
Pria itu tersenyum puas menatap tubuh Monica yang tergolek tak sadarkan diri.
Pria itu mendekatkan sesuatu ke hidung Monica hingga dia mendusin..
Saat menyadari keadaan dirinya Monica langsung berteriak histeris ketakutan.
"Aaaiihhhhhhh...!! Aaaahhhhh...!! jangannnn...!! Jangannnn...!! Tolongggg....!! Tolongggg...!! Lepaskannnnn...!!"
Pria itu tersenyum dingin menatap Monica, dia lalu mengambil posisi tepat di sepasang paha Monica yang terbuka lebar.
Pria itu mengeluarkan Tongkat nya yang besar sambil menyeringai.. kearah Monica yang sedang berusaha meronta sambil berteriak histeris...
"Aaaahhhhh...!! Jangannnn...!! Jangannnn...!! kumohon....!! jangan...!! jangan...!! lakukan itu...!! tidak boleh....!! tidak boleh...!! Jangannnn...!! jangannnn ..!!"
Monica tiba-tiba terbelalak melihat kearah pria itu, yang wajahnya berubah menjadi senyum mengejek dari Lu Sun yang sombong..
"Kamu....kamu....kamu....Jangannn....!! bangsat...!! sakit...!! Aaaahhhhhhhhh..!!"
Monica kembali pingsan tidak sadarkan diri.
Saat samar-samar dia mendengar suara panggilan bawahan nya dan Jeff Zhang.
Monica perlahan-lahan membuka matanya, saat matanya terbuka dia sedikit silau oleh cahaya masuk ke matanya.
Dia menutup matanya kembali, dia membuka matanya sedikit-sedikit pelan-pelan hingga matanya bisa kembali melihat dengan normal.
Yang pertama kali di lihatnya adalah wajah Lu Sun yang sedang menatapnya sambil meletakkan kedua tangannya di dadanya.
Monica langsung teringat dengan kejadian yang baru saja menimpa nya tadi.
Adalah pria inilah pelakunya ternyata, dengan histeris Monica berteriak menampar wajah Lu Sun dengan kedua tangannya.
Tidak cukup sampai di sana, dia juga menggunakan kakinya sembarangan menendang.
Lu Sun yang sedang duduk di hadapan Monica tidak siap karena dia sedang fokus mengalirkan tenaga nya untuk menyadarkan Monica.
Wajah nya menerima beberapa kali tamparan keras dari Monica, sebelum menyadari apa yang terjadi.
Sebuah tendangan keras mendarat di hidung dan dadanya susul menyusul.
Hingga Lu Sun terpental kebelakang, sambil memegang hidungnya yang terasa sakit dan kebas.
Dari lubang hidungnya mengocor darah segar.
Untungnya Monica cepat-cepat ditahan Jeff Zhang dan beberapa bawahan laki-lakinya.
Mereka berusaha menenangkan Monica yang seperti gila dan terlihat begitu benci dan dendam terhadap Lu Sun.
"Lu Sun menghentikan pendarahan di hidung nya dengan beberapa urutan dan Totokan di wajahnya sendiri.
Sambil bangun berdiri Lu Sun berkata dengan kesal,
"Wanita gila sialan, Jeff kamu urus saja sendiri."
"Jangan cari aku lagi sungguh sial.."
__ADS_1
"Kenapa aku selalu sial kalau ketemu wanita cantik akhir-akhir ini.."
"Ini pasti kutukan dari Xue Yen.."
ucap Lu Sun berbicara sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya meninggalkan ruangan Monica.
"Monica....!! Monica...!! Monica...!! tenanglah...! tenanglah..!! lihat ini aku Jeff..!" kamu kenapa. jangan menakuti kami..! sadarlah..!"
ucap Jeff khawatir dan berusaha menenangkan Monica.
Melihat di depan nya benar adalah Jeff Zhang , Rudy dan Tony, perlahan-lahan Monica mulai tenang.
Dan berkata,
"Kalian nyatakan ? aku..aku tidak sedang bermimpi atau berhalusinasi kan ?"
Jeff Zhang menghembuskan nafas lega dan berkata,
"Aduh Monica akhirnya kamu kembali juga, kamu benar-benar bikin kami semua ketakutan dan hampir gila di buat mu.."
"Jeff jawab aku, ini nyatakan ? aku sudah benar-benar tidak sedang bermimpi kan ?"
ucap Monica sambil menatap Jeff Zhang dengan serius.
