KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERLAWANAN LU SAN


__ADS_3

Sambil bercerita mereka terus melangkah pergi menuju ke gedung SMA.


Afei yang memiliki pendengaran tajam, tentu mendengar semua ucapan Deborah dengan jelas.


Tidak di ucapkan Deborah pun sebenarnya Afei sudah sangat menyesal dan berada dalam posisi dilema antar Budi dendam dan perasaan cinta nya.


Kini mendengar ucapan Deborah, wajah Afei menjadi semakin muram.


Dia sering berulang kali mengutuk dirinya sendiri yang terlalu lemah dan tidak tahu balas Budi.


Antara janji dan kenyataan bertolak belakang, dia pernah berjanji dengan Lu Sun ayah angkat sekaligus guru yang telah begitu berbudi padanya.


Untuk mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjaga keluarga Lu, tapi apa buktinya kini, dia malah berpacaran dengan wanita yang telah membuat kakak angkatnya menjadi manusia cacat.


Di dalam hati Afei sangat menyesal dan merasa bersalah, meski baik Lu San terutama ayah angkatnya Lu Sun tidak pernah menyalahkan dirinya, tapi tetap saja dia sangat sangat menyesali dirinya sendiri.


Selain Giok Lan yang mulai tidak menyukainya dan menyalahkan dirinya atas insiden Lu San, tidak ada satupun orang di keluarga Lu yang menyalahkan nya.


Hal ini justru membuat dirinya semakin berdosa dan hidup tertekan.


Tapi di saat bersamaan dia juga tidak bisa menolak dan menghentikan perasaan nya, yang telah sepenuhnya jatuh cinta pada Michiko.


Dan kelihatannya gadis itupun menaruh perasaan yang sama seperti dirinya.


Dan kejadian Michiko berkelahi dengan Lu San, Afei juga tidak bisa menyalahkan Michiko.


Michiko hanya membela diri atas sikap Alicia dan Deborah.


Sehingga bentrok dengan Lu San yang datang ingin menunjukkan kemampuannya di hadapan Alicia.


Sehingga akhirnya mereka bentrok dan terjadi insiden yang tidak di harapkan itu.


Dan pada waktu itu, Afei tidak turun tangan melindungi Lu San, karena Afei melihat kemampuan Lu San saat itu jauh di atas Michiko.


Bahkan masih lebih kuat seusap di atas dirinya makanya dia bersikap tenang tenang saja, di luar dugaan karena ego dan kesombongannya Lu San harus membayarnya dengan sangat mahal.


Hal ini benar benar di luar prediksi dirinya dan Lu San waktu itu.


Michiko yang menyadari perubahan pada Afei dia pun berkata.


"Afei apakah kata kata nya melukai perasaan mu,? aku akan pergi memberi nya pelajaran agar lain kali dia tidak sembarangan berbicara."


Michiko membalikkan badannya hendak pergi menyusul Deborah, tapi tangannya di tahan oleh Afei .

__ADS_1


"Michiko ku mohon..."


ucap Afei dengan tatapan penuh duka mendalam.


Michiko menahan langkahnya, kemudian dia berbalik mendekati Afei dan berkata,


"Baiklah... baiklah...ayo kita kembali ke kelas, mari kita lupakan saja semua.."


Afei menatap Michiko dengan penuh terimakasih dan berkata,


"Sayang aku hari ini tidak ingin sekolah, kamu mau tidak temani aku main ke pantai..?"


Michiko menatap Afei dengan mata berbinar binar dan berkata,


"Afei kamu serius..?"


Afei memaksakan diri untuk tersenyum seperti orang yang hendak menangis, tapi dia menganggukkan kepalanya.


Michiko maju menggandeng tangan Afei, dan berkata,


"Baiklah aku akan menemani kamu ke pantai hari ini, agar perasaan mu bisa lebih lega.. dan rileks.."


"Terimakasih sayang.."


Di tempat lain Deborah dan Alicia saat tiba di gedung SMA merasa heran, kenapa gedung itu terasa sepi, tapi saat mereka tiba di lantai di mana kelas Lu San berada.


