
Hingga akhirnya bagian sensitif mereka saling bersentuhan, dan bergesekan.
Sampai disini Roberto tidak dapat menahan diri lagi, dia langsung menarik kedua tangan gadis i kebawah kemudian bertukar posisi.
Gadis itu pura-pura berteriak terkejut dengan suara manja,
"Aiihh..! Mr Slow Down."
Mendengar suara gadis itu Roberto semakin tidak terkendali, dia segera menarik penutup dada gadis itu, kemudian merunduk ********** dengan ganas.
Gadis itu berteriak kecil pura-pura terkejut, kemudian mendesah manja.
Sesaat kemudian dengan gerakan cepat, gadis itu kembali berganti posisi keatas, mengangkat kedua tangan Roberto keatas.
Kemudian dia mulai menciumi dan menjilati tubuh Roberto dari atas kebawah, Roberto kembali memejamkan matanya.
Menahan gelora sambil menikmati servis mandi kucing yang diberikan oleh gadis tersebut.
Saat gadis itu mengeluarkan Tongkat pusaka Roberto dan menjilatinya, Roberto tersentak tubuhnya bagai tersengat listrik, sepasang matanya mendelik keatas.
Gadis itu terus menjilat dan ********** seperti anak kecil sedang menikmati es krim.
Tak lama kemudian tubuh Roberto menegang kemudian jatuh lemas kembali dengan nafas memburu.
Melihat Roberto terkulai lemas, gadis itu tersenyum licik, dia membalikkan badan Roberto, menjadi tengkurap.
Dia mulai memijat-mijat bagian punggung Roberto, hingga Roberto kehilangan kewaspadaannya.
Dengan gerakan cepat gadis itu ingin mematahkan tulang belakang dan tulang leher Roberto dengan sepasang tangan nya yang membentuk cakar.
Tapi sebelum terlaksana sepasang cakar gadis itu terpental, terkena tangkisan Lu Sun, Lu Sun juga dengan cepat menotok gadis itu menyambar handuk kimono Roberto menutupi tubuh gadis itu.
Kemudian dia melesat menghilang melalui jendela kamar tersebut yang terbuka lebar.
Semua kejadian berlangsung dengan sangat cepat, ketika Roberto menyadarinya Lu Sun dan gadis itu telah menghilang.
Para bodyguard yang mendengar suara hiruk pikuk perkelahian di dalam kamar, segera menerobos masuk dengan senjata ditangan.
Tapi diruangan itu hanya ada Tuan mereka Mr Roberto yang diam terpaku.
Roberto menerima bisikan ditelinga nya,
"Hei gendut..! hari ini kamu beruntung."
"Gadis ini sengaja di utus oleh Xie Ding Feng untuk menghabisi mu."
__ADS_1
Lu Sun membawa gadis yang tertotok jalan darahnya, menuju salah satu gedung tinggi, di mana ada seorang pembunuh bayaran yang sedang terbaring di sana tidak bisa bergerak dan berbicara.
Lalu Lu Sun melesat meninggalkan tempat itu, Lu Sun yang tadinya ingin pergi ke dermaga Xie.
Di mana itu adalah dermaga pribadi milik keluarga Xie turun temurun.
Sesuai informasi malam ini jam 3 pagi ada 5 kapal yang datang dari 5 negara membawa gadis-gadis muda yang di culik untuk di perdagangkan oleh kakek Xie.
Kakek Xie bertindak sebagai pembeli juga sebagai penyalur transaksi perdagangan para gadis muda ini.
Semua gadis muda ini nanti akan dikumpulkan untuk diseleksi oleh kakek Xie, yang cantik akan dia gunakan untuk bisnis pub karaoke dan pelacuran miliknya.
Yang kurang cantik akan dia ambil onderdil tubuhnya, untuk perdagangan onderdil tubuh manusia.
Dalam hal ini Kakek Xie memiliki dua team dokter untuk memastikan bahwa onderdil yang didapatkannya dalam kondisi sempurna.
Sehingga bisa di jual dengan harga tinggi kepeminatnya.
Sedangkan gadis perawan yang tercantik akan di kirim ke club' pribadi milik kakek Xie yang bernama Royal Palace.
