
Begitu mendarat di lapangan udara Mongolia, Tan Kee Lok menyewa sebuah taksi untuk mengantarnya menuju pedalaman Mongolia.
Setelah menempuh perjalanan melewati Padang stepa dan Padang Gurun pasir hampir satu harian akhirnya mereka tiba di sebuah lembah yang sepi di bawah kaki gunung Altai.
Sampai di sini, setelah membayar ongkos mobil sewa mobilnya, sambil berjalan kaki dan memikul tas ransel besarnya di punggung.
Tan kee Lok melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki mendaki pegunungan Altai.
Setelah menghabiskan waktu 1 hari penuh melewati hutan salju, akhirnya Tan Kee Lok tiba di sebuah tebing terjal, yang tidak mungkin bisa melanjutkan perjalanan nya lagi.
Di tepi tebing itu Tan Kee Lok mengeluarkan sebuah sekop kecil dia mulai menyekop tumpukan salju membuangnya ke pinggir.
Setelah melakukan hampir setengah harian, Tan kee Lok akhirnya menemukan apa yang di carinya.
Ternyata adalah seutas tali baja, yang terkubur dalam tumpukan salju dan tanah.
Tan Kee Lok dengan sigap menarik tali baja tersebut keatas.
Hingga akhirnya terlihat sebuah tali baja membentang, menghubungkan tebing tempat Tan Kee Lok berdiri dengan sebutan tebing lain yang tidak terlihat dengan jelas, karena tertutup oleh kabut.
Setelah tali baja terbentang, Tan Kee Lok segera mengikat ujung tali baja yang di pegang nya ke sebatang pohon besar yang tumbuh tidak jauh dari sana.
Lalu dengan ringan Tan Kee Lok melompat ke atas tali baja yang terpenting lebar itu.
Tan kee Lok berlompatan dengan ringan seperti seekor burung raksasa meniti tali tersebut, melintas di atas jurang yang sangat dalam hingga tidak terlihat dasarnya.
Tan kee Lok akhirnya tiba di seberang sana dengan selamat, setiba di seberang sana Tan Kee Lok buru-buru melepaskan tali baja yang terikat di sebuah batu gunung yang terbentuk oleh alam.
Tan kee Lok terus mengulur tali tersebut ke bawah jurang hingga tertutup oleh kabut di bawah jurang sana.."
Baik dari sisi tebing sini, maupun sisi tebing sebelah sana, tali baja tersebut sama sekali tidak terlihat lagi.
Tan Kee Lok berjalan menyusuri tebing di seberang sana melewati jalanan berbatu dan terjal..
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya dia menemukan sebuah gua besar yang remang-remang, karena cahaya matahari sulit menjangkau kedalam.
Tan kee Lok berjalan masuk kedalam gua tersebut tanpa ragu-ragu, setelah masuk kedalam gua tersebut.
Tan Kee Lok di hadapkan dengan puluhan pintu gua kecil-kecil yang tidak tahu menembus kemana gua-gua tersebut.
__ADS_1
Gua-gua kecil yang gelap itu pun tidak tahu ada bahaya apa yang tersembunyi di dalam sana.
Tan kee Lok menurunkan tas ransel yang di pikulnya, lalu dia mengeluarkan selembar kulit tua, memperhatikan gambar di dalam nya dengan seksama.
Potongan kulit kambing tua itu ternyata adalah selembar peta kuno.
Tan kee Lok melihat dan menghitung hitung lubang gua di dalam sana.
Setelah itu sambil memegang peta di tangan Tan kee Lok memilih salah satu gua di tengah dan berjalan masuk kedalam.
Tan kee Lok menyalakan Senter di dahinya, lalu meneruskan langkahnya masuk kebagian yang lebih dalam dan lebih gelap.
Dengan langkah pelan Tan Kee Lok menyusuri gua tersebut, melewati jalan sempit berkelok-kelok, terkadang harus merangkak dan merayap, akhirnya Tan kee Lok berhasil menemukan sebuah pintu keluar.
