
Lu Sun tiba di Bei Jing langsung menggunakan taksi pribadi menuju apartemen miliknya dulu.
Yang pernah dia gunakan untuk tinggal bersama Ying Ying di Bei Jing.
Lu Sun belum sempat mengaktifkan seluruh cabang perusahaan nya di China, dia juga belum menarik kembali perusahan-perusahaan yang pernah bergabung bersama Groups nya.
Makanya Lu Sun tidak memiliki kendaraan operasional dan supir di Bei Jing.
Sehingga dia harus menggunakan taksi.
Tapi Lu Sun tidak masalah, dia malah merasa ini sangat membantu dirinya, yang tidak ingin pergerakannya di ketahui oleh lawannya.
Lu Sun hanya mandi untuk menyegarkan tubuhnya saja, Lu Sun mandi sambil mengenang momennya bersama Ying Ying di apartemen ini.
Lu Sun tersenyum bahagia mengenang momen tersebut.
Selesai mandi Lu Sun duduk santai di kasur, dia melakukan panggilan video call ke Ying Ying.
Tidak perlu menunggu lama telpon langsung di angkat oleh Ying Ying.
Sesosok wajah cantik lembut sedang tersenyum menatap Lu Sun dan berkata,
"Kenapa sayang,?
"kamu gak telpon Xue Xue yang mengurus perusahaan mu ? atau nelpon ke Giok Lan yang minjamkan pesawat pada mu ?"
"Malah nelpon aku yang gak bantu apa-apa."
"Awas kalau mereka ngambek aku gak tanggung jawab ya ?"
Lu Sun tertawa dan berkata,
"Kamu yang tertua dan sudah ngasih Lu San untuk ku, siapa yang berani marah ?"
"Mau di pecat mereka ?"
"Bicara besar, kalau benar ku pecat nanti kamu setiap hari bersedih seperti dulu.."
Lu Sun tersenyum canggung dan berkata,
"Ha..ha..ha.. kamu yang paling mengenal ku.."
"Sayang lihat masih ingat gak dengan tempat ini?"
ucap Lu Sun sambil mengarahkan kamera HP nya memutari kamar dan kasur.
Wajah Ying Ying otomatis menjadi merah, dia langsung teringat di sinilah tempat dia dan Lu Sun melakukan pertama kali.
__ADS_1
Sehingga kini mereka punya Lu San, disinilah Lu Sun yang sedang di bawah pengaruh obat menciptakan Lu San untuk nya.
Dengan wajah merah Ying Ying berkata,
"Ihh tidak tahu malu, masih berani tanya lagi."
"Aku hampir tak bisa jalan di siksa mu di sini, bagaimana aku bisa lupa...dasar.."
ucap Ying Ying pura-pura cemberut padahal hatinya sangat senang dan bahagia.
Lu Sun masih ingat dengan nya, dan ingat dengan malam pertama mereka meski kini dia sudah punya 2 istri yang lain.
Dalam sebulan ini, karena masing-masing sibuk dia pun agak jarang bertemu Lu Sun.
Yang lebih sering Nemani Lu Sun dirumah adalah Giok Lan.
Sedangkan di kantor Lu Sun ditemani Xue Xue.
Kantor Lu Sun punya kamar privasi, Ying Ying tahu persis karena dia dulu dan Lu Sun juga sering menggunakannya untuk bermesraan.
Ying Ying sempat berpikir mungkin Lu Sun sudah lupa dengan nya dan Lu San anak mereka.
Ternyata Lu Sun tidak pernah sekalipun melupakan dirinya, justru dirinya lah yang menghindari Lu Sun karena cemburu gak jelas.
Lu Sun sambil tertawa menanggapi kata-kata Ying Ying berkata,
"Sayang kamu diam-diam terbang ke Beijing bisa gak, aku pengen berdua am dengan mu ?"
"Kamu berani mati ya ma ngajak aku selingkuh diam-diam di sana ?"
Lu Sun tertawa senang dan berkata,
"Aku di sini mungkin bisa sampai bulan depan baru pulang, klo ada kamu yang temanin 1 atau 2 Minggu kan lebih asyik gak kesepian.."
