
Hingga saat mereka berdua naik keatas ranjang, berbaring berangkulan menyalakan TV di kamar, yang kebetulan sedang menayangkan berita kematian tragis Nagato.
Mereka berdua segera bangun duduk dan menonton dengan serius, setelah berita selesai.
Kedua orang itu baru mematikan TV dan terlibat dalam obrolan serius.
"Sayang bukankah itu Nagato teman mu, yang sangat tertarik dengan teman kuliah ku Si Catherine Liu.?"
"Kenapa... kenapa dia bisa sesial itu ?"
Suami Anna mengangkat bahunya dan berkata,
"Ya dia memang Nagato, cuma kenapa bisa berakhir seperti itu aku juga tidak tahu."
"Mungkin dosanya udah kelewat banyak kali, terlalu banyak ganggu istri orang."
ucap Kotaro suami Anna.
"Untung waktu kita bertemu di restoran ada Teman ku, kalau tidak tentu aku yang akan jadi sasaran dia."
ucap Anna sambil menatap suaminya dengan muka bergidik.
"Pantes saja waktu itu kamu cepat-cepat menyodorkan teman mu ke dia."
ucap Kotaro sambil tertawa terbahak bahak.
"Ihh emang kamu senang istri mu ditindih orang..?"
ucap Anna dengan cemberut sambil mencubit lengan suaminya dengan gemas.
Sambil meringis Kotaro berkata,
"Itu jelas lebih baik daripada kamu di belakang ku bermain dengan Si deki."
"Yang tidak menghasilkan apa-apa, cuma menghabiskan uang ku."
Anna langsung menendang suaminya sampai jatuh ke bawah kasur dan berkata,
"Itu juga kan karena kamu yang mulai duluan dengan si Yumeko...!"
Sambil tertawa sinis Kotaro bangun berdiri dan berkata,
"Siapa suruh kamu mandul...! tapi sudahlah, bagaimanapun sekali ini tetap harus berterimakasih kepada mu."
"Tanpa kamu si mandul bermuka dua yang tega menjual teman yang mempercayai mu, aku juga tidak akan dapat bonus dari Nagato, bahkan kini utang ku pun jadi lunas."
__ADS_1
"Semua masih harus berterimakasih kepada mu..ha..ha..ha..ha..!
ucap Kotaro menyindir sambil tertawa-tawa.
Anna dengan wajah merah menahan kesal menggunakan guling dan bantal di dekatnya melempari kotaro., sambil berteriak.
"Bajingan..! bangsat...! keluar dari kamar ku sekarang juga...!"
"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa ? kamu masih istri ku, apartemen ini setengahnya pun masih milikku, termasuk kamar ini dan kamu.."
ucap Kotaro sambil tersenyum dingin.
Pergi..! pergi...! menjauh dari ku..! kamu mau apa bangsat...! jangan ...tidak...Uh..uh...uh..!"
Anna terlihat ketakutan saat melihat Kotaro berjalan mendekatinya, lalu mencekik lehernya.
Anna meronta-ronta megap-megap kehabisan napas, kakinya menendang kesana kemari dengan liar.
Kotaro yang beberapa kali terkena tendangan Anna yang meronta liar, dia melepaskan tinjunya ke perut Anna.
Sehingga Anna kini meringkuk kesakitan tak berdaya dengan mata mendelik.
Dengan kasar Kotaro menarik gaun tidur Anna yang tipis sampai terdengar bunyi robekan kain,
"Breett..! breett..! breett..! Srekk...! Srekk..!"
Kotaro yang seperti kerasukan, langsung melompat menerkam menindih Anna di bawah, menahan kedua tangan Anna di atas kepalanya dengan sebelah tangan.
Sebelah tangan lagi melepaskan resleting celananya, sambil menggunakan lututnya melebarkan sepasang paha Anna yang putih mulus dan tertutup rapat.
Begitu paha Anna terbuka Kotaro segera mengarahkan Tongkatnya dengan kasar dia menghentakkan nya.
Sepasang mata Anna terbelalak lebar, mulutnya juga terbuka tapi hanya terdengar suara tertahan di tenggorokan, dengan urat-urat dilehernya menonjol dan menegang.
