KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
JOHN DI INTEROGASI


__ADS_3

"Kami juga sudah melakukan interogasi kepada John, tapi dia tidak bersedia bekerja sama."


"Memberikan penjelasan apapun sebelum pengacaranya hadir di sana.."


ucap Sarah menutup laporan dan penjelasan nya.


Roland mengangguk kemudian dia menatap Lu Sun dan Robert Lam secara bergantian kemudian berkata,


"Bagaimana..?'


Robert Lam berpikir sejenak kemudian berkata,


"Kita temui saja John, dan lakukan saja interogasinya,.aku akan mendampinginya.."


Lu Sun juga mengangguk setuju dan berkata,


"Aku boleh ikut ?"


Setelah mendapat terjemahan Sarah, Roland pun berkata,


"Boleh pak, hanya saja kita tidak ikut di dalam ruangan, kita ada di ruangan sebelah nya."


"Karena ruang interogasi, hanya boleh di ijinkan untuk pengacara pendamping dan polisi yang berwenang saja.."


"Tapi bapak tenang saja di ruangan terpisah kita bisa melihat dan mendengar dengan jelas semua proses interogasi berlangsung."


ucap Roland sambil menatap Lu Sun.


Sarah sambil tersenyum, membantu menerjemahkan semua nya ke Lu Sun.


Setelah mendengar penjelasan dari Sarah, Lu Sun mengangguk kearah Sarah dan Roland.


Kemudian berkata,


"Terimakasih banyak.."


Kini Lu Sun mulai merasa ucapan Ying Ying ada benarnya, dia sedikit merasa tidak enak hati harus merepotkan Sarah.


Untuk terus membantu menjadi penterjemah bagi dirinya.


Mereka berempat kemudian berjalan menuju ruang interogasi di mana John di tahan.


Dalam perjalanan saat melewati ruang para bawahan nya.


Roland pun berteriak memanggil bawahan nya, yang bernama Michael Wong.


Dia sama dengan Sarah blasteran yang lahir dan tumbuh dewasa di Amerika.


Bedanya Michael Wong adalah petugas back office sedangkan Sarah petugas lapangan.


Michael Wong buru buru mengikuti Roland atasannya, dan rombongan yang dia bawa.


Sampai di ruang interogasi hanya Sarah dan Robert Lam yang masuk kedalam ruang interogasi, di mana didalam sudah ada Henry dan John di sana.


Sedangkan Roland mengajak Lu Sun dan Michael Wong ikut dengan nya, masuk kesebuah ruangan lain yang berada di sebelah ruang interogasi.


Ruangan tersebut di batasi oleh sebuah kaca pembatas, cermin satu arah anti peluru.


Dari sana Lu Sun bisa melihat dan mendengar dengan jelas pembicaraan di dalam ruangan interogasi.


Lewat cermin dan speaker yang tersambung dengan ruang interogasi.

__ADS_1


Sementara itu di dalam ruangan tersebut, setelah Robert Lam memperkenalkan diri pada John, bahwa dia adalah pengacara yang di minta boleh Sarah, untuk mendampinginya.


John pun menjadi lebih tenang dan bersedia menjawab interogasi dari Henry dan Sarah.


Sarah memulai interogasinya,


"Tuan John tolong kamu ceritakan pertengkaran apa yang terjadi antara kamu dan tuan Clooney, diruangan kantor tuan Clooney sehari sebelum terjadi kecelakaan..?"


John terlihat bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Sarah, karena dia tidak pernah merasa pernah bertengkar dengan ayah mertuanya.


Sehingga dia menoleh kearah Robert Lam meminta penjelasan.


Robert Lam pun berkata,


"Maksud petugas Sarah adalah, sehari sebelum kejadian kecelakaan maut yang menimpa mertua mu, tepatnya jam 9 pagi apa yang kalian bicarakan di ruangan ayah mertua mu.."


"Ohh itu,.. itu kami tidak bertengkar, saya membawa laporan dan bukti tindakan pelanggaran Alberto, terhadap aturan yang di digariskan perusahaan ke papa."


"Saat itu papa menjadi sangat emosi dan marah-marah, setelah itu papa langsung menelpon Alberto. "


"Sedangkan aku pun langsung keluar dari ruangan, tidak ingin mendengarkan pembicaraan papa dengan Alberto, yang tidak ada sangkut pautnya dengan diriku.."


