KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
20. Turnamen Jenius Muda Babak Pertama (2)


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Atas, Kota Zong, di atas Arena Pertarungan Kerajaan Atas.


Jin bersaudara berusaha untuk menyerang Wu Shen, namun sudah selang waktu 10 menit mereka belum saja mengenai sehelai rambut pun dari Wu Shen.


Jin San yang menggunakan pedang di tangan kidal nya dan Jin Sen menggunakan pedang di tangan kanan nya, meskipun serangan mereka tak kena satupun namun efek dari serangan tersebut sangat besar.


Di ruang VIP, di sebuah ruangan yang cukup luas, ada 3 orang yang mengawasi pergerakan Wu Shen dan Jin bersaudara.


"Xuan Hu, bukankah dia yang bertemu dengan kita kemarin?". Kata seorang wanita 16 tahun yang menggunakan cadar.


"Kau benar Chu Ning, dia yang kemarin". Kata pria 16 tahun di sebelahnya.


"Apa kalian berdua mengenalinya?". Kata seorang pria 39 tahun dengan topengnya.


"Ya guru, kami bertemu dengannya kemarin saat sedang mencari makanan di sekitar Hutan Terlarang. Lalu dia tiba tiba muncul entah dari mana, dan menanyakan jalan keluar terdekat". Kata Chu Ning.


"Hmm... Begitu yah, apa kalian tau kenapa dia ada di Hutan Kematian?". Tanya Guru Bertopeng itu.


"Dia menjelaskan, bahwa dirinya tersesat beberapa hari di Hutan Kematian. Usia nya sama denganku dan Xuan Hu, namun yang ku curigakan adalah dia yang berhari hari dan masih selamat di dalam Hutan Kematian". Jawab Chu Ning.


"Kau benar, Ning'er. Tapi kita tak boleh menuduh seseorang tanpa bukti, kita lihat dulu kemampuannya seperti apa". Kata Guru Bertopeng.


Kembali ke Arena Pertarungan.


Jin bersaudara kembali menyerang Wu Shen, tapi kali ini mereka mengeluarkan Tenaga Dalam mereka.


Dari pedang Jin San menghasilkan Elemen Api yang membara, dan dari pedang Jin Sen menghasilkan Elemen Angin yang sangat menyayat jika terkena.


"Elemen Api: Semburan Pedang Api!".


"Elemen Angin: Sayatan Pedang Angin!".


Dari Pedang Api milik Jin San, keluarlah api yang sangat banyak, api tersebut di arahkan ke Wu Shen dan berusaha untuk membakar apa pun yang di lewatinya.


Di sisi lain, Jin Sen. Mengayunkan pedangnya hingga membentuk huruf X lalu di sambungkan dengan posisi horizontal dan vertikal, keluarlah sebuah angin tajam yang siap untuk memotong lawannya.


Wu Shen yang melihat dirinya dalam kondisi tak menguntungkan akhirnya menunjukan kemampuannya, "Sepertinya sekarang harus ku keluarkan jurus andalanku". Gumam Wu Shen.


Kedua serangan tersebut sampai di depan mata Wu Shen, namun dengan secepat kilat Wu Shen berhasil menghindari serangan tersebut.


Masih ada kilatan kilatan yang memercikan di sekitar tempat yang di lewati Wu Shen, kilatan tersebut berwarna merah, yang artinya itu adalah Elemen Petir dengan warna Merah.


Dengan rambut nya yang berwarna merah terang, jurus yang di keluarkan Wu Shen sangat menyatu dan menarik walaupun itu hanya Elemen Petir yang terlemah.


"Apa? Dia berhasil menghindari serangan kita?". Jin San sangat kaget dengan yang di lihatnya, ini baru pertama kalinya ada orang yang bisa menghindari serangannya meskipun kedua serangan Jin Bersaudara terbilang sudah cepat.


"San, sebaiknya kita menggunakan jurus itu". Kata Jin Sen dengan gelagat yang mencurigakan.


"Baiklah Sen, mari kita gunakan itu". Jawab Jin San.


Di hadapannya, Wu Shen masih bisa bernafas dengan bebas. Karena Dantiannya di kunci dan tak ingin membukanya, Wu Shen hanya memiliki sedikit Tenaga Dalam.


Wu Shen melihat pergerakan kedua bersaudara itu sangat mencurigakan, dia tak tau apa yang di rencanakan oleh Jin Bersaudara itu.


"Jika kau bisa menghindari serangan tadi, apa kau bisa menghindari serangan ini?". Kata Jin Sen.

__ADS_1


"Elemen Angin: Ular Melintasi Udara!!".


Jin Sen mengeluarkan sebuah teknik unik, dia menggunakan Elemen Anginnya untuk membuat Ular Angin, Ular tersebut muncul di pucuk pedangnya dan langsung mengejar ke arah Wu Shen dengan cepat.


