KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
7. Masih Berlatih dan Acara Ulang Tahun


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Pertengahan Kerajaan Atas dan Istana Kekaisaran Bawah, Di Kedalam Hutan Kematian.


Karena alasan yang tak di ketahui, beberapa saat telah berlalu dan akhirnya 1 tahun terlewati.


Saat ini Wu Shen sedang berlatih 'Kitab Raja Elemen', seperti namanya Kitab ini berfokuskan pada elemen yang ada di sekitar Wu Shen.


Ada beberapa jenis elemen di Bumi ini, di antaranya yaitu:



Elemen Bumi / Tanah.


Elemen Api.


Elemen Air.


Elemen Angin.


Elemen Petir.



Di atas ini, merupakan unsur dasar elemen. Ada juga perpaduan atau gabungan dari unsur elemen dasar di atas, seperti contohnya Elemen Es dan semacamnya.


Di 1 tahun ini, Wu Shen melatih beberapa kitab kitab kuno pemberian Dewa Kematian dan Kehidupan.


Di awal dia melatih 'Kitab Pengendalian Diri', lalu dia melatih 'Kitab Penyamar Diri', dan sekarang dia berlatih 'Kitab Raja Elemen'.


Kitab Pengendalian Diri adalah sebuah kitab yang menjelaskan tentang bagaimana cara agar kita bisa menyeimbangkan antara kekuatan kita yang berlebih dengan fisik kita, itu artinya Wu Shen selain berlatih dengan berkultivasi atau semacamnya, dia juga berlatih secara fisik agar lebih kuat. Wu Shen memerlukan waktu sekitar 6 bulan hanya untuk latihan ini, karena dirinya masih bocah berusia 14 tahun dan fisiknya saat itu masih lemah tapi alhasil sekarang fisiknya menjadi lebih kuat dan lebih cepat.


Selanjutnya adalah Kitab Penyamar Diri, fungsinya adalah untuk menyamarkan dirinya sendiri di kemudian hari saat dia nanti keluar dari hutan, selain itu kombinasi antara Kitab Pengendalian Diri dan Kitab Penyamar Diri ini bisa untuk memanipulasi umur, fisik, kekuatan / tenaga dalam, tingkat kultivasi dan lain sebagainya semacam bentuk penyamar diri. Wu Shen butuh waktu sekitar 3 bulanan untuk memahami Kitab Penyamar Diri, karena dia ingin mengkombinasikan beberapa ciptaan nya nanti.


Waktu selanjutnya, yaitu 3 bulan 1 hari tepat 1 tahun sepenuhnya. Wu Shen berlatih Kitab yang ke 3 yaitu Kitab Raja Elemen, kitab ini mempunyai fungsi yaitu untuk bisa memahami unsur alam semesta yang berhubungan dengan elemen, kitab ini sudah tidak ada di bumi saat ini karena sudah di pecah menjadi beberapa halaman. Karena dunia tau jika seseorang mempelajari semua elemen dia yang tak fokus pada 1 elemen akan tertinggal dengan yang lainnya, tapi itu sudah terjadi dulu sekali dan itu ada di ingatan Kakek Wu Tian.


Hingga saat ini, Wu Shen masih melatih Kitab Raja Elemen karena dia baru mempelajari Elemen Tanah, Elemen Api dan Elemen Air.


Wu Shen sejak awal di hidupkan kembali memang memiliki pemikiran yang sangat jernih dan kuat sehingga ingatannya begitu jelas dan tajam, Wu Shen seperti memiliki ingatan sekali lihat, dengar, menghirup, merasakan, apa yang dia ucapkan dan apa yang orang lain ucapkan dia akan ingat selalu.


Begitulah Wu Shen saat ini, jadi hanya dalam waktu 1 tahun dia hanya mempelajari, mengingat dan melaksanakan, itu saja pelatihan Wu Shen.


Setelah itu dia ingat semuanya, dia tau semua nya, dia juga paham semuanya. Jadi awalnya dia memang sudah paham saat di berikan kitab kitab kuno tersebut.