"Hanya itu..?"


tanya Robert Lam memastikan.


John mengangguk dan berkata,


"Ya, benar hanya itu.."


"Pelanggaran apa yang telah Alberto lakukan sehingga tuan Clooney marah..?"


tanya Sarah.


jawab John tegas.


Robert Lam mengangguk, kemudian dia berbicara pelan berembuk bersama Henry dan Sarah soal pengaturan pasal pasal perundang undangan.


Karena memiliki dasar hukum yang kuat dan jelas, Sarah mau gak mau tidak bisa memaksa.


Bila ingin tahu, mereka harus mencari tahu sendiri dengan cara mereka di luar sana, yang jelas tidak bisa lewat John di sini.


Setelah Sarah gagal, Henry pun maju menggantikan Sarah bertanya,


"Sore harinya kamu bertemu dengan Sopir Willy ditangga darurat benar..?"


tanya Henry sambil menatap tajam kearah John.


John mengangguk dan berkata,


"Benar.."


"Apa yang kalian bicarakan di sana,? untuk apa kamu memberikan uang ke sopir Willy?"


tanya Henry beruntun sambil menatap tajam ke John.


John sesaat terlihat canggung, kemudian sambil matanya melirik kearah kiri atas, seolah sedang berpikir, sambil menghindari tatapan mata Henry dia berkata,


"Sopir Willy minjam uang dari ku, karena anaknya sakit.."


"Bohong...!!"

__ADS_1


bentak Henry keras, sambil memukul meja didepan John.


"Braakkk...!!"


John terlonjak kaget wajahnya semakin pucat, dia melirik kearah Robert Lam seolah memohon pertolongan.


Robert Lam mengangguk dan berkata,


"Petugas Henry tolong jaga sikap mu, anda telah menakuti klien ku, hal ini bila terbawa ke pengadilan."


"Akan sangat tidak baik, buat reputasi kepolisian New York.."


Sarah langsung menarik henry mundur dan berkata,


"Maafkan sikap rekan ku yang tidak bisa menerima pernyataan yang tidak bisa di percaya.."


"Tuan John saya harap anda bicara dengan jujur, jangan asal mengarang, kebohongan mu bila terbukti akan sangat merugikan mu di sidang nanti.."


"Jadi tolong di jawab dengan jujur apa adanya, agar semua berjalan lancar dan tidak berbelit-belit.."


"Hal itu juga bisa memberatkan mu, saat keputusan pengadilan nanti.di putuskan.."


Robert Lam mengangguk sambil menatap John menyetujui ucapan Sarah barusan.


John terdiam cukup lama, dia tertunduk tidak memberikan jawaban apapun.


Seakan-akan dia punya kesulitan untuk berbicara.


"Tuan John, ketahuilah, pengadilan tidak akan percaya, uang sebanyak USD 30.000, kamu berikan untuk pengobatan anak sopir mertua mu.."


"Itu bukan jumlah sedikit, tentunya kamu harus sebutkan sakitnya apa? dirumah sakit apa ? untuk keperluan tindakan medis apa ?


semua harus jelas.."


"Bila terbukti berbohong maka habislah masa depan mu, meski bukan kamu pelakunya.."


ucap Sarah menunjukkan rasa empati nya.


John terlihat semakin ragu dan gelisah.


Tapi dia tetap menundukkan kepalanya dalam dalam mengigit bibirnya erat-erat tidak mau bicara.


Melihat hal itu Sarah pun berkata,


"Tuan John, ini rekaman tindakan sopir Willy dan ini pengakuannya kamu lihatlah sendiri.."


"Bila kamu memilih diam, maka kami hanya bisa anggap yang dia katakan benar adanya.."


"Sedangkan kamu bersiaplah menanggung segala konsekwensinya."


Setelah John melihat yang di lakukan oleh sopir Willy dia menjadi sangat emosi.


Dan berkata,


"Jelas jelas bajingan itu pelakunya, kenapa kalian malah mempercayai kata kata manusia biadab itu..?"


"Apa kalian semua makan gaji buta..!"


ucap John emosi.


Henry langsung emosi, dia langsung mau maju menghajar John.

__ADS_1


Tapi dia langsung di halangi oleh Sarah.


__ADS_2