KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERSIAPAN MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Tanpa terasa mobil Lu Sun sudah sampai depan halaman rumah, setelah menurunkan ketiga anaknya, Lu Sun membawa mobilnya ke garasi.


Sampai di rumah Lu Sun langsung mencari Xue Yen ke dapur, tapi di dapur sepi tidak ada siapa siapa.


Lu Sun naik kelantai dua menuju kamar Xue Yen, ternyata Xue Yen sedang tidur siang.


Lu Sun menutup pintu kamar pelan pelan.


Kemudian dia pergi ke kamar Giok Lan, saat pintu kamar di buka, Lu Sun melihat berkas berserakan di lantai dan kasur.


Giok Lan sendiri tertidur di meja kerja dengan setumpuk berkas di sebelahnya.


Lu Sun menghela nafas panjang, merasa kasihan melihat Giok Lan yang kelelahan.


Lu Sun berjongkok di lantai, membantu merapikan berkas yang berserakan di lantai, lalu melanjutkan dengan merapikan yang berserakan di kasur.


Setelah beres Lu Sun membawa semuanya ke meja kerja meletakkan semua dengan rapi di sana.


Lalu dia mulai membantu merapikan meja kerja Giok Lan, terakhir dengan hati-hati, Lu Sun memindahkan Giok Lan kembali ke kasurnya.


Setelah menyelimuti Giok Lan, Lu Sun pun mulai membaca dan membantu mengerjakan berkas Giok Lan dengan di bantu translate dari HP nya.


Lu Sun tidak menandatangani nya, dia hanya menulis memo kecil, sebagai kesimpulan atas berkas laporan yang belum sempat Giok Lan kerjakan.


Saat menyelesaikan semua laporan di hadapannya, Lu Sun mencium aroma wangi lembut di belakangnya.


Lu Sun mengangkat kepalanya menatap kearah kasur, Giok Lan sudah tidak berada di sana.


Lu Sun yakin di belakangnya saat ini pasti Giok Lan, yang baru saja bangun tidur.


Benar sesuai dugaan Lu Sun, sepasang tangan yang putih halus kini melingkar di depan dadanya.


Aroma wangi lembut semakin kentara, Lu Sun menoleh kebelakang, lalu memberikan ciuman lembut ke Istrinya.


Lu Sun kemudian berdiri dan menggendong Giok Lan kembali ke kasurnya,


Tak lama kemudian mulai terdengar suara rintihan dan ******* manja dari bibir Giok Lan, saat Lu Sun mencumbunya dengan penuh kasih sayang.


Di tempat lain, Afei San er dan Dan er,.selesai makan, mereka masing-masing sibuk dengan urusan masing-masing.


San er dan Dan er langsung kembali ke kamar mereka untuk tidur siang.


Sedangkan Afei setelah makan dua biji buah Bodhi darah, dia mulai larut dengan ilmu Im Yang Sen Kung ajaran Lu Sun untuk mengendalikan kedua macam hawa 9 matahari dan bulan.


Afei sudah menembus level 15 secara merata baik 9 matahari 9 bulan maupun Im Yang Sen Kung.

__ADS_1


Bocah 13 tahun ini kini tubuhnya terlihat seperti anak 16 tahun, bahkan di banding San er yang lebih tua 3 tahun darinya.


Tubuh Afei jauh lebih besar dan otot ditubuhnya juga jauh lebih padat.


Dia pun sudah menguasai hampir 70% berbagai ilmu silat yang Lu Sun ajarkan.


Kini baik Peter Ho maupun Aliu, jangan harap bisa menandingi Afei jika mereka bertarung, bahkan 2 lawan satu sekalipun mereka tetap bukan tandingan Afei.


Hanya ilmu jari penembus bumi langit dan semesta, yang belum bisa Afei pelajari, termasuk terbang dengan Jin Tou Yun Afei belum Bisa.


Kembali ke kamar Giok Lan, kini terlihat , Lu Sun duduk bersandar di sandaran ranjang sambil memeluk Giok Lan yang berbaring di dadanya.


Tubuh mereka berdua yang polos tertutup oleh selimut putih tipis.


