
Dia semakin yakin pasti inilah markas pusat klan Yamaguchi yang sedang di cari nya.
Lu San tetap terbang di udara melakukan pemantauan secara diam diam mengikuti mobil sedan itu.
Lu San ingin tahu dia mau berhenti di mana, dan menemui siapa ? di situlah pasti si Takeshi yang sedang dia cari berada.
Akhirnya si pendek memarkirkan mobilnya di depan sebuah gedung yang bergaya arsitektur kuno Jepang.
Dengan terburu-buru si pendek yang kelihatannya cukup terkenal di tempat itu, dia berlari menerobos kedalam gedung tersebut dengan tubuh berlepotan darah.
Tapi tidak ada satupun penjaga di sana yang berani mencegah ataupun menghentikan langkahnya.
Dengan mudah si pendek akhirnya sampai di ruang utama, di mana terlihat seorang pria bertubuh sedang, wajahnya masih muda dan tampan.
Pria itu terlihat sedang minum teh dengan santai.
Di punggungnya menggendong sebuah tas yang berisi anak panah giok hijau.
Sedangkan di atas meja tergeletak sebatang busur yang terbuat dari Giok putih.
"Tuan,.. klub malam kita.."
"Arrghhh..!"
Belum selesai ucapannya si pendek sudah menjerit ngeri, lalu tubuhnya tumbang keatas lantai tidak bergerak lagi.
Di dahi tertancap sebuah cawan keramik yang melesak kedalam menembus tengkorak di bagian dahi.
"Dasar bodoh,..! kamu sudah membawanya kemari..! tidak punya otak tidak pantas hidup..! peiii..!"
ucap si pemuda itu sambil meludah kearah tubuh si pendek yang tergeletak tidak bergerak.
"Teman turunlah bila ingin minum teh, tak perlu bersembunyi di balik awan sana...!"
ucap Pria itu sambil mendongak keatas.
Lu San tertawa dingin di balik awan, lalu tubuhnya dengan ringan melayang turun dari atas.
"Kebetulan sekali kamu ada di sini, hutang lama dan baru sekalian
di lunaskan hari ini juga.."
ucap Lu San dingin.
"Hutang apa teman,? rasanya aku tidak pernah meminjam apapun dari mu.. bagaimana kamu bisa bilang aku berhutang pada mu..?"
ucap Pria itu tetap tenang sambil minum teh.
"Malah kamu yang harusnya berhutang pada ku, kamu kemana kan kelima batang anak panah ku..?"
ucap pria itu kembali sambil tertawa mengejek.
__ADS_1
Dia mengenali Lu San meski Lu San menggunakan bentuk wajah orang lain.
"Ini ku kembalikan barang jelek mu,..!"
ucap Lu San sambil melemparkan 5 anak panah giok hijau kearah anak muda itu.
5 titik hijau melesat bagaikan kilat menyambar kearah pemuda itu..
Pemuda itu menyambar busurnya, lalu melayang mundur menjauh, dengan posisi tetap duduk.
Kursi yang tadi di didudukinya, menempel di pantatnya, ikut melayang menjauhi kelima titik hijau itu.
Pria itu duduk ditempat lain dan berkata,
"Terimakasih kamu sudah membawanya kemari untuk ku."
Dengan mengibaskan tangannya, seperti sedang main sirkus, kelima batang anak panah yang menembus lantai hingga hanya terlihat ujungnya.
Melesat keluar dari dalam lantai masuk kembali ke kantong anak panah yang tergantung di punggungnya.
"Hmm lumayan juga kamu, cepat sebutkan nama mu agar aku bisa beritahu Wu Ching siapa saja muridnya yang tewas di tangan ku.."
ucap Lu San sambil tersenyum dingin.
"Tak perlu beralasan bilang saja kamu tertarik pada ku,.. baiklah nama ku Mike Li,.. puas..?"
ucap nya sambil membentuk bayangan oranye Diagram kuno.
Lu San mengulurkan tangannya yang membentuk cakar kedepan.
Anak panah Giok yang membentur telapak tangan Lu San hancur seperti tepung tanpa sisa.
