KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KERIBUTAN KECIL DI ARENA ES


__ADS_3

Maya yang berputar-putar di arena rambut panjang berkibar-kibar tertiup angin terlihat sangat cantik dan sempurna.


Gaun panjang yang ngepas dengan tubuhnya dengan belahan samping yang memamerkan pahanya yang panjang dan putih mulus, menambah pesona orang yang melihatnya.


Banyak penonton seputar arena yang berkumpul menonton aksi menawan yang ditunjukkan oleh Maya.


Para pelatih dan pengawas bersorak dan bertepuk tangan saat Maya melakukan lompatan dengan tubuh berputar-putar seperti gasing disaat dia sedang melaju kencang.


Kemudian mendarat dengan sempurna melanjutkan laju tubuhnya meluncur diatas arena es tersebut.


Akhirnya dia berhenti di samping Lu Sun dengan nafas sedikit terengah-engah.


"Sudah lama tidak bermain, fisik ku sudah jauh menurun sekarang.."


ucap Maya sambil mengatur nafas.


Lu Sun Ying Ying dan Xue Xue menatap Maya dengan penuh kagum.


"Sudah lama gak main aja masih seperti ini, apalagi dulu ?"


"Kamu dulunya atlit ice skating Ya ?"


ucap Lu Sun sambil menatap Maya.


Maya tersenyum dan berkata,


"Ahh itu dulu, udah lama sekali, waktu itu masih SMA iseng-iseng ikut kejuaraan propinsi."


"Tidak di sangka malah menang, tapi itu sudah lama sekali."


ucap Maya malu-malu.


Lu Sun langsung mengacungkan dua jempol jarinya kearah Maya dengan penuh semangat.


Tapi dia lupa sedang berdiri diatasi ice dengan hanya ditopang dengan dua buah pisau kecil di kakinya.


Alhasil badannya yang tinggi besar jatuh terlentang diatas lantai berlapis es tebal.


Ying Ying dan Xue Xue sedikit terkejut dan ingin membantu Lu Sun berdiri, tapi Lu Sun terlalu berat buat mereka.


Mereka malah terseret jatuh menimpa Lu Sun, Lu Sun sengaja menarik tubuh mereka berdua kedalam pelukannya.


Agar Ying Ying dan Xue Xue tidak jatuh membentur es.


Maya kemudian membantu Ying Ying dan Xue Xue bangun, sedangkan Lu Sun pelan-pelan bangun sendiri.


Lalu di bantu Maya ditarik ke pinggir bersandar pada pegangan besi stainless untuk bisa berdiri.


"Sun ke ke kamu tidak apa-apa kan ?"


tanya Maya sambil tertawa.


Lu Sun sambil tertawa berkata,

__ADS_1


"Orangnya sih tidak apa-apa tapi malunya itu loh ha..ha..ha..ha..!"


Ketiga wanita cantik itupun ikut tertawa.


Dua orang pelatih ice Skating temannya Maya datang menghampiri mereka.


Kemudian mereka masing-masing menawarkan diri membantu Ying Ying dan Xue Xue bermain ice skating sambil menikmati suasana Permainan ice Skating yang sebenarnya.


Mereka berdua menatap Lu Sun menunggu persetujuan karena khawatir Lu Sun nanti cemburu.


Lu Sun yang tahu kedua istrinya tentu sangat pengen mencicipi bermain ice skating di tengah, dia pun mengangguk dan berkata,


"Hati-hati, pergilah main sepuasnya."


Mendapat persetujuan dari Lu Sun mereka berdua sangat gembira. mereka segera ikut dengan kedua pelatih pria, yang membantu mereka bermain dengan menggandeng tangan mereka.


Lu Sun sendiri mencoba bermain ditemani oleh Maya


Tak butuh waktu lama Lu Sun sudah mulai bisa menguasai permainan ice Skating.


Ini karena Lu Sun memiliki ilmu ringan tubuh dan keseimbangan tinggi, jadi dia hanya butuh sedikit penyesuaian saja.


Ditempat lain Xue Yen sudah mulai bisa bermain sendiri tanpa pelatih, ini juga tidak heran karena di kehidupan sebelumnya Xue Yen adalah putri pulau es.


