KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEDATANGAN PENGACARA ROBERT LAM.


__ADS_3

"Ya nona Sandra, apa yang bisa saya bantu..?"


tanya Robert Lam cepat.


"Pak Robert bisa kemari sekarang,? aku kini berada di kediaman Paman ku yang baru saja meninggal."


"Ok 5 menit aku tiba di sana.."


ucap Robert Lam cepat.


"Baik makasih pak Robert, di tunggu kedatangannya.."


ucap Giok Lan lalu mematikan ponselnya.


Nicole melepaskan pelukan Giok Lan, tiba tiba dia menjatuhkan diri berlutut di hadapan Lu Sun dan berkata,


"Kakak Sun, dulu bila Nicole ada salah Nicole minta maaf.."


"Saat ini Nicole sudah tidak punya siapa siapa lagi, Nicole mohon..."


Lu Sun buru-buru membangunkan Nicole dan berkata,


"Kamu jangan seperti ini, ingat pesan John tadi, jaga baik-baik kandungan mu.."


"Tak perlu bicara masa lalu, aku tahu apa yang kamu inginkan.."


"Aku pasti akan memberikan keadilan untuk ayah mu dan John, pelaku sebenarnya tidak akan lolos.."


"Tapi saat ini yang paling penting adalah membebaskan John dari segala tuduhan.."


"Setelah itu aku baru mengurus dan menghukum para pelakunya.dengan berat.."


"Darah di bayar darah, nyawa di bayar nyawa..tidak ada kompromi.."


ucap Lu Sun tegas.


Nicole setelah mendengarkan penjelasan dari Giok Lan akan ucapan Lu Sun.


Dia dengan airmata bercucuran, berulang kali memberi hormat dan mengucapkan terima kasih pada Lu Sun.


Lu Sun membelai rambut Nicole dengan lembut dan berkata,


"Tidak perlu seperti itu, ingat kita adalah keluarga, keluarga Giok Lan tentu keluarga ku juga.."


"Sekarang pergilah istirahat, jangan banyak berpikir, aku jamin paling lama 3 hari, John akan kembali kesisi mu.."


ucap Lu Sun sambil memberi kode agar Giok Lan menemani Nicole kembali ke kamarnya.


Giok Lan mengangguk, lalu dia dengan lembut membimbing Nicole ke kamarnya, sambil menerjemahkan ucapan Lu Sun barusan.


"Sun ke ke kenapa kamu begitu tidak praktis, sudah begitu lama kamu masih tidak belajar bahasa umum ini..?"


tegur Ying Ying sambil tersenyum.


Lu Sun tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Buat apa ? dulu ada kamu, kini ada Giok Lan, bahasa yang rumit dan bertele tele ini buat apa di pelajari.."


Sambil tersenyum Ying Ying berkata,


"Coba jelaskan bagian mana yang bertele-tele ? menurut ku itu cuma alasan mu menutupi kemalasan mu.."


"Nih aku katakan kenapa aku sebut dia bertele tele, coba kamu nilai sendiri.."


"Untuk makan saja di bagi 4 eat ate eaten dan eating, masing-masing di gunakan untuk waktu yang berbeda beda pula penggunaan nya,."


"Makan ya makan titik, mau makan sekarang nanti sebelumnya ataupun kapan ya tetap makan."


"Kenapa harus di buat rumit.."


"Bahasa konyol gini mau di jadikan bahasa umum, aku bisa tertawa sampai gigi lepas.."


"Aku katakan pada mu, mengapa bahasa konyol ini bisa di paksa menjadi bahasa umum.."


"Itu untuk menunjukkan superioritas nya di bandingkan dengan negara lain."


"Karena dia punya banyak wilayah jajahan yang memaksa orang harus tahu bahasanya, itu saja tak lebih.."


"Coba kalau saat ini aku memutuskan menguasai dunia, lalu memaksa semua negara tahlukkan menggunakan bahasa ku.."


"Yang gak nurut pakai bahasa ku aku musnahkan, kira kira 1000 tahun kemudian di Dunia ini bahasanya pakai bahasa siapa..?"


ucap Lu Sun sambil tersenyum penuh kemenangan..