Ying Ying tersenyum dan menunjuk Lu Sun sambil berkata,
"Kamu ini ya..aku gak bisa janji..tapi dalam waktu dekat ini aku akan ngatur waktu kesana melihat mu.."
Lu Sun tertawa senang dan berkata,
"Makasih ya sayang, ohh ya udahan dulu ya aku mau melanjutkan tugas ku memantau keluarga Chu."
Ying Ying tersenyum lembut dan berkata,
"Pergilah hati-hati.."
Lu Sun mengangguk kecil menanggapi pesan Istri nya, sebelum mematikan HP.
__ADS_1
Dari balkon apartemen Lu Sun, terlihat seekor burung terbang menuju daerah selatan di mana di sana terdapat sebuah pemukiman mewah.
Yang kebanyakan di miliki oleh konglomerat dari daratan China.
Ada yang menjadikannya sebagai rumah peristirahatan musim panas.
Tapi ada juga sebagian menjadikannya sebagai tempat tinggal permanen.
Di sebuah bukit yang menghadap ke laut, terlihat 3 rumah mewah berjejer di sana.
Di sekitar bukit itu tidak terlihat ada rumah yang di bangun disana, kelihatannya bukit ini milik pribadi.
Di sinilah kabar nya keluarga Chu tinggal, rumah yang paling tengah dan paling besar, adalah rumah utama di mana Michael Chu dan Istrinya Lucy Lau tinggal.
Sedangkan rumah yang sebelah kanan yang bangunan nya sedikit lebih kecil, tapi bentuk design bangunannya sangat keren dan mengikuti model trend rumah minimalis yang berkesan mewah dan elit.
Bangunan sebelah kanan adalah rumah tempat tinggal Vicky dan Viona serta Evan.
Sedangkan bangunan sebelah kiri yang tidak kalah cantik dengan bangunan sebelah kanan adalah tempat tinggal Samuel dan istri yang baru di nikahi nya sehari yang lalu.
Istri Samuel Chu adalah gadis yang dibawanya ke pesta pernikahan Lu Sun kemaren.
Dia berasal dari keluarga Sun, masih terhitung adik sepupu Monica Sun.
Lu Sun berubah menjadi seekor lalat masuk kedalam kediaman Samuel Chu, Lu Sun ingin mencari tahu berbagai informasi tentang keluarga Chu.
Di mulai dari Samuel Chu, di mana dia berusia paling muda, mungkin saja lebih mudah melakukan penyelidikan bila di mulai dari dia,
Pikir Lu Sun.
Lu Sun pun masuk kerumah tersebut melakukan pengamatan dan pengintaian Lu Sun menguping pembicaraan Samuel Chu dan Istrinya.
Dari pembicaraan mereka Lu Sun pun tahu Samuel Chu ternyata hanya menjadi wakil yang bekerja pada kakaknya Vicky Chu.
Semua kekuasaan dan wewenang ada di tangan Michael Chu dan Vicky Chu.
"Sayang kenapa kamu tidak memisahkan diri dan mencoba mendirikan perusahaan sendiri, agar tidak terus berada dibawah tekanan ayah day kakak mu.?"
ucap istri Samuel Chu Amanda Sun.
"Sayang bukan aku tidak mau, tapi mereka tidak mengijinkannya, lagi pula aku masih kurang percaya diri bila harus mengurus semuanya sendiri."
ucap Samuel Chu memberi penjelasan.
"Sayang jangan khawatir, sekarang kan ada aku yang membantu mu, lagi pula masih ada ayah ku Sun Ga dan kakek ku Sun Lao yang mendukung kita."
"Apalagi yang perlu di khawatirkan, dengan kamu berdiri sendiri baru ayah dan kakak mu bisa lebih menghargai mu dan tidak sembarangan menekan mu."
__ADS_1
"Sayang hanya dengan kamu mandiri aku bisa tenang, aku sangat takut dengan tatapan buas Kaka mu itu."
"Kamu tentu tidak mau kan aku kembali bernasib seperti Viona ?"