lu Sun yang datang dari berbagai arah mata angin.
Dengan cara ini dia bahkan bisa membalas menyerang 8 bayangan Lu Sun, dan balas mengepung bayangan Lu Sun dengan tapak Awan birunya.
Dulu sewaktu Lu Sun berhadapan dengan Black Panther, black panther juga pernah menggunakan jurus ini menahlukkan delapan bayangan tubuh Lu Sun.
Melihat jurusnya kurang efektif, Lu Sun menarik kembali bayangan nya, sebelum di hancurkan agar energi nya tidak terkuras.
Tubuhnya berubah menjadi sebatang pedang meluncur berputar-putar seperti.mata bor menyerang pemuda itu.
Sambil mendengus dingin pemuda itu, membentuk perisai pelindung Awan Biru.
Yan membentuk sebuah kubah berwarna biru menahan serangan Lu Sun.
Saat berbenturan terdengar bunyi.
"Cringgg...Cringgg...Cringgg...Cringgg...!!!"
Bunyi memekakkan telinga dan menimbulkan pijar api menghiasi benturan sebatang pedang raksasa dengan energi pelindung tersebut.
Dari dalam perisai pemuda itu memecah diri menjadi 4 lalu menyerang pedang ciptaan Lu Sun dari empat arah..
"Bammm...!!!"
Benturan dahsyat kembali terjadi, Pedang yang terbentuk dari Lu Sun pun sirna setelah benturan dahsyat tersebut.
Lu Sun terpental mundur berjumplitan , setelah mematahkan daya dorong nya, Lu Sun baru kembali mendarat ringan di atas tanah.
Lu Sun kini menggunakan Liu Mai Sen Cien menyerang perisai itu dari berbagai arah dipadu dengan jurus ringan tubuh Wu Song.
Lu Sun bisa hilang muncul seperti sedang menari-nari mengelilingi kubah tersebut sambil menembakkan sinar merah kearah kubah perisai biru tersebut.
__ADS_1
Setiap serangan Lu Sun seolah olah terserap oleh kubah biru tersebut, hingga kubah yang kebiruan perlahan lahan berubah menjadi kemerahan.
Saat kubah tersebut meledak ribuan sinar merah biru melesat ke segala arah bagaikan mata pedang.
"Awas ...!!!"
teriak Lu Sun sambil melindungi dirinya dengan perisai Im Yang Sen Kung.
Kakek Huang dan Peter Ho bereaksi cepat mereka segera menjatuhkan diri tiarap di lantai.
Sambil melapisi diri mereka dengan tenaga 9 matahari.
Lesatan cahaya itu menjadi senjata makan tuan bagi para pasukan penjaga laboratorium yang menggunakan pedang laser ditangan.
Mereka tidak sempat menghindar, sehingga tubuh mereka tertembus oleh cahaya tersebut.
Sisa pengepung Peter Ho dan Kakek Huang semua nya terpental kemudian jatuh bergelimpangan di atas tanah.
Melihat serangan nya gagal pemuda itu merapatkan sepasang tangannya, lalu membentuk sebuah cahaya golok biru besar.
Di lepaskan untuk membelah perisai Im Yang Sen Kung yang melindungi Lu Sun.
Beberapa kali hantaman yang dia lakukan secara berulang.
Akhirnya membuat perisai energi Im Yang Sen Kung retak-retak akhirnya hancur berkeping-keping.
Cahaya berbentuk golok itu menghantam ketempat Lu Sun berdiri menimbulkan retakan dan lubang besar di sana.
Tubuh Lu Sun sendiri sudah menghilang dari tempat tersebut, saat muncul kembali Lu Sun berada tepat di atas kepala Pemuda itu memberikan tekanan berat sehingga pemuda itu tidak bisa bergerak.
Lalu Lu Sun melepaskan jurus jari penembus bumi.
Seberkas cahaya putih terang melesat kearah pemuda tersebut.
Pemuda itu mengatupkan sepasang tangannya, membentuk sebuah golok biru raksasa dilesatkan membelah cahaya putih yang Lu Sun Lesatkan kearahnya.
Kedua energi saling berbenturan diudara menimbulkan ledakan dahsyat yang mengguncang seluruh gua tersebut .
"Duaarrr...!!!"
Lantai berguncang hebat seperti sedang gempa, lampu-lampu ruangan berjatuhan ke bawah.
Melihat keadaan tersebut, Lu Sun berteriak,
"Cepat lepaskan semua bintang riset, lalu tinggalkan tempat ini jauh-jauh..!!!"
Baca juga AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU, sudah terbit ayo baca siapa tahu cocok buat selingan bila cerita ini tamat.
jangan gak baca nyesel nanti
__ADS_1