Ying Ying menatap suaminya dengan wajah kaget dan pucat kemudian berkata,


"Sun ke ke kamu tidak bermaksud membentuk pasukan dan menjadi penguasa dunia kan ?"


"Aku hanya ingin menjadi penguasa atas istri istri cantik ku.."


ucap Lu Sun sambil memeluk dan mencoba ingin menciumi istrinya.


Ying Ying berteriak kaget dan meronta sambil tertawa manja dia berkata,


"Sun ke ke jangan,.. malu..ihh...ini rumah orang..jangan macam macam..!"


Lu Sun tidak perduli, dia tetap dengan nakal menindih dan menggerayangi Ying Ying, hingga Ying Ying tertawa kegelian.


Tapi meski sedang bercanda dengan Ying Ying pendengaran Lu Sun tetap tajam.


Saat mendengar gerak langkah dua orang sedang mendatangi ruang tamu.


Dia segera berbisik pada Ying Ying,


"Ayo bangun,.. ada yang datang.."


Ying Ying buru-buru bangun membenahi rambut dan pakaiannya yang acak acakan karena ulah Lu Sun.


Wajahnya merah padam menahan malu, bibirnya sedikit cemberut dan mengomeli Lu Sun.


Lu Sun menanggapinya dengan tersenyum, Giok Lan yang kebetulan sedang keluar dari kamar.

__ADS_1


Melihat reaksi Ying Ying yang gugup dan malu malu, dia pun tersenyum menggelengkan kepalanya sambil menunjuk Lu Sun.


Lu Sun hanya tersenyum lebar mengangkat kedua bahunya dengan cuek dan sikap santai.


Giok Lan mengambil posisi duduk di sebelah Ying Ying dan berkata,


"Tadi aku mendengar kalian berdebat soal bahasa, kok tiba-tiba malah jadi liar tak terkendali begini..?"


Goda Giok Lan nakal sambil tertawa.


Wajah Ying Ying semakin merah dan panas, dia membalas mencubit paha Giok Lan dengan gemas.


"Aduh..!"


jerit Giok Lan tertahan, lalu dia pindah ke sebelah Lu Sun dan berkata,


"Sun ke ke lihat ada yang tidak terpuaskan, malah melampiaskan nya ke aku.."


ucap Giok Lan sambil tertawa manja.


Ying Ying langsung mempelototi Lu Sun dan menunjuk nya dengan tidak puas.


Tapi dia tidak pandai bicara, jadi hanya memilih menunjukkan ekspresi lewat wajahnya yang kesal dan malu.


Lu Sun hanya tersenyum dan berkata,


"Sayang ada 2 orang yang sedang kemari, kemungkinan pengacara Robert dan bibi Mathilda.."


"Gimana kondisi Nicole..?"


tanya Lu Sun mencoba mengalihkan pembicaraan.


Karena yang membuat Ying Ying jadi seperti itu adalah dirinya, bila di teruskan yang bakal jadi sasaran kemarahan Ying Ying yang malu tentu dirinya.


"Ohh,..kondisi Nicole sudah stabil, dia sedang tidur pulas "


"Syukurlah,...."


ucap Lu Sun sambil menatap kearah jalan menuju ruang tengah.


Tak lama kemudian terlihat Bibi Mathilda datang membawa seorang pria bertubuh tinggi besar memakai jas lengkap dengan dasi, sambil menenteng sebuah tas kulit.


Melihat kedatangan pria itu, Giok Lan pun berdiri dan maju menyalami nya sambil berkata,


"Apa kabar Om Robert, mari silahkan duduk di sini.."


Sambil membalas salaman tangan Giok Lan, pengacara Robert Lam berkata,


"Kabar ku baik,.. Bagaimana dengan kabar nona besar sendiri..?"


Giok Lan menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas dia berkata.


"Kabar ku kurang baik paman, seperti yang paman tahu paman Clooney baru saja meninggal, Alberto sudah sibuk mau berebut warisan.."


"Kini di tambah lagi dengan masalah John suami Nicole yang barusan ini di bawa oleh dua detektip polisi New York."

__ADS_1


"Dengan tuduhan pembunuhan berencana terhadap paman Clooney, hal ini semakin menambah pusing di kepala ku.."


ucap Giok Lan lesu.


__ADS_2