
Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Atas, Kota Zong, di Arena Pertarungan Kerajaan Atas.
Semalam Wu Shen tidak bisa tidur karena tidak sabar untuk hari esok, dia merencanakan banyak sekali trik dan batas maksimal kekuatan yang harus ia keluarkan.
Wu Shen harus menunjukkan pesona nya di depan banyak Sekte, Clan dan Perguruan besar. Dia harus menjadi perhatian utama di Turnamen esok pagi, namun di sisi lain dia tak ingin menunjukkan banyak kekuatannya.
Jadi semalaman dia berpikir dan melakukan eksperimen kecil untuk dirinya sendiri, dia sudah menyamarkan kekuatannya dan sudah di kunci di tingkatan itu, Wu Shen sudah siap atas hari esok.
Dan sekarang adalah hari Turnamen itu berlangsung.
Wu Shen sudah berada di depan Arena Pertarungan Kerajaan Atas, dia berangkat sangat pagi sekitar jam 7 an.
Banyak sekali di sekelilingnya yang datang, entah itu penduduk setempat yang ingin melihat atau para peserta yang ingin mengikuti Turnamen ini.
Wu Shen melihat Arena Pertarungan di hadapannya sungguh sangat luas dan besar, Arena itu berbentuk bulat lonjong seperti lapangan sepak bola di Dunia Modern menurut Wu Shen.
Namun fungsinya berbeda, yaitu untuk pertarungan hidup dan mati atau dalam damai dan persahabatan, Wu Shen baru melihat nya dari luar dia belum melihat di dalamnya.
Wu Shen berjalan menuju pintu depan Arena tersebut dan bertanya pada petugas yang berjaga di situ, "Permisi Pak, dimana pendaftaran Turnamen hari ini?". Tanya Wu Shen dia bertanya tempat pendaftaran.
"Apa kau ingin mendaftar anak muda?". Tanya kembali petugas tersebut.
"Iya pak, apakah masih ada slot?". Jawab Wu Shen di sertai pertanyaan lagi.
"Sepertinya masih, kau lurus saja ke dalam. Di bagian dalam ada tulisan Ruang Pendaftaran, kau masuk saja dan di situ kau bisa mendaftar". Jawab petugas itu sambil menunjuk dengan tangannya.
"Baiklah, terima kasih pak". Wu Shen menundukkan kepalanya sambil berterima kasih, dia memang orang yang sopan namun sebenarnya itu hanya formalitas saja.
Wu Shen akhirnya masuk ke dalam pintu masuk Arena tersebut, di dalam dia melihat banyak sekali ruangan dan sangat ramai akan pengunjung, karena pembayaran tiket masuk nya juga ada di dalam, jadi Wu Shen tidak bisa bergerak bebas untuk menemukan Ruang Pendaftaran.
Setelah beberapa menit dia melepaskan diri dari antrian pengunjung, dia berusaha untuk menemukan Ruang tersebut, dan akhirnya dia menemukannya di dekat toilet yang ada di dalam.
Wu Shen memasuki Ruang Pendaftaran, "Permisi, aku ingin mendaftar Turnamen hari ini". Kata Wu Shen sambil memasuki ruangan dan menghadap Petugas yang sedang mencatat data peserta di hadapannya.
Ada 3 Petugas yang bertugas untuk mencatat data peserta hari ini, 2 perempuan dan 1 laki laki. Di sisi lain ada 4 peserta lain yang sedang mendaftar, 5 peserta dengan Wu Shen.
"Oh kau ingin mendaftar yah, duduk dan tunggu sebentar kami sedang mendata peserta yang duluan datang". Kata petugas tersebut.
Wu Shen bisa melihat 3 orang peserta di kursi pendaftaran, dan 1 peserta di kursi tunggu.
"Baiklah, aku akan menunggu". Jawab Wu Shen sambil melangkah ke kursi tunggu, dia duduk di sebelah peserta lain.
__ADS_1
"Permisi, apa aku boleh duduk di sebelahmu?". Tanya Wu Shen pada peserta itu.
Peserta tersebut adalah laki laki yang sangat pendiam jika di lihat dari tampilannya, karena dia tak banyak bicara dan hanya memejamkan matanya, dia mengabaikan Wu Shen.