"Sayang aku sudah di terima jadi guru di sekolah San er."


"Besok sudah mulai masuk kerja.."


ucap Lu Sun sambil mencium lembut kepala Giok Lan.


"Gimana suasana kerja di sana ? menyenangkan tidak ?"


tanya Giok Lan sambil membelai dada Lu Sun.


Kelihatannya sih cukup baik, tinggal perlahan-lahan menyesuaikan diri, dan memperbanyak pergaulan dengan para rekan kerja disana."


"Aku tidak apa-apa, paman Clooney Nicole dan John menantunya, mereka sedang berlibur ke Swiss, pegunungan Alpen."


"Jadi pekerjaan paman dan menantunya, kini di fax kesini untuk aku tangani.


Makanya sedikit lebih sibuk."


"Tapi cuma Minggu ini saja, Minggu depan John sudah kembali duluan, jadi dia sudah bisa bantu handle pekerjaan paman Clooney."


ucap Giok Lan sambil memijit-mijit lengan Lu Sun yang kekar dengan gemas.


"Sayang makasih ya, udah bantu mindahin aku ke kasur bahkan juga udah bantu mengerjakan berkas-berkas ku."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Yang bisa ku bantu, tentu harus ku bantu."


"Kita suami istri wajar kalau saling bantu."


Giok Lan memejamkan matanya mulutnya berdesis, karena sambil bicara' jari Lu Sun dengan nakal menyelinap kebawah menari-nari di bawah sana.

__ADS_1


Karena gak tahan lagi, Giok Lan manjat duduk diatas perut Lu Sun, lalu dengan gemas dia menciumi Lu Sun dan melanjutkan pertarungan kedua mereka.


Hingga sore hari selesai mandi Lu Sun langsung pergi meninggalkan kamar Giok Lan di mana Giok Lan masih tidur pulas dengan posisi telungkup.


Lu Sun pergi ke halaman depan, mengawasi San er Dan er yang sedang asyik berlatih.


Di sana juga terlihat Afei sedang berlatih ilmu 18 Tapak Penahluk Naga.


Lu Sun mengangguk-angguk melihat hasil latihan Afei.


Tapi melihat kedua anak kandungnya, Lu Sun mengerutkan alisnya, gerakan mereka terlihat masih kaku dan banyak kesalahan.


Lu Sun mendekati mereka berdua, dengan sabar memberi penjelasan sambil memperbaiki pergerakan mereka.


Hingga menjelang malam, Lu Sun baru menghentikan latihan mereka dan berkata,


"Sudah cukup hari ini, kalian buruan mandi."


"Setelah itu langsung ke meja makan, jangan membuat mama Xue Yen kesal, mengerti..?"


"Mengerti..!"


jawab ketiga anak itu kompak, lalu berlarian menuju kamar mandi.


"Setelah anak-anak pergi, Lu Sun baru melangkah ke dapur menemui Xue Yen.


Melihat Xue Yen sedang sibuk menyiapkan makan malam, Lu Sun menghampirinya dari belakang dan berkata,


"Ada yang bisa saya bantu sayang..?"


Xue Yen tersenyum lembut dan mencium pipi Lu Sun .


"Tolong bantu siapkan piring sendok garpu dan nasi di atas meja makan, setelah itu tolong bantu pindahkan semua masakan ini kemeja makan."


ucap Xue Yen tersenyum senang.


Lu Sun mengangguk lalu dia mengerjakan semua permintaan Xue Yen, Lu Sun sekalian menyiapkan segelas air putih di samping setiap piring yang dia siapkan.


Xue Yen melirik sekilas hasil pekerjaan suaminya, dia tersenyum puas.


"Sayang sekalian tolong beritahu nenek adik Lan dan anak-anak untuk berkumpul di sini, makan malam sudah siap."


"Aku mau mandi dulu.."


ucap Xue Yen menggunakan tangannya mengipas ngipas lehernya yang putih mulus.

__ADS_1


"Mau aku bantu mandiin ?"


tanya Lu Sun sambil tersenyum penuh arti.


__ADS_2