KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEMESRAAN 1


__ADS_3

"Loh kok bisa ?"


tanya Lu Sun bingung.


Ying Ying menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Ya bisalah, mobil box barang itu sengaja disewa Giok Lan untuk angkut mainan nya."


"Lalu dia tidak mau berpisah dari mainan nya merengek ke adik Giok agar diijinkan pulang naik mobil box barang itu."


"Sedangkan adik Giok membuntuti mereka dari belakang.."


"Lalu apa penjelasan adik Giok ?"


tanya Lu Sun sambil menahan tawa.


"Jawaban adik Giok hampir sama dengan mu, adik Giok bilang melihat tatapan matanya dan alis nya, adik Giok jadi teringat dengan mu.."


"Dia tidak kuasa menolaknya.."


"Bahkan adik Giok berkata jangankan cuma satu truk kecil, bila San er minta pabriknya, dia juga tidak akan bisa menolaknya.."


Mendengar penjelasan Ying Ying, Lu Sun pun tertawa terbahak-bahak sambil menjewer pelan telinga putranya.


Lu San hanya nyengir Canggung saat rahasia nya di buka ibunya.


"Sun ke ke bukan aku tidak menyayangi San er, tapi dengan cara seperti ini, kita justru sedang mencelakainya.."


"Saat ini bagi kita uang memang bukan masalah, tapi aku tidak pernah lupa bagaimana saat kita jatuh dan tidak punya uang sepeserpun.."


"Di saat itu baru terasa, 5 Yuan sekalipun terasa sangat penting dan berharga."


"Kamu mengertikan maksud ku Sun ke ke..?"


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Kamu benar sayang.., kamu memang yang terbaik.."


"San er dengarkan ayah, mulai hari ini apapun keputusan ibu mu, itulah keputusan ayah.."


Lu San pura-pura tidak mendengarnya, dia berpura-pura melihat-lihat kearah jendela.


Melihat hal ini Lu Sun menggelengkan kepalanya, dia jadi teringat saat Lu Fan kecil.


Xue Yen juga terlalu memanjakannya, sikap Siau Ching pun seperti Ying Ying saat ini.


Tapi dia tidak mendukung Siau Ching dan selalu berkata anak masih kecil biarkan saja.


Akhirnya setelah Lu Fan besar sangat sulit di atur termasuk dirinya tidak bisa lagi mengaturnya.


Untungnya ada Wu Song murid sekaligus mantunya yang memang disegani Lu Fan sejak kecil.

__ADS_1


Lu Sun kini menatap tajam kearah anaknya dan bersikap sedikit tegas.


"Kamu dengar..nak..!?"


"Ya ayah.."


jawab Lu San lesu.


Dia tidak berani membantah, begitu mendengar nada suara ayahnya yang sedikit berbeda dari biasanya.


Ying Ying sambil nyetir tersenyum senang, melihat perubahan sikap suaminya.


Tak lama kemudian mobil mereka tiba di kediaman Lu Sun.


Lu Sun turun dari mobil sambil menggendong Lu San yang sedang memegang mainan barunya.


Ying Ying setelah menurunkan mereka ber 4, dan semua barang belanjaan, dia memarkirkan mobilnya ke garasi baru masuk kerumah.


Sedangkan kedua pengasuh sibuk membantu membawakan mainan Lu San.


Untungnya mereka di bantu beberapa pembantu lain yang datang membantu mengambil semua barang belanjaan Ying Ying yang cukup banyak.


Barang belanjaan Ying Ying sebagian besar adalah kebutuhan rumah tangga.


Sedangkan barang pribadi nya hanya satu kantong kecil yang berisi parfum dan bedak serta beberapa stel pakaian kerja dan pakaian tidur.


Kantung itu dia tenteng sendiri menuju kamarnya.


"San er kamu mainlah mainan mu bersama Lili dan Lala, kalau ngantuk tidurlah dulu."


"Tar sore kita baru berenang bersama.."


Lu San menganggukkan kepalanya, tapi dia menatap ayahnya dan berkata,


"Lalu sekarang ayah mau kemana ? kenapa ayah tidak temani San er bermain saja di sini ?"


