
"Buku-buku ini cuma sampah yang di keluarkan pabrik buku, untuk mencari keuntungan semata."
"Untuk memuluskan jalannya, mereka memberikan diskon abu abu ke pihak dinas dan pihak sekolah."
umpat Lu Sun membatin.
Lu Sun lalu mengeluarkan HP nya, dengan santai duduk bersandar di kursinya, dengan kedua kaki bertumpu di meja.
Dia menonton cara dan aturan bermain basket melempar lembing dan cakram.
Kemudian senam Tai Chi dan perlombaan memanah dan cara perhitungan pointnya.
Lu Sun menonton sambil tersenyum seorang diri, dan bergumam.
"Ternyata semudah itu, untuk memenangkan lomba."
"Dari Afei aku yakin dia akan bisa memenangkan semua ini."
"Sepulang sekolah aku akan menyuruhnya menghapal gerakan tai chi, yang sedikit mirip dengan gerakan Im Yang Sen Kung dan gerakan Ilmu pedang 8 dewa."
gumam Lu Sun seorang diri.
"Selamat pagi guru Lu,...Anda pagi sekali.."
ucap guru Lin berjalan masuk kedalam ruangan.
Guru Lin adalah guru wanita termuda yang mengajar ilmu pengetahuan alam.
Selain guru Lin ada beberapa lagi guru wanita muda lainnya.
Yaitu guru Ciu mengajar ilmu pengetahuan sosial, guru Lim mengajar bahasa Inggris, guru Cai mengajar matematika, guru Huang mengajar sejarah.
Kelima guru ini masih gadis, belum menikah, kecuali guru Lin Dan guru Huang, sisanya guru Ciu, guru Lim dan Guru Cai mereka masing-masing sudah punya pacar.
Tapi sejak kepala sekolah memperkenalkan Lu Sun sebagai guru olahraga baru tidak ada diantara mereka yang tidak mengagumi ketampanan Lu Sun..
Rambut Lu Sun yang putih mirip kakek kakek malah membuat mereka penasaran dan ingin mengenal Lu Sun secara lebih dekat.
Kemaren saat Lu Sun di perkenalkan, mereka tentu tidak berani macam-macam, karena di situ ada pak Ma.
Tapi sepeninggalnya Lu Sun dan pak Ma, mereka dengan antusias langsung bergosip, yang paling semangat justru ketiga guru wanita yang sudah memiliki pacar.
Ketimbang guru Lin Dan guru Huang yang bersikap malu-malu dan hanya menjadi pendengar saja.
Selain ke 5 guru wanita, masih ada seorang guru gak jelas gender nya, secara fisik dia guru pria, begitu juga dengan data dirinya.
Tapi sikap gaya bicara dan gerak geriknya melebihi seorang wanita.
Namanya Jemmy Tan, dia adalah guru biologi dan reproduksi.
Dia lah yang paling semangat dalam menggosipi Lu Sun.
Melihat sudah ada guru lain yang datang, Lu Sun buru-buru memperbaiki posisi duduknya.
dan berkata,
"Selamat pagi juga guru...ehh maaf aku lupa siapa namanya kemaren ?"
"Maklum sudah tua."
ucap Lu Sun sambil tersenyum.
Melihat senyum Lu Sun, guru Lin buru-buru menundukkan kepalanya, wajahnya menjadi merah karena jantung berdebar-debar.
__ADS_1
Sambil pura-pura membereskan mejanya yang sudah rapi, dengan suara lirih dia berkata,
"Nama ku Lin Mei Ling, disini biasanya di panggil guru Lin."
"Ohh ya ingat aku sekarang, maaf maaf guru Lin."
"Guru Lin ngajar ilmu pengetahuan alam kan ?"
ucap Lu Sun memastikan.
Guru Lin mengangguk kecil dan berkata,
"Benar guru Lu.."
"Guru Lin sudah lama ngajar di sini ?"
tanya Lu Sun basa basi selain saat ini hanya ada mereka berdua, meja guru Lin sendiri ada didepan Lu Sun.
Jadi mereka duduk bertetangga dekat, bila dia tidak mencari obrolan.