Begitu keluar dari dalam gua Tan Kee Lok di suguhi pemandangan cantik rumput pendek yang luas dan sedikit tertutup hamparan salju putih.
Melewati hamparan rumput pendek, Tan Kee Lok menuju sebuah danau alam yang tidak begitu luas, tapi airnya sangat bening.
Bebatuan di dasar danau sampai bisa terlihat dengan sangat jelas.
Di tepi danau tersebut berdiri sebuah sederhana.
sebuah suara yang berasal dari dalam pondok, masuk kedalam pendengaran Kee Lok seperti orang sedang berbisik di telinganya.
"Ini leluhur, aku di luar sana baru saja bertemu musuh yang memiliki kekuatan mengerikan.."
"Mungkin hanya leluhur yang sanggup menghadapi nya.."
"Kedatangan ku kemari adalah ingin mengundang leluhur turun gunung menghadapinya.."
ucap Tan Kee Lok hati-hati sambil berlutut di depan pondok.
Pintu pondok terbuka, seorang pria berwajah tampan berpakaian kuno era dinasti Ching, dengan rambut putih panjang yang di kuncir kebelakang berjalan keluar dari dalam pondok.
Bila di lihat dari rambutnya dia adalah seorang kakek tua, tapi bila orang melihat wajahnya yang dingin itu.
Orang akan menjadi ragu untuk memanggilnya kakek, karena wajahnya jelas menunjukkan dia berumur 20 tahunan.
"Alok kamu berdirilah, ayo kita duduk di sana sambil minum teh dan mengobrol.."
__ADS_1
Pria itu duduk berhadapan dengan Tan Kee Lok, dia mengisi cawan teh di hadapan Tan Kee Lok dengan teh Tie Kwan Im seduhan nya.
"Nah sekarang kamu ceritakan dengan rinci apa yang sebenarnya terjadi ?"
Tan kee Lok menceritakan Pertemuan dan pertempurannya dengan Lu Sun yang berakhir dengan Roh Golok Hitam menganjurkan dia kabur melarikan diri.
"Ohh begitu, rupanya Siao Hei yang menyuruh mu mundur."
"Baiklah mana Siao Hei, aku ingin bicara dengannya, mungkin dia tahu lebih banyak tentang kekuatan orang itu.."
Tan kee Lok langsung mengeluarkan Golok Hitam miliknya dan meletakkan nya di atas meja.
Sebuah kabut asap hitam keluar dari badan Golok, membentuk sesosok iblis bertanduk yang sedang menyeringgai.
Tapi begitu dia melihat pria tampan berkepang tunggal itu, Roh Golok hitam segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan pria tampan itu..
"Salam hormat tuan ku.."
"Senang hati ku, bisa kembali bertemu anda tuan.."
Pria itu tersenyum lalu berkata,
"Siau Hei bangunlah jangan banyak peradatan, ceritakan pada ku apa musuh Alok itu begitu hebat ?"
"Sehingga kamu sampai menganjurkan Alok untuk melarikan diri.."
"Tuan pemuda berambut putih yang sama dengan tuan itu memang sangat hebat tuan.."
"Dia menguasai banyak jenis ilmu kuno tuan, seperti 18 tapak Penahluk Naga milik Hung Ci Kung.
"Wu Xiang Sen Kung,.Wu Xiang Cien Chi dan Jen Cien He ie milik Wu Ming."
"Im Yang Sen Kung milik keluarga Xie.."
"Dia juga menguasai 9 matahari dari kuil Shaolin dan 9 bulan dari keluarga pulau es hingga level 30.."
"Dari gerak-geriknya besar kemungkinan dia adalah Sang Legenda Jendral Naga Hitam Lu Sun yang ternyata masih hidup sampai sekarang.."
"Berdasarkan ke 5 hal inilah, aku menganjurkan Alok melarikan diri, sebelum dia sempat melepaskan ilmu yang lebih mengerikan lagi.."
__ADS_1
"Ohh ya tuan hampir lupa tuan, dia juga seorang ahli pengendalian energi Chi yang sangat berbahaya.."