Kakek Xie akan menikmatinya lebih dahulu sebelum di pekerjakan di Royal Palace miliknya untuk melayani para anggota club' yang terbagi dalam beberapa tingkatan.
Sesuai dengan iuran bulanan yang sanggup mereka bayar.
Untuk para tamu VIP yang membayar iuran termahal tak jarang mereka bisa menikmati barang bersegel.
Tadinya Lu Sun ingin langsung pergi ke dermaga melakukan penyelidikan, tapi karena adanya adegan kakek Xie di club' pribadinya.
Ditambah dengan adegan yang barusan dilakukan oleh pembunuh bayaran wanita itu dengan Roberto.
Lu Sun sudah tidak kuat menahan gelora di dadanya lagi, dia memutuskan lebih baik pulang kerumah lebih dulu.
Subuh nanti dia baru berangkat dari rumahnya kesana.
Lu Sun mendarat ringan di balkon kamar Ying Ying, tapi Lu Sun harus kecewa karena Ying Ying tidak ada di kamarnya.
Lu Sun terpaksa menenangkan geloranya dengan pergi mandi, setelah diguyur air dingin dari pancuran di kamar mandi.
Lu Sun mulai bisa menenangkan perasaannya, setelah merasa jauh lebih segar Lu Sun pun keluar dari kamar mandi.
Mengambil pakaian santai kemudian keluar dari kamarnya, pergi melihat anaknya Lu San.
Lu Sun menemani anaknya Lu San bermain sejenak di taman sambil menunggu kepulangan Ying Ying dari kantornya.
Lu Sun sebenarnya ada melihat Xue Yen di dalam rumah, tapi dia paham dengan sifat Xue Yen, bila sedang marah, Lu Sun mendekatinya sama dengan ular mencari penggebuk.
__ADS_1
Lebih baik menunggu sampai emosinya mereda, baru berbicara dan memberikan penjelasan baik-baik padanya.
Biasanya hal ini akan jauh lebih efektif dan lebih bisa dia terima.
Ketika memasuki jam 7 malam, Ying Ying baru pulang kerumah dengan wajah lelah, tapi melihat Lu Sun yang sedang duduk memangku anaknya sambil bercanda dan berbicara dengan anaknya.
Semua rasa penat akibat beban pekerjaan sedikit terangkat.
Sambil tersenyum lembut Ying Ying berjalan menghampiri mereka.
Begitu Ying Ying muncul aroma parfum nya yang khas langsung tercium oleh Lu Sun.
Lu Sun dan anaknya sama-sama menoleh menatap kearah Yimg Ying.
Kemudian dengan kompak kedua orang itu melambaikan tangannya kearah Ying Ying memintanya mendekat.
Ying Ying dengan penuh kasih sayang menggendong Lu San yang berlari kedalam pelukan ibunya.
Begitu melihat ibunya berjalan menuju kearah mereka,
Lu Sun menarik Ying Ying duduk di pangkuannya sambil merangkul pinggang ramping istrinya.
"Bagaimana hasil negosiasi dengan klien mu tadi pagi ?"
tanya Lu Sun setelah Ying Ying duduk dipangkuan nya.
Ying Ying mengangguk dan berkata,
"Tidak masalah semua berjalan cukup lancar, kami sudah menandatangani kontrak mulai Minggu depan kita sudah bisa mengirim pakan ternak pesanannya."
"Kamu sendiri gimana hari ini ?"
tanya Ying Ying balik.
Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Masih dalam proses.. jam 2 subuh nanti masih harus pergi ke dermaga Xie menyelesaikan tugas ku disana."
Ying Ying mengangguk tidak bertanya lagi, dia memejamkan matanya menikmati belaian kasih sayang Lu Sun.
Ying Ying menyandarkan tubuhnya di badan suaminya yang kekar untuk melepaskan lelah setelah bekerja seharian.
Kedua Suster yang merawat Lu San datang menghampiri Lu San kemudian menggendongnya pergi bermain di kamar.
Agar tuan dan nyonya nya bisa lebih bebas menikmati kebersamaan mereka.
__ADS_1
"Sayang aku pijatin sambil berendam air hangat mau ?"
Ying Ying menatap Lu Sun dan mengangguk kecil.