
Mereka bertiga kemudian setelah menikmati makan malam di restoran resort tempat mereka menginap.
Mereka melanjutkan berkeliling di dept store milik Resort menemani Xue Yen berbelanja keperluan masaknya.
Hanya Xue Yen yang terlihat serius memilih bahan-bahan masakan, sedang kan Lu Sun dan Giok Lan lebih banyak bercanda.
Mereka hanya mengambil minuman dan makanan ringan mengisi kereta belanja yang mereka dorong.
Sekali-sekali mereka akan menggoda Xue Yen yang hanya menanggapinya dengan tersenyum.
Selesai belanja mereka bertiga membawa belanjaan yang cukup banyak kembali ke kamar, mereka terlihat lebih mirip mau piknik, ketimbang mau jalan ketempat Wisata.
Di dalam kamar yang mereka tempati terdapat dua kamar, Giok Lan menempati kamar utama sendirian.
Sedangkan Lu Sun dan Xue Yen menempati kamar kedua yang sedikit lebih kecil.
"Sayang biar aku tidur sama Giok Lan saja, ya.? aku gak enak sama Giok Lan."
ucap Xue Yen saat berduaan di kamar dengan Lu Sun.
Lu Sun mengeratkan pelukannya dan menggelengkan kepalanya, dia berkata,
"Tidak, cukup kemaren itu kamu tidur sendirian."
"Aku tidak tenang, lagipula kalau kamu mimpi buruk malam-malam, kamu malah ganggu tidur Giok Lan."
"Giok Lan perlu istirahat dengan baik, kini kondisi tubuhnya bukan immortal lagi."
"Kamu tetap tidur dengan ku saja, karena aku bisa memulihkan tenaga sambil menjaga mu."
"Sayang tapi..aku..mmhh..sayang..mmhh..!"
Lie Sun menutup bibir Xue Yen sebelum dia menyelesaikan kata-katanya.
Akhirnya Xue Yen memejamkan matanya, menikmati ciuman suaminya, tidak meronta lagi.
Dia malah melingkarkan tangannya di belakang leher Lu Sun sambil mengusap-usap belakang kepala Lu Sun.
Beberapa saat kemudian, Lu Sun menghentikan ciumannya menutupnya dengan mencium mesra kening Xue Yen.
Kemudian dia mematikan lampu kamar, menyelimuti Xue Yen dan berkata,
"Selamat tidur.. sudah malam tidurlah.."
Xue Yen mengangguk kecil, kemudian memejamkan matanya.
Sementara itu Giok Lan begitu bertemu kasur, dia langsung terlelap, tanpa sempat mandi dan berganti pakaian.
Dia masih merasa lelah, akibat bertempur dengan Lu Sun kemarin malam.
__ADS_1
Keesokan paginya Ketiga orang itu, pagi-pagi sekali sudah hadir di ruang breakfast yang disediakan khusus buat para tamu.
Lu Sun terlihat berjalan kesana kemari sibuk mengambil makanan.
Sedangkan kedua istrinya terlihat duduk santai sambil ngobrol dan minum.
Giok Lan minum kopi, sedangkan Xue Yen lebih suka minum teh.
Mereka hanya sesekali terlihat makan buah-buahan yang di ambil oleh Lu Sun dan ditaruh diatas meja.
Tak lama kemudian mereka berdua saling pandang dan tersenyum melihat suami mereka yang sedang sibuk makan.
Tanpa memperdulikan sekitarnya, yang pertama di makan Lu Sun adalah telur mata sapi.
Setelah itu dia makan dua butir telur rebus setengah matang dan puluhan batang sosis,
Makannya belum berhenti.
Masih di lanjut dengan semangkuk bubur ayam, diteruskan dengan sepiring nasi goreng penuh lengkap dengan berbagai lauk seperti ayam goreng, telur cabai, daging kecap.
Setelah beres sambil tersenyum senyum dia kembali lagi ke stand makanan mengambil nasi putih capcay ayam panggang ayam goreng dan daging kecap serta semangkuk sup daging.
Giok Lan yang belum terbiasa dengan gaya makan Lu Sun yang sebenarnya, sampai terbelalak kaget melihatnya.
