KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERBICARA BERDUA


__ADS_3

Ying Ying tidak begitu setuju dengan cara Lu Sun memanjakan Lu San, tapi dia terpaksa diam saja.


Ini bukan saat yang tepat pikirnya untuk berbantahan dengan Lu Sun, ini hanya akan memicu pertengkaran dan kemarahan Lu Sun.


Lu Sun membawa semua mainan itu ke kasir diikuti oleh San er yang terlihat sangat gembira.


Sedangkan Ying Ying hanya berdiri diam di belakang Lu Sun tanpa banyak bicara.


Lu Sun membayar dengan uang dolar Amerika, kasir sedikit terkejut, dengan sopan dia berkata,


"Maaf pak bisa dengan mata uang Yuan saja ?"


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tolong di bantu aku belum sempat ke money Changer.."


Kasir itu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Maaf pak tidak bisa."


Ying Ying pun maju kedepan membuka dompetnya hendak membayar.


Tapi dia di tahan Lu Sun,


"Simpan saja uang mu."


Lu Sun menatap ke anaknya dan berkata,


"San er tunggu ayah di sini sebentar ya sama ibu, ayah mau pergi tukar uang sejenak."


Lu San tersenyum polos dan mengangguk patuh.


Lu Sun menatap kasirnya dengan tidak enak hati berkata,


"Tolong hitung semuanya dan titip sebentar mainannya di sini, aku akan segera kembali lagi."


Kasir itu mengangguk dan tersenyum ramah sambil berkata,


"Disebelah ujung kanan kalau tidak salah ada money changer."


Lu Sun tersenyum dan mengangguk sambil berkata.


"Terimakasih banyak.."


Lalu dia pun bergegas meninggalkan toko mainan tersebut, pergi ke money changer seperti yang dikatakan oleh kasir tadi.


Lu Sun mengeluarkan segepok uang pecahan seratus dolar Amerika memberikan kepada petugas penukaran uang.


Petugas itu sedikit terkejut, tapi tanpa banyak bicara setelah mengecek uang itu asli.


Dia segera menjelaskan kepada Lu Sun harga kurs yang berlaku.


Lu Sun tanpa banyak pikir menyuruhnya tukarkan saja semuanya.

__ADS_1


Petugas itupun menghitungnya dengan mesin uang.


Lalu dia menghitung uang Yuan tukarannya buat Lu Sun dan memberikan setumpuk uang Yuan yang sangat banyak.


Lu Sun mengambil sebagian kecil lalu di masukkan ke dompet nya, sisanya dia simpan kedalam gelangnya.


Petugas itu sedang sibuk menyusun dan menghitung keuntungannya, sehingga tidak melihat aksi Lu Sun dalam menyimpan uang nya.


Lu Sun sudah kembali ke toko mainan, lalu membayar semua mainan pilihan anaknya.


Lu Sun tanpa banyak cakap langsung mengembalikan kartu yang pernah diberikan Ying Ying padanya.


Dia lalu menggendong Lu San dan bertanya,


"San er mau pulang ikut ayah atau ibu.?"


"San er ikut ayah saja, ibu bolehkan ?"


Ying Ying tersenyum sedih saat menerima kartu dari Lu Sun


Ying Ying menatap anaknya berusaha tersenyum dan mengangguk menyetujui keinginan anaknya, hatinya sebenarnya sangat sedih mendapat respon sikap Lu Sun yang begitu dingin.


Padahal siapa yang berharap terjadi kejadian seperti hari ini, dia juga tidak mau.


Dalam hal itu justru dia lah yang paling terluka dan dirugikan oleh Nagato.


Kenapa kini malah dia yang serasa paling di salahkan dalam hal ini.


Ying Ying menahan gejolak emosi dan kesedihannya, dia berdiri sendirian menatap bayangan punggung Lu Sun yang berjalan sambil menggendong Lu San menjauhinya.


Ying Ying menghapus dua butir airmata yang menetes dari sudut matanya dan bergumam,


"Sun ke ke apa salah ku ? kenapa kamu begitu tega ?"