"Hanya begini kah kemampuan murid Wu Ching, apa kalian hanya melatih ilmu bermain sesama jenis saja darinya.!?"
"Kalian para bangsat muka putih mampuslah.."
ucap Lu San sambil menebaskan tangannya yang berisi Wu Xiang Cien Chi kearah Mike Li.
Karena tidak melihat adanya serangan yang datang, Mike Li membentuk sebuah perisai berbentuk kubah oranye melindungi dirinya.
Lalu dengan tenang dari dalam kubah dia melepaskan puluhan panah yang di arahkan ke Lu San.
Setiap anak panah di ujungnya di lapisi mantra yang membentuk berbagai macam diagram berwarna warni.
Semuanya di arahkan ke Lu San, Lu San terlihat hanya berdiri diam di tempat hanya bayangan dirinya yang berubah menjadi 10 orang.
Setiap bayangan bergerak cepat maju mencengkram mata panah yang tertuju Kediri nya.
Setelah berhasil setiap bayangan akan kembali menyatu kedalam tubuh Lu San,
Sambil mengumpulkan ke 10 batang anak panah giok milik Mike Li, kedalam telapak tangannya.
__ADS_1
"Bila kamu sudah tidak menghendakinya, aku akan membantu mu."
Ucap Lu San,.. Lalu sekali cengkram 10 batang anak panah giok hijau itu.
Hancur menjadi tepung saat Lu San membuka telapak tangannya.
Sedangkan Wu Xiang Cien Chi, yang di tebaskan kearah Mike Li, tertahan oleh perisai oranye yang menutupi seluruh tubuh Mike Li.
Bunga api berpijar saat hawa pedang yang tidak kasat mata berbenturan dengan perisai ciptaan Mike Li.
Perisai Mike Li hanya bergetar terkena benturan Wu Xiang Cien Chi, dan memunculkan tulisan mantra kuno di sekitar tempat tabrakan dua energi.
Lu San menggerakkan sepasang telapak tangan nya kedepan dan berkata,
"Cobalah ini...!!"
"Raaarrrr...!!"
terdengar raungan naga yang dahsyat.
Mengawali pergerakan cahaya hijau berbentuk kepala seekor Naga yang mementangkan mulutnya lebar-lebar ingin mencaplok Mike Li beserta kubah perisai nya.
Mike Li kembali melepaskan 10 panah Giok secara beruntun yang dilapisi mantra tulisan kuno mengelilingi panah tersebut.
Setiap anak panah membelah diri menjadi 100 panah, secara beruntun 1000 panah menerjang kearah Pukulan Naga siluman semesta yang di lepaskan oleh Lu San.
Semua anak panah yang membentur bayangan Naga Siluman Semesta yang Lu San ciptakan, menimbulkan ledakan kecil di tubuh Naga Siluman Semesta.
Tapi hal itu tidak dapat menahan apalagi menghentikan pergerakan Naga Siluman Semesta .
Melihat itu dengan wajah sedikit khawatir, Mike Li melepaskan tanda bahaya ke udara.
Lalu dia kembali melepaskan 5 batang panah dengan ukuran yang jauh lebih besar.
Begitu panah di lepaskan, kembali muncul lingkaran Diagram kuno di bagian depan mata panah.
Untuk memperkuat daya serang ke lima anak panah yang membesar dan menjadi panah raksasa.
Kelima anak panah itu melesat menyambut Naga Siluman Semesta.
Tapi Naga Siluman Semesta tidak bergeming, tubuhnya hanya bergetar sedikit saat menerima panah yang membentur tubuhnya.
Perisai ciptaan Mike Li pecah hancur berantakan, tapi Tubuh Mike Li berhasil melompat keluar dari dalam perisai oranye ciptaannya.
Tubuh Mike Li melayang menjauh hinggap di tembok, lalu tubuhnya menghilang ke balik tembok.
Lu San kini sudah di kepung dan di bombardir dengan tembakan senjata mesin dari berbagai arah.
Tanpa menghiraukan peluru yang berhamburan ke arahnya.
Lu San membentangkan mulutnya dan menyemburkan api hijau ke sekelilingnya, secara berputaran.
__ADS_1