Jeff Zhang mencubit kedua pipi Monica dengan keras dan berkata,
"Gimana terasa tidak ?"
"Aduhhh....! Plakkk ...!!"
Sambil mempelototi Jeff Zhang dengan marah Monica berkata,
"Jeff kurang ajar kamu,.. sakit tahu..!"
"Ha...ha...ha..ha..!"
Jeff Zhang menyambut kekesalan Monica dengan suara tertawanya.
Kemudian dia baru berkata,
"Kan kamu sendiri yang terus bertanya ini nyata atau bukan , nah sekarang sadarkan ini nyata."
Monica bangun dari duduknya kemudian buru-buru pergi ke toilet, Monica langsung masuk kedalam WC mengunci pintu.
Dia melepaskan pakaian bawahnya dan memeriksa dengan teliti bagian sensitif nya.
Setelah dirasa normal saja tidak ada perubahan.
Monica masih penasaran dia menggunakan HP nya, untuk melihat dan memotret bagian sensitif nya sendiri.
Setelah di cek bolak balik semua dalam keadaan normal dia pun bernafas lega, ternyata semuanya cuma mimpi.
Monica merapikan kembali pakaiannya, baru keluar dari WC dia berjalan menuju tempat cuci tangan.
Monica mencuci tangan dan muka nya, setelah merasa segar dia menepuk-nepuk muka nya sendiri sambil menatap wajahnya di cermin.
__ADS_1
Monica Kemudian berias dan merapikan rambutnya baru keluar dari toilet.
Kali ini semua berjalan normal, lampu tetap terang Jeff Zhang dan kedua bawahan pria nya Rudy dan Toni masih ada di sana menatapnya dengan tatapan lega.
Di belakang mereka juga berdiri Tina, lili, Eni, Mia.
Mereka semua terlihat baik-baik saja, kelihatannya semua ini memang cuma mimpi pikir Monica di dalam hati.
Sialan sungguh menyeramkan mimpi ku, semua terasa begitu nyata, sampai dua kali pula mimpi buruk itu, batin Monica.
"Jeff ke ruangan ku yuk ngobrol-ngobrol, kalian kembali lah bekerja seperti biasa.."
ucap Monica sambil menatap ke Jeff dan para bawahannya.
Monica menghidupkan AC diruangannya, Kemudian duduk di kursi kerja nya yang besar dan empuk.
Jeff Zhang terlihat duduk santai di hadapannya , sambil tersenyum menggoda Jeff Zhang berkata,
"Tumben kamu ngajak aku keruangan pribadi mu, kenapa mulai berubah pikiran dan tertarik dengan tawaran ku ya..?"
Monica menatap Jeff sambil mengerutkan alisnya dan bertanya,
"Tawaran apa ?"
Jeff Zhang sambil tersenyum berkata,
"Waduh pura-pura pikun atau benar-benar lupa ingatan setelah bangun dari tidur panjang.."
"Tapi ya sudah, aku tawarkan ulang saja."
"Monica yang cantik Susilah kamu menjadi Nyonya Zhang menemani sisa hidup ku ini ?"
ucap Jeff sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi cincin berlian yang di gunakan untuk melamar Monica.
Monica menatap kotak di hadapan nya dia tersenyum lembut dan berkata,
"Ohh hal itu, hal itu kita bicarakan nanti saja.."
"Jeff coba ceritakan sebenarnya apa yang terjadi dengan ku ..?'
tanya Monica sambil menatap Jeff dengan serius, tidak memperdulikan sikap Jeff Zhang yang cengar-cengir ingin menggodanya.
Melihat keseriusan Monica Jeff juga tidak enak hati bercanda terus, dia takut Monica marah benaran dan mengusirnya.
"Begini menurut bawahan mu yang menghubungi ku,
Kemaren pagi kamu berkunjung ke ruangan mereka, kemudian tertidur di kursi santai ."
"Tapi hingga sore saat mereka ingin pulang, kamu gak bangun-bangun, pas mereka berusaha membangunkan mu.."
"Kamunya malah histeris berteriak-teriak ketakutan seorang diri, menjerit-jerit tidak jelas."
"Karena melihat mu terus histeris dan tidak bisa di bangunkan, mereka menghubungi ku .."
"Tapi setelah aku datang dan ikut berusaha membantu mu untuk sadar, kamu tetap saja tidak bisa di bangunkan.."
__ADS_1
.