Tapi ketika belum di praktekan secara fisik atau secara bentuk, menurutnya masih ada yang kurang, jadi dia mempelajari dan mempraktekannya hingga dia merasa sudah paham seluruhnya.


Saat ini, Wu Shen sedang melatih Elemen Anginnya. Dia melatih beberapa Elemen sebelumnya hanya dengan melihat isi kitab tersebut yang ada dalam ingatannya lalu dia memejamkan mata dan tiba tiba elemen tersebut keluar begitu saja, namun saat pertama kali keluar itu belum stabil jadi ada waktu 1 bulan untuk menstabilkan elemen itu.

__ADS_1


Maka dari itu, Wu Shen mempelajari Kitab Pengendalian Diri agar dia juga bisa mengendalikan elemen yang nanti akan dia pelajari.


"Ini sudah 3 bulan dan aku hanya mempelajari 3 elemen, ini sudah memasuki sehari dalam bulan ke 4, aku harus cepat cepat untuk menstabilkan seluruh elemen di kitab ini"


"Aku juga sudah tak tau apa yang terjadi di dunia luar, kuharap seluruh keluargaku tak mengalami masalah apa apa". Gumam Wu Shen yang menurutnya masih kurang latihannya karena dia butuh waktu 1 bulan hanya untuk memahami 1 elemen saja, dia juga mengkhawatirkan keluarganya.


Wu Shen mulai memejamkan matanya lagi, karena cara ini memang berjalan lancar untuk mempelajari beberapa kitab sebelumnya dan elemen sebelumnya.


Beberapa hari terlewati dan akhirnya seminggu penuh berakhir, Wu Shen masih memejamkan matanya dia berusaha untuk memahami inti dari unsur Elemen Angin.


Elemen lainnya juga seperti itu, Wu Shen memerlukan sekitar 1 minggu penuh untuk menunjukan kerja kerasnya dalam memahami inti dari unsur Elemen itu sendiri.


Saat itu juga, aura di sekitar Wu Shen menjadi lebih dingin. Di sekitarnya, angin mulai membentuk pusaran seperti Angin Topan dan beberapa angin ribut lainnya.


Hal yang sama terjadi juga di elemen lainnya, saat Wu Shen mempelajari Elemen Tanah. Tanah di sekitar menjadi gempa, bumi terasa di goncang goncang, tanah di berbagai tempat yang masih wilayah situ juga retak, jadi saat Wu Shen membuka mata dia langsung berinisiatif untuk mengendalikan Elemen Tanah itu agar lebih mudah dan efisien ketika menggunakannya.


Saat Wu Shen mempelajari Elemen Api, yang di rasakan saat itu adalah udara mulai memancarkan hawa panas yang berlebih, seperti matahari ada tepat di atas kepalanya. Saat itu, Wu Shen sangat kepanasan dan kehausan ingin minum, namun dia menahan semua itu hingga dia dapat mengendalikan Elemen Api.


Pada saat Wu Shen mempelajari Elemen Air, saat itu juga langsung hujan deras, bukan hanya itu. Namun air di sungai yang biasa buat dia minum juga menunjukan gelombang pasang tsunami yang mustahil jika ada tsunami dari sungai karena biasanya itu ada di laut atau samudra, maka dari itu Wu Shen memerlukan waktu beberapa minggu hingga tepat 1 bulan berlalu untuk menyeimbangkan Elemen Air tersebut.


Saat ini, Wu Shen masih merasakan kencangnya angin di sekitar, dia juga merasakan ada pusaran angin di sekitanya yang membentuk seperti Topan / Tornado yang besar dan tinggi.


Ada beberapa Topan di sekeliling Wu Shen saat ini, Topan tersebut merusak area sekitar Wu Shen, dan sekarang ini Wu Shen berusaha untuk mengendalikan Topan tersebut.