Wu Shen yang melihat itu, langsung berlari menghindari Ular tersebut. Dia hanya ingin bermain main saja, namun setelah dia menghindar ke sisi yang berbeda ada bola api yang menyerangnya.


"Haha.... Apa kau lihat, ada aku disini?". Kata Jin San dengan bola api yang di mainkan di tangannya, itu adalah bola api yang menyerang Wu Shen tadi.


"Hah... Kedua bedebah ini sungguh membuatku jengkel, apa aku harus mengeluarkannya sekarang? Tapi ini masih awalan, gak seru juga jika berakhir dengan cepat dan mudah". Gumam Wu Shen.


Saat Wu Shen masih berpikir, dari arah belakang Ular Angin milik Jin Sen berhasil mendekati Wu Shen, tinggal selangkah lagi serangan itu mengenai punggung Wu Shen.


Wu Shen merasakan bulu kuduk nya mulai berdiri, lalu dia baru sadar bahwa ada serangan di arah yang berlawanan, itu adalah serangan Elemen Angin milik Jin Sen.


"Sial, aku terlalu banyak berpikir!". Kesal nya.


"Booom.....". Entah kenapa yang terjadi bukan Wu Shen tertusuk oleh serangan tersebut, namun sebuah ledakan.


"Apa yang terjadi? Kenapa ledakan? Bukannya dia tak menghindar dan mengeluarkan jurus?". Jin Sen mulai penasaran dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Wu Shen sekarang di tutupi dengan asap putih, hasil dari ledakan tersebut. Karena serangan itu tak menyentuh tanah, jadi asapnya tidak hitam melainkan putih.


Setelah beberapa detik kemudian, asap putih yang mengumpul di sekitar Wu Shen mulai menghilang. Ada kilatan kilatan petir berwarna kuning keemasan di sekitar asap tersebut, saat asap itu mulai menghilang Wu Shen sudah tak ada di tempatnya yang tersisa hanya kilatan kuning keemasan.


"Kemana dia??". Jin Sen mencari Wu Shen di sekitar Arena Pertarungan itu, namun dia tak menemukannya.


"Sen, awas di belakangmu!!". Teriak Jin San.


"Sudah kubilang, kau bukan lawanku!!". Dari arah belakang sekitar 10 cm dari Jin Sen, Wu Shen keluar dengan kecepatan kilatnya, dia menusukkan tangannya yang sudah di lapisi tenaga dalam dengan Elemen Petir yang berwarna Kuning Keemasan, itu adalah petir miliki Qin Long.


"Elemen Api: Pisau Api!!". Dengan cepat, Jin San bertindak dengan menyerang Wu Shen menggunakan Elemen Apinya, itu hanya untuk mengusir Wu Shen dari jangkauan Jin Sen.


Jin San langsung membawa Jin Sen dengan merangkulnya dan ingin turun ke bawah, namun dari arah belakang Wu Shen mengejar nya dengan cepat kilat.


"Siapa yang memulai duluan, dia yang harus mengakhiri. Apa kalian ingin pergi begitu saja? Tak akan ku biarkan semudah itu!!". Jangkauan Wu Shen dan Jin Bersaudara terpaut agak jauh, namun Wu Shen menambah kecepatannya dengan menggunakan Elemen Petirnya.


Wu Shen seperti burung yang bisa terbang dengan kecepatan tinggi dan di selimuti oleh kilatan petir berwarna kuning keemasan, sungguh seperti burung kilat yang legendaris.


"Dia sangat cepat, San cepatlah!!". Dengan lemas, Jin Sen ingin keluar dari Arena Pertarungan, dia mengusik peserta yang seharusnya tak di usik.


"Aku sudah cepat ini, kau sendiri terlalu ceroboh Sen!!". Bentak Jin San.


Jin San berinisiatif untuk menyerang Wu Shen dengan semua serangan Elemen Apinya, namun seluruh serangannya bisa dengan mudah di hindari Wu Shen, dan Wu Shen tak merasa ada beban yang menimpanya walaupun serangan Jin San adalah serangan terkuatnya.


"Sial!! Dia semakin dekat, gimana ini??". Kata Jin Sen dengan ketakutan.


Tanpa basa basi Jin San berhenti di tempatnya dan melakukan hal yang tak tau malu, dia mengangkat tangannya dan berkata dengan lantang "Kami Jin Bersaudara, MENYERAH....!!!". Dengan teriakan tersebut, Hong Fang sang Juri Utama menghentikan serangan yang di lancarkan Wu Shen.


Di sisi lain, sebelum Jin San menyerah Wu Shen sudah 1 meter di depannya, Hong Fang menghadang serangan Wu Sen secara langsung.


"Hentikan serangan mu!!". Kata Hong Fang, sambil menahan serangan Wu Shen.


"Baiklah". Wu Shen menghentikan serangannya.