Tapi Xue Yen yang sudah biasa, hanya tersenyum simpul melihat kelakuan makan yang Lu Sun tunjukkan.
Giok Lan terkejut dan berkata,
"Kakak Yen kamu mau buat perutnya meledak ?"
Xue Yen sambil tersenyum berkata,
"Dia tidak akan meledak di sini, paling-paling nanti kembali kekamar langsung dia ledakan di toilet."
Giok Lan tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung tertawa terpingkal-pingkal.
Lu Sun tidak memperdulikan mereka, dia tetap dengan santai menikmati semua makanan yang dia ambil barusan.
Setelah menutupnya dengan segelas juice, dia pun sambil tersenyum berkata,
"Sayang sorry kalian duluan saja, aku mau ketoilet dulu."
Giok Lan kembali tertawa mendengarnya, tapi tangannya di tarik oleh Xue Yen untuk pergi menunggu di lobby.
Hari ini mereka rencananya akan pergi ke tepi danau Louise, menikmati keindahan pemandangan di sekitar sana dar jarak dekat.
Di ruang tunggu lobby iseng-iseng Giok Lan, menyetel siaran berita TV.
Melihat berita yang ditayangkan di TV baik Giok Lan maupun Xue Yen terbelalak melihat nya.
__ADS_1
Karena di dalam siaran berita TV menayangkan pengepungan dan penyerangan pihak militer gabungan ke seekor monster bersayap yang berukuran fantastis.
Mereka berdua ingat menurut cerita Lu Sun maupun Nicole mahluk itu tingginya mencapai 3 atau 4 meter.
Tapi dari tayangan di TV mahluk itu kini ukuran nya mencapai 10 meter.
Pertumbuhan mahluk itu sungguh di luar nalar, di dalam tayangan tersebut terlihat pihak militer sedang berusaha mengepung dan menembaki mahluk tersebut.
Dengan berbagai jenis senjata berat, tapi tak lama kemudian layar pun menjadi gelap, saat monster itu melakukan serangan balasan.
Yang ada hanya suara teriakan dan jeritan kesakitan.
Lalu muncul pembawa berita acara TV yang memberikan penjelasan pengepungan tersebut mengalami kegagalan.
Dan kini sedang di usahakan penyerangan tahap dua yang melibatkan kerjasama udara dan darat.
Tak lama kemudian HP Giok Lan berbunyi, Giok Lan yang melihat telpon tersebut dari Sophie.
Dia segera mengangkatnya, ekspres wajah Giok Lan sedikit berubah setelah mendengar penjelasan Sophie.
Saat Sophie menutup telponnya, Giok Lan yang melihat Lu Sun baru saja datang segera berkata,
"Sun ke ke, barusan Sophie menelpon, dia bilang pertemuan dengan suaminya belum bisa di laksanakan dalam Minggu ini."
"Karena suaminya sedang sangat sibuk saat ini, mengingat situasi kini semakin genting."
"Barusan kami lihat di siaran TV, mahluk itu kini telah berukuran10 meter, dan serangan pertama mengalami kegagalan."
"Kini mahluk tersebut sedang di incar, pemerintah sedang menyiapkan penyerangan tahap dua melalui udara dan darat."
tutup Giok Lan.
Lu Sun tersenyum tenang dan berkata,
"Biarkan sajalah, sekarang kita jalan-jalan dan bersenang-senang dulu, biarkan pemerintah setempat mengurusnya."
"Syukur kalau berhasil, kalau tidak besok pagi aku akan berangkat dari sini dengan Jin Tou Yun, pergi mencarinya."
"Kini tubuhnya semakin besar, aku malah semakin mudah mencarinya."
"Biarkan dia main-main dulu beberapa waktu, nanti saya akan urus dia belakangan."
Xue Yen menatap Lu Sun dengan khawatir dan berkata,
"Apa kamu punya keyakinan bisa dan mampu menanganinya, aku sedikit takut sayang.."
Lu Sun menarik Giok Lan dan Xue Yen kedalam pelukannya dan berkata,
"Bila terdesak aku masih punya jurus simpanan untuk mengalahkannya, ayo kita berangkat sekarang..!"
__ADS_1