Setelah hilang sepenuhnya, Wu Shen mulai membuka matanya. "Fyuh... Akhirnya hilang juga Topan itu, seperti kejadian sebelumnya yang dahsyat karena ada Tenaga Dalamku yang banyak dan Dantianku yang tak habis habis"


"Selanjutnya, aku akan mulai mendalami Elemen Angin ini agar bisa di stabilkan dan di kendalikan secara penuh"


"Elemen Tanah, Elemen Air, Elemen Api dan Elemen Angin saja sudah seperti ini dampaknya. Belum lagi aku harus memahami sepenuhnya elemen tersebut, kurasa ini sudah sangat jauh lebih meningkat kekuatanku dan seimbang dari waktu setahun sebelumnya". Gumam Wu Shen saat matanya sudah terbuka, dia selalu terkejut saat melihat dampak Elemen yang dia pelajari.


"Setahun yang lalu setelah diriku mempelajari Kitab Pengendalian Diri dan memahami seluk beluk kultivasi, tenaga dalam, bentuk fisik dan lainnya yang ada di dalam diriku. Aku selalu mengerti, ke depannya akan mempelajari apa dan cara mengendalikan kekuatan nya"


"Saat itu, aku masih ada di Tahapan Awal Tingkat Mutiara Bintang 3. Lalu setelah berhasil mengendalikan kekuatanku dan melatih fisik serta mentalku, sekarang aku naik tingkat jadi Tahapan Awal Tingkat Intan Bintang 1, tingkatan terakhir di Tahapan Awal dalam legenda"


"Lebih baik aku sudahi dulu latihan hari ini, perutku sudah sangat lapar karena beberapa hari aku tak makan. Setelah makan dan beristirahat sebentar, aku akan memahami sepenuhnya dalam bentuk fisik dan tenaga dalam dari Elemen Angin ini". Wu Shen yang merasa lapar akhirnya menyudahi latihannya di hari ini, dia ingin makan dan beristirahat 1 hari penuh.


~


Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Tengah, Istana Kerajaan Tengah, Di Kediaman Keluarga Wu Shen.


1 tahun telah berlalu sejak Wu Liang sekeluarga mencari Wu Shen besar besaran di dalam Hutan Kematian, sekarang Keluarga Wu Shen ini sedang mengadakan pesta ulang tahun anak pertamanya yaitu Wu Feng.


"Wu Feng, selamat ya. Ini hari ulang tahun mu yang ke 21 tahun, aku sebagai sahabatmu akan selalu mendukung dan mensuportmu". Kata Wu Yan, sambil memberikan sekotak hadiah.


"Wu Yan, terima kasih atas dukungan dan hadiahnya. Aku sangat bersyukur memiliki sahabat sepertimu, hehe....". Jawab Wu Feng sambil merangkul sahabatnya.

__ADS_1


"Adik Lan, selamat juga untukmu karena 2 bulan sebelumnya kau juga berulang tahun kan? Aku belum sempat mengucapkan selamat padamu, ini hadiah kecil dariku". Kata Wu Yan lagi pada Wu Lan yang ada di sebelah Wu Feng sahabat nya, Wu Yan juga memberi hadiah pada Wu Lan karena Wu Yan sendiri diam diam menyimpan rasa pada Wu Lan.


"Terima kasih, Kak Wu Yan". Dengan wajah yang malu malu, gadis yang sekarang berusia 19 tahun tersebut menerima hadiah dari seorang remaja yang seusia sama dengan kakaknya yaitu 21 tahun.


Wu Feng sang kakak mulai curiga atas tingkah Wu Yan pada Wu Lan begitu juga sebaliknya. "Apa aku mengganggu?". Canda Wu Feng, memecah keheningan di hadapannya.


"Ah, tidak kok. Hari ini kan kau yang jadi pemeran utama di Pesta kali ini, sahabatku". Dengan gugup Wu Yan berucap, dia juga tersenyum pada sahabatnya itu.


"Oh, begitu yah. Sahabatmu ini melihat kau seperti ada apa apa dengan adikku, benar kah?". Wu Feng mulai menggoda Wu Yan.


"Kakak, aku dan Kak Wu Yan baik baik saja. Tak ada hal yang spesial, ya kan Kak Wu Yan?". Jawab Wu Lan dengan tergesa gesa, wajahnya juga menunjukan mimik wajah yang malu malu.