Sesaat kemudian suasana menjadi hening hanya terdengar suara Isak dan suara nafas memburu dari Kotaro.
Beberapa saat kemudian Kotaro yang seluruh bagian tubuh belakangnya penuh keringat jatuh kelelahan dengan senyum puas berbaring di sebelah Anna .
Sedangkan Anna terlihat berbaring dengan rambut acak-acakan dengan sepasang mata terpejam, airmata terlihat mengalir keluar dari kedua sudut matanya jatuh menetes membasahi bantalnya.
Lu Sun yang berubah menjadi seekor nyamuk menyaksikan semua dari awal hingga akhir.
Lu Sun merasa sangat jijik dan muak dengan aksi kedua pasangan bejad ini.
Setelah keduanya terkapar lemas dan tertidur pulas keletihan.
__ADS_1
Lu Sun baru merubah dirinya menjadi bentuk asal, kemudian menotok syaraf tidur kedua orang itu.
Lu Sun membuka Jendela lebar-lebar, merubah dirinya menjadi seekor Rajawali raksasa, mencengkram bahu kedua pasangan bejad itu, membawa mereka menuju kebun binatang.
Lalu Lu Sun terbang merendah melempar mereka berdua kedalam kandang Singa.
Lalu terbang meninggalkan kebun binatang tersebut.
Anna dan Kotaro masih tertidur pulas, karena syaraf tidur mereka tertotok oleh Lu Sun.
Mereka berdua tidur di kandang singa dengan pulas tanpa berbusana.
Mereka berdua baru terbangun dari tidur mereka dan sangat terkejut saat melihat para pengunjung kebun binatang sedang ribut-ribut mengambil gambar mereka dengan rekaman video kamera HP untuk di viralkan.
Mereka semakin terkejut sulit bernapas maupun bergerak, saat menyadari 5 ekor Singa sedang Mengaum ganas dan berjalan menghampiri mereka dari segala arah.
Akhirnya mereka hanya bisa menjerit-jerit histeris kesakitan dan meraung-raung meminta tolong.
Ke 5 singa itu menerkam mereka dengan ganas, mengigit leher mereka menyeretnya kesana kemari.
Petugas kebun binatang hanya melihat dengan mata terbelalak.
Tapi mereka tidak ada yang berani masuk dan memberikan pertolongan kepada kedua pasangan apes, yang tidak tahu gimana caranya, bisa berada dalam kandang singa.
Tak lama kemudian sudah tidak terdengar lagi suara jeritan, hanya terdengar suara mengorok dari tenggorokan mereka.berdua dengan tubuh berkelonjotan.
Karena isi perut mereka sedang di gerogoti dan ditarik-tarik oleh kelima ekor Singa itu, yang terlihat sangat menikmati makanan yang ada di hadapan mereka..
Dalam waktu singkat tempat sekitar kandang singa telah di penuhi oleh para pengunjung yang ingin melihat dan mengambil gambar kejadian itu, untuk di viralkan di sosial media.
Sementara itu ditempat lain Ying Ying yang baru saja bangun tidur, pagi itu merasa tubuhnya sangat segar, setelah semalam mendapatkan pijatan rileks dari suaminya.
Selain itu setelah mengeluarkan semua beban perasaannya dan kini Lu Sun sudah mau mengerti dan memahami nya.
Perasaannya menjadi sangat ringan dan nyaman, hari ini adalah hari Minggu di mana kantornya tutup sehingga dia tidak perlu harus siap-siap buru-buru ke kantor.
Ying Ying melihat Lu Sun yang sedang asyik tidur di sebelahnya, dia pun tersenyum bahagia.
Merasa udara pagi agak sedikit dingin, Ying Ying tidak jadi bangun, dia malah menyusup masuk kedalam pelukan Lu Sun.
Menikmati kehangatan di dalam pelukan Lu Sun.
Lu Sun yang merasa ada tubuh kecil lembut, yang sedang bergerak-gerak di dekatnya.
Dari wangi tubuhnya, Lu Sun tahu itu pasti istrinya.
__ADS_1
Sehingga sambil tersenyum lembut dengan mata terpejam Lu Sun membalas memeluknya dengan erat.