
Lu Sun dengan langkah ajaib, dengan mudah menghindar sambil melepaskan serangan Wu Xiang Cien Chi membabat leher kedua orang itu.
Kedua orang itu kepalanya langsung menggelinding diatas lantai, sedangkan tubuh mereka masih dalam posisi berdiri, dengan sepasang tangan masih menggenggam erat pedang mereka.
Lu Sun melewati mereka begitu saja, menyambut serangan berikutnya dari undakan tangga kedua.
Sama seperti tadi tanpa menemukan perlawanan berarti seluruh penghadang nya jatuh bertumbangan berserakan tumpang tindih di bawah undakan tangga yang Lu Sun lewati.
Akhirnya tangga darurat itu berubah menjadi tempat mayat bertumpuk tumpuk.
Para penghadang itu hanya terlihat garang saja, tapi di mata Lu Sun mereka hanya sekelompok ngengat kriminal yang mencari mati.
Dalam waktu singkat tidak sampai sepeminum teh, semua penghalangnya sudah tewas malang melintang.
Lu Sun hanya melirik sekilas sambil menghela nafas panjang, sebelum menutup pintu tangga darurat.
Lu Sun berjalan santai kemudian mendorong dua pintu besar yang tertutup rapat.
Sehingga kedua pintu besar itu terpental kedalam.
Tapi di pintu besar itu langsung hancur berkeping-keping.
Yang satu terkena tendangan seorang pria berpakaian biru.
Sedangkan yang satu lagi terkena tinju orang berpakaian merah.
Kedua orang ini adalah murid andalan Wu Sin, yang sengaja di kirim kemari untuk memuluskan pekerjaan Yamada.
Saat keributan acara di pemakaman, kedua orang ini tidak hadir.
Karena mereka tidak bersedia datang ke acara pemakaman yang menurut mereka banyak aura sialnya di sana.
Yamada tidak berani memaksa, karena kedua orang ini meski secara jabatan adalah pelindungnya
Tapi kenyataannya mereka adalah tamu agung nya, apapun keinginan kedua orang ini, Yamada tidak berani menolak nya.
Mereka tidak suka wanita, mereka hanya suka judi, makanya mereka banyak berpantang datang ketempat yang beraura negatip seperti tempat pemakaman dan rumah duka.
Lu Sun tahu yang di hadapannya ini adalah lawan yang tidak mudah.
Dia langsung melepaskan energi Tapak Penahluk Naga dengan dukungan Wu Ming Sen Kung.
Tapi kedua orang itu bersikap santai menyambut pukulan Lu Sun yang membentuk bayangan seekor naga biru melesat ke arah kedua orang itu.
Si baju biru maju menyambutnya, kemudian membelokkan arah serangan Naga Biru itu.
Dia mereturnya kembali sambil menambah dorongan tenaganya.
Lalu menyusulnya dengan sebuah tendangan yang mengeluarkan cahaya sebuah tapak sepatu biru kearah Lu Sun.
Si baju merah juga tidak tinggal diam, dia membentuk mudra memunculkan sebuah lingkaran merah berhurup kuno dari tengah lingkaran baru melesat dua tinju cahaya merah melesat kearah Lu Sun.
__ADS_1
Lu Sun memilih menghindar, dengan Wu Ying 72 Pian Pu.
Sambil membalas dendam Liu Mai Sen Cien dan Wu Xiang Cien Chi dengan tangan kanan dan kirinya.
Lalu tubuhnya kembali menghilang dari posisinya, dari tempat tak terduga sepasang cakarnya yang seperti cakar naga.
Bergerak mengancam leher kedua orang itu.
Kedua orang itu langsung membentuk perisai biru merah menangkis.serangan Lu Sun.
Lalu menyambut serangan cakar Lu Sun dengan tangan dan kaki mereka yang mengeluarkan cahaya merah dan biru
Mereka berhasil menangkis serangan tak terduga Lu Sun, tapi tubuh mereka berdua terpental mundu kalah tenaga.
Sebelum mereka sempat membenahi posisi kuda-kuda mereka.
Tangan Lu Sun yang bisa memanjang seperti ular sudah bergerak hendak mencengkram leher kedua orang tersebut.
"Ahhh..!"
teriak kedua orang itu kaget, mereka buru-buru membuang diri bergulingan kedepan menghindari serangan Lu Sun dengan gerakan Tiger sprong.
