KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
SURAT TANTANGAN TERBUKA


__ADS_3

Dengan demikian mulai saat itu, nama Tan Sim Houw Si Golok Maut perlahan-lahan mulai di lupakan orang.


Tapi bagi beberapa orang yang menaruh dendam padanya, mereka masih datang mencarinya untuk membuat perhitungan.


Tapi mereka semua pergi kesana, tanpa dapat kembali lagi.


Lama kelamaan tidak ada yang berani pergi mencarinya lagi.


Tan Sim Houw hidup tenang bersama Akiko dan kedua putranya, sampai akhirnya anak ketiganya datang ke dunia, membawa kemalangan bagi Tan Sim Houw.


Istri tercintanya meninggal saat melahirkan anak ketiga mereka, begitu pula dengan anak tersebut.


Setelah di tinggal pergi oleh istrinya, Tan Sim Houw menyerahkan kedua putranya, untuk di awasi oleh pengurus rumah, sekaligus murid kepercayaan nya.


Tan Sim Houw meninggalkan seluruh harta kekayaannya, untuk kedua putranya dan muridnya.


Sedangkan dirinya sendiri pergi mengasingkan diri mencari ilmu keabadian, berkat usaha dan kerja keras pantang menyerahnya, akhirnya dia berhasil mencapai keabadian.


Setelah berhasil mencapai keabadian, karena rindu dengan anak-anaknya, Tan Sim Houw pulang mengunjungi rumah nya.


Tapi dia hanya menemukan cucunya saja, kedua anaknya sudah lama meninggal.


Sebelum pergi ke pengasingan,


Tan Sim Houw meninggalkan gulungan kulit kambing yang menjadi petunjuk untuk menemukan dirinya kepada cucunya.


Gulungan peta inilah yang diwariskan secara turun temurun hingga sampai ke tangan Tan Kee Lok.


Saat bertemu dan berkenalan dengan Tan Kee Lok, dia sangat terkejut ketika mengetahui kondisi keturunannya kini hidup melarat.


Karena kasihan dengan Tan Kee Lok, Tan Sim Houw pun menurunkan ilmu golok pencabut nyawa ke Tan Kee Lok.


Ilmu ini adalah penyederhanaan Ilmu Golok Maut andalan nya.


Tan Sim Houw menyesuaikan ilmu yang di berikan, agar sesuai dengan bakat Tan Kee Lok.


Sedahsyat apapun ilmu itu, bila yang menggunakan tidak bisa menguasainya dengan baik, ilmu itu akan jadi percuma.


Ilmu golok nyawa sesuai perkiraan nya akhirnya berhasil di kuasai oleh Tan Kee Lok dengan baik.


Selain ilmu golok dia juga menurunkan ilmu tenaga sakti cahaya Utara. ( Pei Ming Sen Kung ) dan ilmu meringankan tubuh bayangan menembus langit.


Serta Ilmu langkah ajaib Ling Po.


Ketiga ilmu dasar ini adalah ilmu wajib yang harus di kuasai oleh Tan Kee Lok.


Seberapa mampu Tan Kee Lok menyerap dan melatihnya itu tergantung bakat dan ketekunannya.


Setiap ilmu dasar itu memiliki 10 tingkat yang setiap tingkatnya terbagi 3 tahap.

__ADS_1


Tan kee Lok hanya berhasil mencapai tingkat 3 menuju tingkat 4.


Untuk perkembangan selanjutnya tergantung dari perubahan yang bisa dia lakukan sendiri, Tan Sim Houw tidak bisa membantunya.


Untuk menguatkan posisi Tan Kee Lok yang ilmunya belum matang, Tan Sim Houw sengaja meminjamkan golok hitam padanya.


Dengan bantuan Roh Siau Hei, Tan Sim Houw yakin Tan Kee Lok bisa menghadapi semua lawannya dengan baik.


Tapi kenyataannya Tan Kee Lok tetap.saja di kalahkan oleh Lu Sun, hal ini membuat Tan Sim Houw menjadi bersemangat dan penasaran dengan kemampuan Lu Sun.


Jiwanya yang haus akan pertempuran mulai bangkit.


Tan Sim Houw menatap golok maut yang bersinar terang dan terus mengeluarkan aura mencekam.


