KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MEMUTUSKAN TERLIBAT


__ADS_3

"Dari laporan penyelidik kita, aku mendapat informasi Ming Dao kakak tiri ku itu terlibat permusuhan dengan tuan muda Lu yang misterius itu.."


"Setelah kejadian di toko teh kemarin antara kamu dan dia, aku selalu menjaga agar tidak perlu bentrok dengan orang itu."


"Bahkan aku sudah banyak menarik diri di lapangan agar bisnis kita tidak bersinggungan dengan nya.."


"Aku tidak mau kamu terlibat dan bentrok dengan nya.."


"Aku takut sayang...aku takut nanti anak kita bernasib sama seperti aku dulu.."


"Aku tidak mau itu.."


ucap Monica mulai bercucuran air mata.


Terlihat jelas di matanya dia sangat takut, takut suaminya bentrok dengan tuan muda Lu.


Takut harus kehilangan suaminya akibat dari bentrokan yang sulit di prediksi itu.


Monica kini sudah bangun duduk di hadapan suaminya sambil memegang perutnya yang masih rata dengan airmata bercucuran menatap suaminya.


Chin liong yang melihat istrinya begitu tertekan dan bersedih segera bangun dari posisi berbaring nya.


Dia menarik Monica kedalam pelukannya dan berkata,


"Sudah hentikan tangis mu sayang, jangan menangis lagi, jangan takut aku akan selalu berada di sisi kalian dan melindungi kalian.."


"Jangan menangis lagi, kasihan anak kita, bila ibunya bersedih, nanti pertumbuhannya terganggu."


"Udah ya jangan nangis lagi.."


ucap Chin Liong dengan lembut berusaha menenangkan istrinya.


Monica menghapus airmatanya sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Sayang sebaiknya kita harus bersikap bagaimana ? apa kita ke rumah sakit jelaskan semua ini dan temui ibu.."


Chin liong membelai rambut istrinya dengan lembut dan berkata,


"Tidak sayang..ibu mu sedang tidak sehat kita tidak boleh membebani pikirannya.. dengan cerita tentang Kakak tiri mu itu."


"Lalu kita harus bagaimana,? bila tidak bicara dengan ibu.."


"Jangan bilang kamu mau pergi melawan dia demi kakak tiri ku ?"


ucap Monica sambil meronta melepaskan diri dari pelukan suaminya .


Dia menatap suaminya dengan tatapan cemas dan ketakutan.


Chin liong Tersenyum dan berkata,


"Sayang kamu jangan cemas dan takut seperti itu, tenanglah dulu.."


"Kamu suruh aku tenang bagaimana..!? aku tidak mau..! kamu tidak boleh pergi bentrok dengan nya...!!"


"Apapun alasannya aku tidak mau dengar..!"


ucap Monica sedikit berteriak ke suaminya,

__ADS_1


Lalu dia menutup kedua telinganya tidak mau mendengar ucapan suaminya, dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.


Chin liong Tersenyum sabar, dia tahu istrinya ini sedikit manja dan agak kelokan mirip anak kecil.


Tapi sebenarnya dia sangat baik, dan benar- benar tulus mencintai nya.


Chin liong dengan lembut menyentuh kedua bahu istrinya dengan kedua tangannya.


Lalu dia mendorong pelan agar Monica menegakkan badannya menghadap kearah nya.


Dia menyentuh dagu Monica dan mengangkatnya keatas agar Monica menatap kearahnya.


Monica mengangkat wajahnya menatap Chin liong dengan tatapan cemas.


Chin liong memegang lembut kedua tangan Monica dan menariknya ke bawah dengan lembut kemudian berkata,


"Kamu masih percaya dengan ku kan ?"


Monica mengangguk dan berkata,


"Aku tentu percaya pada mu, tapi..."


Sebelum pembicaraan nya selesai, bibirnya ditutup secara lembut oleh dua jari suaminya.


"Sayang dengarkan aku, aku berjanji pada mu, aku tidak akan bentrok dengan nya."


"Aku hanya akan muncul menemuinya bila kakak mu terancam bahaya, aku akan bicara baik-baik dengannya agar dia melepaskan kakak mu.."


Bagaimana bila dia tidak setuju !?"