Sehingga mereka berhasil meloloskan diri, sambil bergulingan menjauh sebelum melompat berdiri, mereka yang satu menghantam tinjunya kelantai.
Yang satu lagi menjejakkan kakinya dengan kuat kedalam lantai.
Lalu mereka mengangkat dan mendorong seluruh potongan granit batu semen cor, kearah Lu Sun.
Dia menggulungnya menjadi suatu energi lalu di lepaskan kembali kearah lawannya.
Batu granit dan semen cor, hancur menjadi debu.
Saat debu hilang terlihat kedua orang itu, jatuh berlutut didepan Lu Sun dengan kaki dan tangan menempel dalam cengkraman Lu Sun.
Kedua orang itu meronta ketakutan tak berdaya, karena energi mereka sedang berpindah ke Lu Sun
Setelah tersedot kering, Lu Sun sambil tersenyum dingin mendorong seluruh kekuatan mereka berdua kembali ke tubuh mereka masing-masing.
Sehingga kedua orang itu terpental bagaikan layang layang putus, menabrak kaca gedung apartemen Yamada hingga hancur berantakan.
Tubuh kedua orang yang terluka parah itu, langsung jatuh melayang dari lantai 50 ke bawah.
Sesaat kemudian terdengar suara "Brakkk..!" Brakkk...!"
Kedua lawan Lu Sun yang kehilangan seluruh tenaga mereka dan terluka parah.
Mereka gagal mengerahkan ilmu ringan tubuh mereka, untuk bertahan, mengurangi daya gravitasi.
Akibatnya tubuh kedua orang itu kini hancur berantakan dengan otak dan darah berceceran di halaman gedung klub pribadi Yamada.
Setelah melempar kedua orang itu terjun dari gedung, Lu Sun yang tidak melihat bayangan Yamada di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Dia langsung melakukan pemeriksaan hingga akhirnya dia berdiri
Di depan kaca ruangan yang pecah, melihat sebuah helikopter sedang bergerak meninggalkan gedung tersebut.
Sambil tersenyum dingin Lu Sun melompat terbang mengejar kearah helikopter tersebut yang sudah bergerak cukup jauh tinggal sebuah titik hitam kecil di kejauhan sana
Yamada yang duduk di dalam helikopter Tersenyum lega dan berkata,
"Selama hutan dan gunung masih ada, tidak perlu takut kehabisan kayu bakar.."
Tapi baru saja ucapannya selesai dia langsung pucat dengan mulut ternganga lebar tak percaya.
Dia melihat seorang pria gendut berambut kuning, sedang melayang di udara, sambil melambaikan tangannya kearah dirinya.
Ini benar benar tidak masuk akal, kenapa mantan presiden Amerika itu kini bisa melayang di udara seperti Clark Kent..
Yamada benar benar sulit mempercayai apa yang dia lihat saat ini.
Tapi sebelum kekagetannya hilang sudah terdengar bunyi..
"Crakkkk...!! Crakkkk...!!"
Baling baling helikopternya dan buntut helikopternya terpapas, sehingga helikopter berputar-putar jatuh kebawah kehilangan kendali.
Layaknya seperti seekor ikan yang kehilangan buntutnya, sehingga tidak sanggup mempertahankan posisinya mengambang.
Brakkkk....!! Duaarrr....!!"
terdengar bunyi tabrakan keras tubuh helikopter, yang disusul dengan ledakan keras di bawah sana.
Yamada dan dua pilotnya, tidak ada satupun yang berhasil meloloskan diri, mereka semua tewas ditempat dalam kecelakaan tersebut.
Si gendut berambut kuning dengan santai terbang meninggalkan tempat tersebut.
Sesaat kemudian Si gendut mendarat ringan di samping mobil John.
Si gendut tersenyum lebar melihat yang terjadi di dalam mobil.
Baik John maupun Ying Ying terlihat tertidur pulas di bangku mereka masing-masing.
Si gendut kemudian mengetuk kaca jendela mobil dan berkata,
"John...!! Tok...tok...tok...! John..bangun John..!"
PENDEKAR API DAN ES SUDAH HADIR YA, SILAHKAN DI IKUTIN MASIH PERDANA.
JANGAN LUPA BACA JUGA,
AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU.
YANG SUDAH HADIR 200 BAB LEBIH
__ADS_1