Mereka baru menyadari satu hal rupanya semua anak SMA dari 3 tingkatan semua sedang berkumpul di sana.


Dengan penuh tanda tanya, Deborah dan Alicia berusaha me teriak kedepan untuk melihat apa yang terjadi.


Saat mereka berhasil tiba di bagian depan, kedua orang itu sangat terkejut melihat apa yang sedang di alami oleh Lu San yang ternyata sedang di paksa makan kotoran kucing, oleh keempat orang yang ada di hadapannya.


Melihat hal ini, Deborah tidak bisa menahan diri dia langsung bergerak maju ke depan, Alicia berusaha menahan lengan Deborah sambil memberi kode dengan menggelengkan kepalanya.


Tapi Deborah mengibaskan tangan Alicia, tanpa mengindahkan peringatan sahabat nya, dia maju kedepan menghampiri Lu San.


Melihat kedatangan Deborah dan Alicia di sana wajah Lu San langsung berubah, di dalam hati dia sudah tahu hari ini dia tidak akan pernah bisa lolos dari petaka nya.


Mungkin ini sudah takdirnya, bagaimana pun manusia berusaha tapi dia tidak akan pernah bisa lepas dari takdir yang sudah digariskan..


Sambil tersenyum dingin Lu San berdiri dari posisi tiarap nya, dengan mengerahkan seluruh puncak Kekuatan nya Lu San mengeluarkan teriakan jurus ke 8 dari 18 Tapak Penahluk Naga.


Untuk memukul mundur ke 4 lawannya yang sedang tidak waspada.

__ADS_1


Hasilnya sesuai dengan harapan nya, keempat orang itu terpukul mundur beberapa langkah kebelakang karena kaget.


Tanpa menghiraukan murid lainnya yang banyak pingsan terkena efek suara nya, karena mereka berada di posisi belakangnya keempat orang itu.


Tubuh Lu San sendiri melesat terbang mundur bagaikan seekor rajawali yang muncul di samping Deborah.


Lu San merangkul Deborah ikut mundur menjauhi tempat tersebut, sambil menjejakkan kakinya diatas kepala kerumunan orang orang.


Lu San berhasil membawa Deborah sekaligus mencengkram kerah baju Alicia menarik kedua nya mundur menjauhi kerumunan orang orang.


Lu San mendarat ringan di dekat tangga turun, Lu San melepaskan pelukannya dari Deborah dan melepaskan cengkraman nya dari kerah baju Alicia dan berkata.


"Kalian berdua cepat tinggalkan tempat ini, pergi temui pak Ma, telpon ayah ku kemari.!


"Sebelum ayah ku datang kalian jangan pernah berani kemari bersama pak Ma...!"


ucap Lu San terburu-buru sambil menyerahkan HP nya kepada Deborah.


Lu San menatap Deborah dengan mesra sambil tersenyum lembut, lalu berkata.


"Cepat...cepat kalian pergi dari sini, !"


ucap Lu San, lalu melempar kedua gadis itu kelantai satu.


Tapi dengan pengerahan Im Yang Sen Kung yang tepat, kedua gadis itu berhasil mendarat di lantai satu dengan ringan..


"Aihhhh..!!"


teriak kedua gadis itu kaget dan ketakutan.


Saat tubuh mereka melayang dari lantai 3 dan mendarat di lantai dasar.


Tai saat menyadari diri mereka berdua baik baik saja, sedangkan Lu San saat itu sudah terlibat perkelahian satu lawan empat.


Berusaha menahan dan membuat mereka menjauh dari posisi kedua gadis itu.


Alicia bertindak cepat menyeret Deborah meninggalkan tempat tersebut.


Deborah sambil berlari meninggalkan tempat tersebut, dia berulang kali menoleh ke belakang menatap kearah Lu San dengan cemas.


Tapi dia juga sadar bila dia tetap berkeras di sana, dia hanya akan menyusahkan Lu San.


Lu San sendiri untuk mencegah keempat orang itu mengejar Deborah dan Alicia.

__ADS_1


Dia melepaskan Kang Lung You Hui kearah ke 4 orang itu.


__ADS_2