Jadi terhadap permainan di atas es Xue Xue lebih cepat terbiasa, ditambah dengan sedikit bantuan tehnik berjalan di udara miliknya dulu.


Itu semakin memudahkan Xue Xue menyesuaikan diri.


Sengaja mencari kesempatan untuk meraba dan merangkul Ying Ying setiap dia kehilangan keseimbangan.


Lu Sun bergerak menghampiri mereka meski sedikit kaku, Lu Sun sudah bisa meluncur sendiri.


Lu Sun kemudian menarik Ying Ying kedalam pelukannya dan mendorong pelatih itu menjauh.


Pelatih itu terlihat kurang senang dan berkata,


"Apa-apaan kamu ini mengapa begitu.kasar ?"


Lu Sun tersenyum dingin tidak memperdulikan pelatih itu, dia merangkul dan membimbing Ying Ying menuju ke pinggir.


"Pria itu sangat brengsek, dia mengambil kesempatan melecehkan ku, setiap aku kehilangan keseimbangan.."


ucap Ying Ying kesal, karena pelatih itu beberapa kali dengan genit menyentuh dadanya.


Lu Sun hanya menanggapinya dengan tersenyum dan berkata,


"Sudahlah itu resiko, siapa suruh kamu begitu cantik dan seksi."


Ying Ying wajah nya langsung merah, dia berkata dengan sedikit malu.


"Apanya yang seksi anak pun sudah ada."


"Dasar gombal..!"

__ADS_1


Lu Sun hanya menanggapi Omelan Ying Ying sambil tertawa ringan.


Pelatih itu semakin kesal karena Lu Sun bersikap cuek dan tidak menganggapnya.


Dia kemudian maju dengan kecepatan tinggi ingin mendorong Lu Sun dari belakang.


Lu Sun yang menangkap ada angin berkesiur di belakang nya. dia langsung memutar badannya.


Sehingga pelatih yang hendak mendorong Lu Sun dari belakang, sepasang tangannya menemui tempat kosong.


Lu Sun sambil berputar menyusul dengan sebuah tendangan ke pantat pelatih tersebut sehingga tubuhnya tersungkur mencium es yang keras.


Dia meluncur deras diatas es, sampai kepalanya menabrak pinggiran kaca baru berhenti.


Giginya banyak patah sehingga mulutnya berlumuran darah, hidungnya juga patah dan mengeluarkan darah, kepalanya benjol sebesar telur ayam akibat membentur dinding kaca yang tebal.


Karena kejadian ini berlangsung dengan cepat, orang-orang hanya mengaggap ini insiden yang terjadi secara tidak terduga.


Para pelatih di sana buru-buru bergerak menolong teman mereka yang sial itu.


Setelah membawa Ying Ying ke pinggir Lu Sun pun bertanya,


"Sayang bagaimana kalau aku yang temani kamu meluncur di tengah..?"


"Emang kamu bisa, nanti kita babak belur seperti pelatih itu lagi."


ucap Ying Ying sangsi.


Lu Sun tertawa dan berkata,


"Kamu tenang saja tidak bakalan terjadi. "


"Baiklah.. aku percaya padamu, tapi awas kalau sampai jatuh, malam ni kamu tidur di sofa.."


ucap Ying Ying mengancam.


Lu Sun tersenyum dan mengangguk,


"Boleh terserah padamu.."


Lu Sun mulai membawa Ying Ying meluncur semakin lama semakin cepat , Ying Ying Sampai menutup matanya karena ngeri.


Tapi setelah terbiasa, dia malah mulai tertawa girang, menikmati angin sejuk yang berhembus disekitar telinga dan wajahnya..


Ketika Lu Sun sedang asyik bermain ice Skating meluncur kesana kemari, terlihat empat pria muda berpakaian mirip pemain Hockey es mereka meluncur dari pinggir menuju ketengah ingin menabrak Lu Sun dan Ying Ying.


Untuk membalas perbuatan Lu Sun terhadap teman mereka.


Tapi Lu Sun dengan lincah menghindari tubrukan mereka satu persatu, untuk memudahkannya bergerak lebih leluasa,.


Lu Sun menggendong Ying Ying, lalu meluncur ke pinggir menitip Ying Ying kepada Maya.


Lalu Lu Sun meluncur kembali ketengah menanti ke 4 orang itu.

__ADS_1


__ADS_2