Wu Shen melihat pria tersebut, dia memiliki tampilan yang berbeda dengan ke 3 peserta lainnya yang ada di ruangan itu, pria itu memakai baju seperti zirah yang berlapis baja berwarna hitam pekat di sertai pedang yang tersarung di pinggang kirinya.
Wajah nya juga agak tampan dan berwibawa, terdapat luka di bagian bawah mulutnya, pertanda dia adalah petarung yang sering melatih dirinya dengan orang kuat.
Wu Shen tak menghiraukan sikap pria tersebut, dia langsung duduk dan menunggu dirinya di tunjuk untuk duduk di kursi pendaftaran.
Setelah sekitar 10 menit kemudian, ketiga peserta yang duduk di kursi peserta akhirnya selesai, sekarang Wu Shen berdiri dan menuju ke kursi pendaftaran dia siap untuk memanipulasi identitasnya.
Wu Shen duduk di kursi pendaftaran dan di beri beberapa pertanyaan dari petugas laki laki di hadapannya, "Siapa namamu?". Tanya petugas tersebut sambil siap mencatat jawaban Wu Shen.
"Namaku Shen Long". Jawab Wu Shen yang menyamarkan namanya.
"Di mana kau tinggal?".
"Aku baru baru ini sampai di Kerajaan Atas setelah tersesat di Hutan Kematian beberapa hari atau mungkin bulan, sebelumnya aku tinggal di Kerajaan Tengah".
"Hutan Kematian? Kerajaan Tengah? Kenapa kau bisa sampai di Kerajaan Atas??". Petugas itu menatap curiga Wu Shen.
"Beberapa bulan lalu aku masuk ke Hutan Kematian bersama saudaraku, namun di tengah jalan kami berpisah dan aku tersesat, sampailah ke Kerajaan Atas ini". Wu Shen mencoba mencari alasan yang bisa di terima.
"Aku baru berusia 16 tahun".
"Apa kau mengikuti Turnamen ini untuk mencari dukungan dari Sekte, Clan dan Perguruan?". Petugas itu menanyakan tujuan Wu Shen.
"Ya, aku ingin mendaftar Seleksi Turnamen Pemerintah Dunia". Jawab Wu Shen.
"Begitu ya, seperti yang lainnya kau mengikuti Turnamen ini untuk bisa mendaftar di Seleksi Turnamen tersebut"
"Tapi apa kau yakin? Ada di mana Tingkat Kultivasimu sekarang?". Petugas itu masih meremehkan Wu Shen.
"Aku sekarang baru di Tahapan Awal Tingkat Perak Bintang 7, aku akan berusaha semampuku". Jawab Wu Shen dengan tegas.
"Apa kau tau? Di Turnamen ini hanya ada slot 100 peserta dengan usia 16 - 24 tahun, dan di antara mereka Tingkat Perak adalah Tingkatan terendah di sini"
"Tingkatan tertinggi ada di Tingkat Emas Bintang 7 sekarang dan itu adalah milik Pendekar asing yang baru saja mendaftar, kau barusan duduk di sebelahnya". Kata Petugas itu.
"Hah? Perasaan dia tadi....". Wu Shen melihat di sekelilingnya namun dia tak melihat 1 peserta pun, hanya dia sendiri peserta yang ada di situ.
__ADS_1
"Pendekar itu baru saja keluar, kau tak memperhatikannya karena kita masih mengobrol tadi, di usia nya yang masih terbilang muda yaitu 19 tahun dia sudah memiliki Tingkatan sebesar itu". Jelas Petugas tersebut, dia memuji peserta baju zirah itu.
"Begitu yah, jadi dia adalah peserta terkuat sekarang. Aku tak peduli dengan itu, sekarang aku ingin mendaftar di Turnamen ini dan menunjukkan kekuatanku di depan para Senior nanti". Kata Wu Shen dengan tegas.
"Baiklah, kau adalah peserta nomor urut 99. Ini adalah Kartu Nomor mu, kau bisa keluar dan menunggu sampai jam 8 lalu pertandingan akan di mulai". Petugas tersebut tak ingin memperpanjang obrolannya dengan Wu Shen, jadi dia menyetujui Wu Shen mengikuti Turnamen ini, lalu memberi Kartu dengan nomor 99 kepada Wu Shen.