"Aku akan membujuknya hingga dia setuju.."


"Kamu harus percaya pada ku, dia pasti akan menyetujui nya.."


"Bila kami bentrok, itu tidak ada untungnya bagi dia, kalaupun dia berhasil menewaskan ku, dia sendiri juga tidak akan lebih baik dari ku.."


"Dia juga pasti akan berpikir berulang berkali, untuk bentrok dengan suamimu, resiko dan kerugian yang harus ditanggungnya sangat tidak sesuai dengan yang dia dapatkan."


"Sebagai mantan seorang Jendral besar, aku yakin setiap langkah yang dia ambil pasti akan dipertimbangkan dengan teliti."


"Dia pasti tidak akan mau berperang tanpa keyakinan menang dan hasil yang jelas."


Monica menatap kearah suaminya, dimatanya mulai muncul secercah harapan.


Dengan suara pelan dia berkata,


"Sayang aku harap kamu selalu ingat dengan janji mu tadi pada ku, kalau pun sangat terpaksa dan harus bentrok."


"Kamu harus ingat di sini ada anak mu yang sedang menanti kepulangan mu, kamu tidak boleh gegabah dan ceroboh.."


Monica sengaja mengingatkan nya seperti itu, agar suaminya sebisa mungkin menahan diri, tidak mengikuti emosi dan egonya yang besar karena gengsi.


Chin liong Tersenyum lembut kemudian membelai kepala istrinya dan berkata,


"Baiklah Tuan putri ku yang cantik, aku berjanji akan selalu mengingatnya..."


Monica menutupi mulutnya sambil tertawa melihat sikap suaminya yang lucu.

__ADS_1


Tapi dia tiba-tiba buru-buru berlari ke kamar mandi.


Rasa mual di pagi harinya tiba-tiba muncul dan ingin muntah.


Chin liong buru-buru ikut masuk ke kamar mandi mengurut-ngurut punggung istrinya yang sedang membungkuk mengeluarkan isi perutnya.


Setelah istrinya agak tenang, Chin liong menggunakan tisue membantu mengelap sudut bibir istrinya dari bekas sisa muntahan.


Sebagian besar muntahan istrinya hanya cairan saja, tidak ada yang lain.


Chin liong Kemudian dengan hati-hati membantu Monica yang lemas kembali ke kasur untuk berbaring.


"Sayang kamu baring sebentar disini, aku ke bawah sebentar.."


Monica Tersenyum lemas dan menganggukkan kepalanya sambil berkata,


"Pergilah aku tidak apa-apa, bentar lagi juga pulih."


Chin liong mengangguk lalu dia buru-buru pergi ke dapur meminta pembantu menyiapkan sarapan dan sup hangat untuk istrinya.


Setelah dia memberi pesan, dia langsung kembali lagi ke kamar untuk melihat keadaan istrinya.


Chin liong yang melihat istrinya duduk bersandar pada sandaran ranjang sambil memejamkan matanya.


Dia duduk di sampingnya dan membantu memijat dengan lembut kedua pelipis istrinya, untuk mengurangi rasa pusing yang dialami Monica.


Monica Tersenyum menikmati pijatan mesra dari suaminya.


Tiba-tiba HP Monica berbunyi, Monica membuka matanya perlahan lalu menerima HP dari tangan suaminya.


Dan mengangkatnya,


"Ya hallo ada apa ?"


tanya Monica dengan suara lemah.


"Ini saya mau melapor,


tuan Ming Dao sekarang sedang bergerak menuju kediaman keluarga Lu.."


"Ok baiklah makasih."


jawab Monica, sambil menatap suaminya dengan cemas.


"Kenapa sayang ?"


tanya Chin liong begitu Monica menutup telepon.


"Anak buah ku melapor, kakak tiri ku sekarang sedang bergerak menuju rumah kediaman keluarga Lu."


ucap Monica agak cemas.


Chin liong Tersenyum menepuk-nepuk lembut pundak istrinya dan berkata,


"Kamu tenang saja,. jangan berpikir terlalu banyak, biar aku ikut pergi ke sana melihat-lihat."


"Sebentar lagi sarapan akan di antar ke sini, kamu harus makan ya, gak boleh gak makan nanti makin mual.."

__ADS_1


__ADS_2