Lu Sun berpikir sejenak mencari alasan kemudian berkata,


"Ayah mau mandi, setelah itu ayah perlu bicara sama mami, agar besok San er diijinkan ikut jalan-jalan ke luar negeri.."


"Asyik hore besok mau jalan-jalan, hore...!"


teriak Lu San melompat-lompat kegirangan.


"San er sudah cepat masuk ke kamar mu, jangan berisik nanti kalau mami marah, San er tidak bakal bisa ikut.."


Anak itu terdiam, sesaat kemudian dia langsung masuk kedalam kamar nya sambil membawa mainan nya.


Lu Sun tersenyum senang melihat Lu San sudah dengan patuh masuk ke kamarnya.


Kini Lu Sun buru-buru kembali ke kamarnya, dia langsung masuk kedalam kamar dan mengunci pintu dari dalam.

__ADS_1


Lu Sun melihat kamar kosong, tapi dia mendengar suara air di kamar mandi.


Dia langsung tersenyum gembira, setelah melepaskan seluruh pakaiannya, dia buru-buru berlari masuk kedalam kamar mandi yang tidak di kunci.


Sesuai perkiraan nya, begitu masuk kedalam kamar mandi dia langsung di suguhi pemandangan yang menakjubkan.


Di mana Ying Ying yang berada didalam Shower Room terlihat sedang mandi sambil bersenandung kecil.


Kabut uap panas dari air hangat yang keluar dari Shower membuat kaca bening itu berkabut.


Sehingga tubuh Ying Ying yang indah terlihat sedikit samar-samar tertutup embun di kaca Shower Room.


Hal ini malah membuat pemandangan di hadapan Lu Sun semakin menggoda andrenalin.


Lu Sun yang sudah tidak bisa menahan diri lagi, dia segera membuka pintu kaca Shower Room lalu menyelinap masuk kedalam.


Ying Ying yang sedang asyik mandi tidak menyadari kehadiran suaminya, baru saat tiba-tiba Lu Sun menyelinap masuk dia langsung menjerit kaget.


"Aiihhh...!!"


Saat melihat yang datang adalah suaminya yang genit ini, dia pun tersenyum dan mengecilkan air dari Shower.


"Ada apa kamu kemari tiba-tiba ? bikin kaget saja."


Lu Sun maju memeluk pinggang istrinya dan berkata,


"Aku ingin mandi bersama, aku ingin..."


"Belum selesai kata-katanya Ying Ying sudah maju menutup bibir Lu Sun dengan bibirnya yang lembut dan wangi.


Ying Ying meletakkan kedua tangannya di belakang kepala Lu Sun, sambil sedikit berjinjit, karena dia kalah tinggi di banding Lu Sun yang bertubuh tinggi besar.


Lu Sun menyambutnya dengan mesra.


Sesaat kemudian terlihat Ying Ying menempelkan kedua telapak tangan, dan wajahnya serta sepasang bukitnya yang indah di dinding kaca Shower Room.


Tubuhnya terguncang-guncang dengan hebat, menabrak Dinding kaca, mulutnya terbuka lebar, seperti ikan kehabisan nafas.


Terdengar suara rintihan dan erangan dari mulutnya,


Sesekali dia terlihat menutupi mulutnya untuk menghindari suara jeritannya yang terlalu keras terdengar oleh orang lain.


Lu Sun terlihat sedang memacunya dengan penuh semangat sambil tersenyum puas dan sedikit memejamkan matanya.


Tak lama kemudian terlihat tubuh Ying Ying menegang lalu sesaat kemudian dia terkulai lemas.


Kedua kakinya seperti kehilangan tenaga, bila tubuhnya tidak di tahan oleh Lu Sun dia pasti akan terjatuh terduduk diatas lantai.


Lu Sun sambil menciumi tengkuk Ying Ying dengan lembut perlahan-lahan dia memutar tubuh Ying Ying kembali menghadap kearah nya.


Lalu dia mulai kembali mendarat kan ciumannya dengan lembut di bibir, kemudian berpindah menurun ke leher dan kebelakang telinga Ying Ying.

__ADS_1


__ADS_2