KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEJUTAN TAK TERDUGA


__ADS_3

"Pak Sun seperti yang pernah ku katakan di awal, sekolah kita sangat membutuhkan medali dan piala dari berbagai ajang olahraga.."


"Kita tidak boleh kehilangan medali satu satunya yang masih di miliki sekolah ini, meski cuma medali perunggu sekalipun."


"Kehilangan medali ini, tunjangan pembinaan olahraga kita bakal di cabut.."


ucap pak Ma sambil menatap Lu Sun dengan serius.


"Bila kamu tanya pada ku apa yang ingin ku lakukan, aku hanya bisa berkata."


"Terserah apa pun caranya asal kita memenangkan lomba, tapi tidak boleh melanggar peraturan pertandingan dan terkena diskualifikasi.'


ucap pak Ma sambil menatap Lu Sun.


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Pak Ma ilmu bela diri, tidak sama dengan ilmu lain, pembinaan nya tidak bisa instan dan dalam waktu singkat begini."


"Aku katakan saja secara terus terang sampai saat ini, aku belum menemukan kandidat murid yang bisa ku ajukan, untuk mengikuti pertandingan bela diri bulan depan."


"Mereka semua belum ada yang siap, untuk mengikuti pertandingan tersebut."


Mendengar ucapan Lu Sun, Pak Ma langsung terduduk.lemas kebelakang dan berkata,


"Jadi maksud pak Lu, saat ini kita hanya bisa memilih mundur dari acara tersebut.?"


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak pak Ma.."


Pak Ma mengerutkan alisnya menatap Lu Sun dengan heran dan berkata,


"Apa..apa maksud mu, guru Lu..jangan berteka teki lagi, lekas lekas jelaskan jangan membuat yang tua ini jadi penasaran.."


"Untuk pertandingan besok daftarkan saja semua jenis, tapi peserta nya cuma satu yaitu anak angkat ku Afei.."


"Itu saran ku, tapi seperti janji awal saat masuk mengajar,, mengenai pendaftaran dan pemilihan kandidat, selama mereka adalah anak ku aku tidak akan ikut campur.."


"Semua ku kembalikan ke Pak Ma."


"Pak Ma boleh mengujinya, melawan kandidat beladiri mana pun yang kurang puas, dengan usulan Afei sebagai kandidat."


"Tapi Afei bukan nya ada di kelas SMP, apakah berat badannya mencukupi untuk ikut sebagai peserta.?"


tanya Pak Ma ragu.


Lu Sun tersenyum dan mengakar kedua bahunya dan berkata,


"Semua terserah pak Ma, aku tidak ikut campur cuma memberi saran saja.."


"Tapi secara pribadi aku katakan, bahkan bila Afei mengikuti sampai yang kelas 100 kg sekalipun, Afei belum tentu bisa mereka kalahkan.."


"Inilah perbedaan bela diri China yang sebenarnya dengan bela diri yang berasal dari negeri barat sana."

__ADS_1


"Inti dari seni beladiri kita adalah kecepatan ketangkasan ketepatan dan energi tenaga dalam."


"Sedangkan mereka lebih menitik beratkan pada kekuatan fisik tenaga otot tenaga luar mereka.."


"Itu pandangan ku, benar tidaknya, Pak Ma bisa mengujinya.."


ucap Lu Sun santai.


Lalu Lu Sun melirik jam tangannya dan berkata,


"Maaf pak Ma sekarang sudah jam bubar sekolah, aku harus segera pulang."


Pak Ma tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa mempersilahkan Lu Sun untuk pulang..


"Silahkan pak Lu, terimakasih banyak atas sarannya, mudah mudahan seperti yang pak Lu katakan, Afei bisa membawa kita keluar dari kesulitan ini.."


Lu Sun berhenti sejenak mendengar kan ucapan Pak Ma, lalu berkata.


"Aku punya keyakinan besar dia bisa, hanya saja kalau bisa sebaiknya jangan terlalu menonjolkan diri."


"Atau dia akan di bawa oleh presiden Xi sebagai asset negara.."


ucap Lu Sun mengingatkan.


Lalu dia pun keluar dari ruangan pak Ma.