Ying Ying terlihat berjalan termenung seorang diri menuju parkiran.


Dengan langkah lesu Ying Ying menghampiri mobilnya.


Ketika duduk di belakang setir, dengan menyandarkan kedua lengannya diatas stir mobil, yang dia jadikan sebagai bantal menutupi wajahnya yang menangis tersedu-sedu dengan perasaan hancur.


Setelah melepaskan beban yang menghimpit hatinya lewat tangisan, perasaannya menjadi jauh lebih ringan


Ying Ying menyalakan mobilnya dan melaju keluar dari mall tersebut langsung pulang kerumah.


Setiba di rumah Ying Ying hanya menemukan Lu San sedang memainkan mainan barunya.


Ditemani oleh dua orang suster yang biasa menjaganya.


Sedangkan Lu Sun tidak terlihat sama sekali, Ying Ying mencari ke kamar tidur ke Kamar mandi.


Bahkan dia masuk keruang rahasia, tapi di sana hanya ada nenek yang sedang bermeditasi


Tidak terlihat ada Lu Sun di sana.

__ADS_1


Ying Ying kemudian mencoba mencarinya di atap gedung, karena dulu saat dia dan Lu Sun ada salah paham, Lu Sun juga duduk di atap gedung kantornya.


Tapi kini Lu Sun hanya memiliki rumah ini, jadi pilihannya mungkin ada di atap rumah ini pikir Ying Ying.


Sesuai dugaan Ying Ying, Lu Sun sedang duduk termenung di pinggir bangunan tertinggi yang di buat seperti menara, untuk meletakkan 5 Toren Air yang berjejer.


Ying Ying memanjat keatas melalui sebuah tangga besi dengan hati-hati.


Kemudian duduk disebelah Lu Sun, menyandarkan kepalanya di bahu Lu Sun.


Mereka duduk diam dalam keheningan menatap matahari sore yang mulai tenggelam.


Angin sore berhembus lembut menerpa wajah mereka.


"Sayang kamu kenapa terlihat berbeda hari ini ? apakah kamu sedang marah dengan ku ? atau aku ada melakukan sesuatu yang membuat mu marah dan kesal ?"


tanya Ying Ying memecah kesunyian dan memulai pembicaraan.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Entahlah aku hanya merasa sangat tidak berguna saja.."


"Aku merasa diri ku adalah pecundang besar yang menyedihkan.."


Ying Ying mengangkat kepalanya dari pundak Lu Sun, merangkul lengan nya dengan lembut menatap wajah Lu Sun dari samping dan berkata,


"Kenapa kamu bisa berkata dan berpikir seperti itu ?"


Lu Sun menarik napas panjang setelah membuangnya dengan tatapan mata kosong dia melanjutkan berkata,


"Akulah rajawali raksasa itu, aku juga yang menghabisi nyawa bajingan itu."


"Itu karena aku saat ini sanggup dan kebetulan sedang berada di sana."


"Bagaimana dengan saat aku tidak sanggup, saat aku tidak berada di sana..?"


"Aku...aku.. adalah pria tidak berguna yang bertahan hidup dan bersenang-senang mengandalkan uang dari istri yang dijadikan obyek pelecehan pelanggannya."


Ying Ying tersentak kaget mendengar ucapan Lu Sun, rupanya dia telah salah paham.


Dia berpikir Lu Sun sedang marah dan menyalahkan dirinya.


Tapi ternyata yang sedang membuat Lu Sun marah dan kecewa justru adalah dirinya sendiri.


Dan semua ini penyebabnya adalah kejadian pagi tadi, dengan kejadian itu Lu Sun berpikir selama ini dia selalu menerima pelecehan dari pelanggannya.


Untuk menghasilkan uang bagi kehidupan mereka selama ini.


Ini adalah salah paham yang sangat besar, dia harus segera meluruskannya.


Ying Ying cepat-cepat meraih wajah Lu Sun agar menatap kearah nya dan berkata,


"Sayang dengarkan aku, dan kamu harus percaya pada ku."

__ADS_1


__ADS_2