"Iya, kami tak ada hubungan yang spesial. Kan kita sahabat, hehe....". Wu Yan mendukung jawaban Wu Lan, tapi yang terjadi selanjutnya akan sangat mengejutkan Wu Yan dan Wu Lan.


"Oh tak ada apa apa yah, kita sahabat yap memang. Jadi kalau kita sahabat aku boleh menjodohkan Wu Lan dengan lelaki lain yang bukan sahabat, kan??". Pertanyaan mengejutkan di berikan dari Wu Feng ke Wu Yan dan Wu Lan.


"Kakak, aku gak mau di jodohin!!". Marah Wu Lan, Wu Yan hanya berdiam diri saja tanpa kata dia bingung ingin berkata apa.


"Kakak sudah punya calon nya loh, mau kakak kenalin?". Wu Feng menggoda sambil bercanda pada adik dan sahabatnya yang ada di depannya, dia tau adiknya dan sahabatnya saling suka namun belun ada yang mengutarakan perasaannya.


"Sudah cukup, kak! Aku benci sama kakak!!". Dengan membentak kan kaki nya di lantai, Wu Lan akhirnya pergi dari kakak dan sahabatnya, dia menuju ruangan ayah dan ibunya.


"Hahahaha..... Padahal aku cuma bercanda, jadi gini ceritanya. Bagaimana menurutmu Wu Yan? Apa aku harus menjodohkan Wu Lan pada lelaki lain? Aku sudah punya kenalan banyak dan akan kupertemukan mereka dengan Wu Lan". Wu Feng mulai menjahili Wu Yan, sahabatnya.


"Hmm.... Jangan Wu Feng, nanti kalau dia tambah marah dan membencimu gimana? Biarkan dia tumbuh dan biarkan saja dia memilih pasangannya sendiri, dia kan sudah besar". Jawab Wu Yan dengan nada yang agak tak rela.


"Bagaimana denganmu?". Tanya Wu Feng to the point.


"Menurutku, Wu Lan adalah wanita yang baik dan jujur, dia juga mempesona dan memiliki wajah yang indah untuk di pandang, rambutnya yang hitam dan panjang menjadi daya tarik lain nya yang menarik perhatian banyak orang, dia adalah wanita tercantik dan menjadi idaman bagi para lelaki di luar sana". Jawab Wu Yan dengan membayangkan wajah Wu Lan, yang di bicarakan Wu Yan memang Fakta bahwa Wu Lan seperti yang di omongkan oleh Wu Yan.


Karena bertambahnya usia seseorang, itu akan merubah beberapa hal di dalam orang tersebut, karena Wu Feng dan Wu Lan adalah salah satu keluarga kerajaan jadi semakin lama akan semakin baik etika Wu Feng dan Wu Lan.


Dengan masa lalu yang buruk, seseorang bisa saja berubah yang tadinya jahat menjadi baik, itu juga di sebabkan oleh faktor lingkungan.


"Oh begitu, jadi kau memang tak tertarik dengan adikku ya? Oke baiklah, besok aku akan kenalkan dia dengan seorang teman". Wu Feng mulai menggoda sahabatnya lagi.


"Wu Feng, sebaiknya jangan memaksanya..". Dengan sedih Wu Yan berkata.


"Aku tak memaksa, aku hanya ingin dia mendapat pasangan yang baik dan tak setengah setengah dalam menjalin kasih, aku tak ingin dia salah mencari pasangan". Kata Wu Feng yang memang dia ingin sekali adiknya bahagia.


"Baiklah, aku akan berkata jujur. Sebenarnya aku......". Perkataan Wu Yan di hentikan oleh Wu Feng.


"Berhenti sampai di situ, aku ingin kau berkata jujur di depan Wu Lan dan orang tuanya, serta diriku. Hehe....". Wu Feng mendapat kesempatan dari tekanan yang di berikan nya untuk Wu Yan, akhirnya Wu Yan akan berkata jujur.


"Wu Feng, kau menjebakku......". Kata Wu Yan yang agak marah, namun masih memaafkan Wu Feng karena dia tau sahabatnya ini ingin Wu Yan dan Wu Lan menjalin hubungan dengan di restui kedua orang tua mereka.

__ADS_1


__ADS_2