Tentu nantinya dia akan di cap guru baru yang sombong.
"Gak juga aku baru setahun ngajar di sini.."
"Sebelumnya kerja di mana ?"
tanya Lu Sun menyambung pembicaraan.
"Belum pernah, setelah tamat kuliah aku langsung di tawarin kerja di sini."
ucap Guru Lin malu-malu.
"Guru Lin sendiri tamatan universitas mana ? dalam apa luar negeri.?"
tanya Lu Sun
jawab guru Lin, sambil mengeluarkan alat tulis dan buku-buku materi yang akan dia ajarkan hari ini.
"Guru Lu sendiri kenapa bisa tertarik ngajar di sini, guru Lu sebelumnya kerja di mana ?"
tanya Guru Lin sambil memutar tempat duduknya menghadap kearah Lu Sun.
"Aku Sebelumnya kerja di Group Lu, karena bosan aku pun berhenti."
"Sempat menganggur beberapa bulan, saat mengantar anak kesekolah, kebetulan mendengar dari cerita Satpam."
"Bahwa di sini ada lowongan posisi guru olahraga yang kosong. aku pun mencoba menemui pak Ma."
Tidak di sangka, aku malah keterima .."
"Begitulah ceritanya."
ucap Lu Sun menutup ceritanya.
Guru Lin mengangguk angguk, sesaat kemudian dia kembali bertanya,
"Guru Lu tadi bilang sempat bekerja di group Lu, jangan jangan guru Lu masih ada hubungan keluarga dengan Jaredb Lu Cin Bao.?"
tanya guru Lin dengan ekspresi kaget.
Lu Sun tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu berkata.
"Aku tentu ingin mengenalnya dan jadi saudaranya, tapi sayang nya, dia tidak bersedia menerima nya."
__ADS_1
Guru Lin tertawa sambil menutupi mulutnya dan berkata,
"Guru Lu kamu bisa aja.."
"Guru Lu anak mu yang sekolah di sini, siapa namanya ?"
tanya Guru Lin dengan hati-hati.
"Yang besar bernama Lu San, sekarang SMA kelas 1, yang kedua Afei sekarang SMP kelas 1, sedangkan yang paling kecil Lu Dan,. sekarang SD kelas satu."
"Yang di sini pasti foto keluarga guru Lu ya ?"
ucap Guru Lin sambil menunjuk foto di depan Lu Sun.
"Boleh aku melihatnya ?"
ucap guru Lin meminta ijin ke Lu Sun.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Silahkan saja, asal jangan di banting.."
Guru Lin tertawa, lalu dia mengambil bingkai foto pertama dan melihat fotonya.
"Wow guru Lu, istri mu cantik sekali.. siapa namanya..?"
tanya guru Lin penasaran.
Lu Sun tersenyum pahit dan berkata,
"Namanya Ying Ying, dia sudah meninggal."
"Apa...!"
teriak Guru Lin sedikit terkejut.
"Kok bisa. ?.. padahal masih sangat muda.."
"Ehh maaf...maaf aku..aku turut berdukacita."
ucap Guru Lin cepat meletakkan foto Ying Ying kembali ketempatnya.
Dia merasa tidak enak hati, telah menanyakan sesuatu yang mengingatkan luka lama Lu Sun.
Lu Sun tersenyum pahit dan berkata,
"Umur tidak bisa memberi jaminan, bila jodohnya sudah habis yang tersisa hanya perpisahan dan kenangannya saja."
Saat mereka berdua sedang larut dalam pikiran masing-masing, tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu.
"Selamat pagi. semuanya....!"
ucap Jemmy Tan dengan suara di buat buat merdu.
Lu Sun yang sempat sedikit larut dalam kesedihannya, akhirnya tersenyum lebar saat melihat kehadiran manusia heboh satu ini.
"Aduh Mei Ling...! kemajuan ya sekarang, pagi pagi sudah nyuri stat mojok berduan, senang ya ? menikung teman.."
"Padahal eke..udah usahain datang cepat-cepat, tetap aja kalah selangkah.."
"Ihh sebel deh..!"
ucap Jemmy Tan nyerocos tanpa henti, dengan gayanya yang khas.
__ADS_1