Saat Lu Sun baru keluar dari ruangan pak Ma, dia sangat terkejut karena Ciu Li Ting ternyata berdiri di luar ruangan bersandarkan tembok seperti sedang menanti seseorang.


"Maaf guru Ciu membuat mu menunggu lama, silahkan kalau mau ke Pak Ma sekarang.."


Guru Ciu tersenyum malu dan berkata,


"Aku tidak ada keperluan dengan pak Ma, aku sedang menunggu mu.."


"Ehh.."


ucap Lu Sun sedikit terkejut.


"Aku..apa ada yang bisa aku bantu guru Ciu.?"


tanya Lu Sun hati hati.


Jantungnya sudah berdegup tanpa henti, tidak karuan..apa yang di inginkan oleh gadis yang sangat menarik perhatian nya ini, pikir Lu Sun dalam hati.


Guru Ciu sambil mengigit bibir bawahnya, berusaha menekan rasa malu dan guncangan jantungnya yang berdetak dengan cepat.


Lalu dia memberanikan diri berkata,


"Pak Lu bolehkah aku memanggil mu Sun ke ke saja.."


Lu Sun berusaha menekan gejolak di dadanya, lalu dia menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Terserah guru Ciu saja.."

__ADS_1


Mendengar ucapan Lu Sun, Guru Ciu meruncingkan bibirnya dengan wajah tidak puas dia berkata,


"Aku memanggil mu Sun ke ke, masa kamu memanggil ku guru Ciu.."


Lu Sun menahan gejolak perasaannya, sambil bertanya dalam hati, sih gadis ini sungguh menggemaskan dan sangat mirip dengan Ying Ying.


Lihat sikapnya saat sedang ngambek sekalipun begitu mirip, dan dia mempermasalahkan panggilan ku.


Apa dia juga menaruh perasaan pada ku, tanya Lu Sun dalam hati.


Kalau dia benar menyukai ku, ba.. bagaimana aku menyikapinya ? tanya Lu Sun dalam hati dengan gugup.


"Sebal Sun ke ke malah melamun..."


omel nya kemudian membalikkan badannya hendak pura-pura hendak pergi.


Lu Sun segera tersadar dan berkata,


"Ehh ohh tunggu Ting Ting maaf aku.. sedang berpikir panggilan apa yang cocok untuk mu.."


"Bagaimana kalau aku memanggil mu adik Ting Ting..?"


tanya Lu Sun sambil tersenyum.


Dia tadi hampir bergerak menahan tangan gadis itu agar tidak pergi.


Tapi dia membatalkannya gerakannya tersebut, karena dia tidak pantas melakukan t itu.


Lu Sun tiba-tiba teringat dengan Wajah kedua istrinya yang sedang menantinya pulang ke rumah.


"Mendengar panggilan Lu Sun barusan, Ciu Li Ting tersenyum senang, dia buru-buru membalikkan badannya dan berkata,


"Sun ke ke aku..aku..malam ini menunggu mu di Yi Hua Restoran... tidak bertemu aku akan terus menunggu.."


Setelah mengatakan itu, Ting Ting langsung membalikkan badannya berlari meninggalkan tempat itu dengan wajah merah menahan malu.


Karena seumur hidup, ini adalah pertama kali baginya ngajak seorang pria makan bersama berduaan.


Apalagi kencan pertamanya ini justru datang dari dia, dia benar-benar merasa sangat malu.


Lu Sun berdiri bengong di sana, dia sedang berpikir keras, kenapa harus begitu kebetulan.


Dia yang begitu mirip dengannya, seakan-akan dia kini hidup kembali untuk mengisi hidupnya yang hampa.


Kini dengan secara kebetulan harus memilih restoran yang penuh kenangan itu.


Bahkan Xue Yen dan Giok Lan beberapa kali ingin kesana Lu Sun selalu menolak nya.


Karena dia takut tidak bisa mengontrol perasaannya saat tiba di sana.


Semua kenangan indah yang kini hanya tinggal kenangan menyedihkan akan muncul semua.


Dan dia belum sanggup mengatasinya.

__ADS_1


Tanpa sadar Lu Sun bergumam sendiri,


"Yi Hu resto.. kenapa ?"


__ADS_2