"Terima kasih, petugas". Dengan sopan dan membungkuk lagi, Wu Shen menghormati orang yang menurutnya usianya lebih tua darinya.
Wu Shen akhirnya keluar dari ruangan tersebut, dia melihat masih ada banyak pengunjung yang mengantri untuk membeli tiket masuk.
Karena Wu Shen sudah mendaftar jadi dia di persilahkan masuk dengan gratis, Wu Shen tinggal menunjukkan Kartu Nomornya dan dia masuk dengan mudah.
Wu Shen masuk ke Arena yang sangat luas dan besar, dia melihat banyak sekali penonton yang hadir untuk menonton peserta, mereka tidak sabar dengan adanya Kuda Hitam di pertandingan kali ini.
"Sepertinya aku harus ke kamar mandi dulu, aku tak biasa menunjukkan kekuatanku di depan banyak orang". Gumam Wu Shen, dia merasa sangat gugup. Sebelumnya memang dia membunuh targetnya dalam diam, sunyi dan gelap, ini adalah kali pertamanya untuk menunjukkan kemampuannya di depan banyak orang.
Wu Shen beranjak ke Toilet untuk mempersiapkan diri agar dia tak gugup, jika dia demam panggung kemungkinan dia akan merusak rencana yang di buatnya semalam untuk memperlihatkan kemampuannya pada para Senior dari Sekte, Clan dan Perguruan besar.
Setelah beberapa saat akhirnya Wu Shen sudah siap dan keluar dari Toilet, jam masih ada di sekitar setengah 8 pagi dan pertandingan di mulai jam 8.
Wu Shen keluar dari Toilet dia melewati lorong lagi menuju Arena Pertarungan, namun saat dia hendak melewati lorong tersebut ada seseorang yang sedang bersender dan memejamkan matanya di sekitar tembok lorong itu.
Wu Shen tau dia adalah peserta yang barusan mendaftar bersamanya dan memiliki Tingkat Kultivasi di Tahapan Awal Tingkat Emas Bintang 7, peserta terkuat saat ini di Turnamen kali ini.
"Namamu Shen Long kan?". Tiba tiba saat Wu Shen ingin melewatinya, pria berzirah tersebut berbicara pada Wu Shen.
"Ya, itu namaku. Ada apa?". Jawab Wu Shen sambil menanyakan tujuan pria itu menghentikannya.
"Apa kau tau siapa aku?". Tanya pria itu.
"Mana aku tau, kenal aja enggak. Memangnya siapa kau? Menghentikanku seenaknya di tengah jalan". Jelas saja pertanyaan dari pria itu mengejutkan Wu Shen, karena ini baru pertama kalinya mereka bertemu.
"Aku sebenarnya adalah anak dari tangan kanan Raja Kerajaan Atas, sebenarnya ini bukan tampilanku. Aku menyamarkan diriku yang sebenarnya, karena aku hanya ingin bersenang senang saja di sini". Jawab pria itu.
"Lalu, apa tujuanmu mengungkapkan identitasmu padaku?". Tanya Wu Shen penasaran.
"Hmm.... Tidak ada tujuan, aku hanya ingin mengungkapkan identitasku saja padamu". Jawab pria itu santai.
"Kalau begitu, aku pergi dulu". Kata Wu Shen sambil melewati pria itu dan berjalan menuju Arena.
"Namaku Qin Liang, semoga kita bisa bertemu di Arena nanti. Jika kau masih bertahan, hehe...". Kata pria itu yang memperkenalkan dirinya pada Wu Shen saat melewatinya, tapi Wu Shen hanya mendengarkan saja dia melanjutkan jalannya menuju luar Arena.
__ADS_1
Setelah di luar Arena Wu Shen menuju kursi tempatnya berada, para petugas membantu peserta lainnya untuk mencari kursi peserta tersebut, karena pertandingan akan segera di mulai.
Para pendukung, pengunjung dan semacamnya ada di bangku penonton, mereka sudah tak sabar ingin melihat jenius muda di Zaman Keemasan ini.