"Teman kita akan kembali ke dunia ramai, aku tidak tahu kemunculan kita ini akan membawa keberuntungan atau malah menjadi bencana ?"


"Tapi ada satu hal yang bisa ku pastikan, pertempuran ini pasti akan sangat menarik, mungkin yang paling menarik sepanjang hidup ku..."


Golok maut mengaum keras sebagai tanda dia menyetujui pendapat tuannya,


Tapi Auman Golok Maut yang terlalu bersemangat malah membuat seluruh area lembah bergetar hebat.


Tan Kee Lok di luar sampai jatuh terduduk di atas tanah.


Tan Sim Houw menyarungkan kembali Golok Maut ditangannya, lalu menyimpannya kedalam cincin dimensi miliknya.


Tan Sim Houw ternyata memiliki Cincin dimensi yang mirip dengan milik Wu Song, hanya saja bentuknya lebih kuno dan lebih halus pembuatan nya


Setelah menyimpan Goloknya, dengan tenang Tan Sim Houw duduk di hadapan sebuah meja.


Tan Sim Houw menulis sepucuk surat tantangan ke Lu Sun, tulisannya sangat indah dengan garis tarikan yang kuat.


Lalu dia melipatnya dengan rapi dan memasukkan kedalam sebuah amplop jaman kuno.


Dia juga menyegel surat itu dengan stempel lilinnya yang juga terlihat kuno dan unik


ukiranya.


Tan Sim Houw keluar dari pondoknya menyerahkan surat itu ke tangan Tan Kee Lok dan berkata,


"Berikan surat ini padanya, aku akan menantinya di bawah sana.."


Setelah berpesan pada Tan Kee Lok tanpa menunggu jawaban Tan Kee Lok, Tan Sim Houw menghilang dari hadapan Tan Kee Lok.


Saat muncul lagi, dia sudah berada jauh meninggalkan tempat pengasingannya.


Tan Sim Houw mendarat ringan di kaki gunung Altai sebelum Tan Kee Lok tiba di sana.


Dia memilih sebuah batu yang rata bagian atasnya, lalu dia duduk bersila sambil memejamkan matanya di sana.

__ADS_1


Tan kee Lok menyimpan surat dari leluhurnya kedalam ranselnya dengan hati-hati.


Setelah itu dia baru bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Saat Tan kee Lok tiba di kaki gunung, dia memandang dengan kagum, leluhurnya yang sudah berada di sana.


Melihat leluhurnya sedang bermeditasi, Tan Kee Lok tidak berani menyapa untuk berpamitan.


Dia segera mengerahkan ilmu ringan tubuhnya berlompatan menghilang dari tempat tersebut, menuju kota terdekat.


Mencari kendaraan yang bisa mengantarnya ke bandar udara.


Di tempat lain di kediaman Lu Sun, Afei yang ikut dengan Lu Sun pulang ke kediaman keluarga Lu.


Afei di buat kagum dengan kediaman Lu Sun yang begitu luas dan megah.


Afei memandang semua nya dengan terbengong-bengong dan takjub.


Lu Sun dan kedua Istrinya hanya tersenyum melihat tingkah laku Afei.


Begitu mereka berempat masuk kedalam rumah.


Xue Yen memilih sibuk di dapur, sedangkan Giok Lan langsung kembali ke kamarnya, karena harus mengadakan teleconverence dengan manajer dan para profesional pengurus perusahaannya.


Afei hanya di temani oleh Lu Sun yang memperkenalkan Afei dengan seluruh pembantu dan petugas keamanan dirumahnya.


Setelah memperkenalkan Afei, Lu Sun sekalian berpesan ke penjaga keamanan,


"Beberapa hari ini, bila ada orang bernama A Liu datang kemari."


"Tolong perlakukan dengan baik, bawa dia langsung menemui ku.."


"Kalian paham ."


"Siap boss..!!"


ucap Petugas keamanan itu kompak.


"Jangan lupa sampaikan kepada teman kalian yang sedang tidak bertugas hari ini.."


ucap Lu Sun menginginkan.


"Baik boss..! siap laksanakan..!"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Baiklah kalian boleh kembali ke posisi kalian masing-masing."


"Afei ayo ikut..kita pergi menemui nenek.."

__ADS_1


ucap Lu Sun sambil berjalan menuju kamar rahasia.


__ADS_2