Setelah itu, Wu Shen yang sebelumnya di lapisi petir kuning keemasan mulai menghilangkan petir tersebut, sekarang Wu Shen ada di Mode Normalnya lagi.

__ADS_1


Hong Fang melihat tangan kanannya yang menghentikan serangan Wu Shen terluka, meskipun tak dalam namun perbedaan Tingkat Kultivasi seharusnya serangan Wu Shen dapat dengan mudah di hentikan dan Hong Fang tak terluka.


'Bocah ini, dia menyembunyikan kekuatannya. Tadi, saat di mulainya pertandingan dia masih di Tahapan Awal Tingkat Perak Bintang 7. Namun saat bocah Jin Sen itu menyerangnya dan menciptakan asap putih, setelah dia keluar. Bocah ini sudah ada di Tahapan Awal Tingkat Emas Bintang 1, sungguh bocah yang menarik'. Hong Fang memperhatikan pertarungan Wu Shen sebelumnya, dia curiga dengan Wu Shen sekarang.


"Baiklah, Jin Bersaudara. Karena kalian berdua menyerah, kalian bisa turun dari Arena Pertarungan dan mendapat pengobatan gratis". Kata Hong Fang yang menyuruh Jin San dan Jin Sen keluar dari Arena Pertarungan, lalu Hong Fang kembali ke tempat yang sebelumnya.


Jin Bersaudara keluar dari Arena Pertarungan, pertandingan kembali berlangsung. Karena kejadian tadi, banyak peserta tak mengusik Wu Shen karena kemampuan tersembunyi nya.


Di sisi lain, Qin Liang masih memerhatikan Wu Shen.


"Haha.... Menarik, apakah hanya segitu saja kemampuanmu? Aku bisa melihat, kau menyembunyikan banyak kekuatanmu". Gumam Qin Liang dengan senyum liciknya.


Wu Shen sendiri kembali berdiri di tempat sebelumnya dia berdiri, 'Bagaimana? Apakah kalian melihatnya? Inilah kekuatanku yang bukan sebenarnya, hehehe...'. Batin nya sambil melihat ke ruang VIP, di tribun atas penonton.


Wu Shen melihat banyak yang memerhatikan nya, tanpa di ketahui nya para penonton juga bersorak untuknya.


"Sial, kuat sekali dia. Bahkan Jin Bersaudara tak bisa mengalahkannya sendirian, kau sangat hebat anak muda....". Teriak penonton.


"Serangan Petir mu sangat cepat, kau yang tercepat!!".


"Kecepatan mu tak bisa terlihat di mata ku, kau cepat sekali!!".


"Si Cepat!! Aku akan menjuluki mu Si Cepat!!".


"Yah, benar. Si Cepat!!".


"Si Cepat!!".


Banyak sekali penonton yang terhibur dengan kemampuan yang Wu Shen perlihatkan, dan Wu Shen mulai banyak yang mendukungnya, di sisi lain dia mendapat julukan yaitu 'Si Cepat'.


Dari arah ruang VIP, tempat para wakil Sekte, Clan dan Perguruan berada.


"Sangat menarik". Kata Pria Bertopeng.


"Jarang sekali guru memuji seseorang". Kata Xuan Hu.


"Sepertinya kita akan mempunyai adik perguruan, Xuan Hu". Kata Chu Ning.


"Kalian pasti melihatnya tadi, dia menggunakan Petir Merah lalu dia juga berkembang ke Petir Kuning Keemasan, itu adalah perkembangan yang singkat. Dia terlalu kuat saat ini, kita kunci dia terlebih dahulu untuk kita jadikan sekutu". Kata Pria Bertopeng itu.


"Baik, Guru!!". Jawab kedua muridnya.


Di sisi seberangnya, ada wakil dari Perguruan Berawan.


"Ketua, dia sangat kuat. Bagaimana jika kita menguncinya dahulu? Kekuatannya sungguh yang tercepat!!". Kata seorang pria dengan postur tubuh kekar.


"Kita lihat dahulu yang lain, aku dengar Yu Zuan ikut dalam Turnamen ini". Kata Sang Ketua.


"Yu Zuan? Anak dari Benua Tengah yang pindah ke Kerajaan Atas ini? Apakah dia sangat kuat?". Tanya sang bawahan.


"Kudengar dia juga kuat dan cepat, bukan hanya itu. Dia memiliki Petir Biru Gelap, Petir urutan terkuat kedua, kita harus memilikinya". Jawab Sang Ketua dengan wajah yang serius.


Si Bawahan hanya terdiam diri saja, karena dia tau betapa kuat dan cepatnya Petir Biru Gelap, wajar saja banyak yang mengincarnya termasuk Ketuanya.


~

__ADS_1


Bersambung sampai di sini dulu ya, lanjut di chapter selanjutnya.


__ADS_2