KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SAN SUDAH SIUMAN


__ADS_3

Lu Sun buru-buru membangunkan Deborah dan berkata,


"Baiklah baiklah,.. kami terima keinginan mu, tapi untuk sementara ini kami hanya bisa menganggap mu sebagai anak angkat kami.."


"Hingga kamu tamat kuliah, dan bila San er sudah sembuh.."


"Saat itu bila kamu masih tetap pada keinginan mu ini, kami pasti akan merestui hubungan kalian.."


"Untuk sementara ini hanya bisa seperti ini.."


"Bila kedua orang tua mu ada waktu ajak lah mereka kerumah untuk main dan ngobrol.'


ucap Lu Sun memberikan Solusi.


Deborah menghela nafas, meski dia tidak puas dia juga tidak berani menentang keputusan Lu Sun yang sudah bulat itu.


Perawatan ayah Lu San yang sedang bicara serius, hawa keagungan yang keluar dari tubuhnya, membuat siapapun sulit untuk membantahnya.


"Baiklah ayah,..tapi mengenai kedua orang tua ku, aku tidak berani janji, mereka berdua lebih banyak tinggal di London daripada di Nan Jing."


ucap Deborah sedikit tidak enak hati.


Karena dia tahu persis bagaimana sikap asli kedua orang tua nya, yang selalu memandang bisnis di atas segala nya.


Giok Lan tersenyum dan menggandeng tangan Deborah kemudian berkata,


"Kamu tenang saja, katakan saja pada ayah ibu mu, keponakan ratu Elizabeth, Sandra Gunman keponakan Clooney Gunman ingin bertemu dan berkenalan dengan mereka."


"Tante yakin mereka tidak akan menolaknya.."


ucap Giok Lan penuh percaya diri.


Deborah sedikit kaget melihat ibu Giok, yang biasanya hanya selalu santai di rumah tidak pernah pergi kerja ataupun bisnis.


Juga tidak pernah dengar dia menemui relasi siapa pun, kenapa tiba-tiba begitu percaya diri mengatakan dirinya keponakan ratu Inggris segala.


Ingin rasanya Deborah menyentuh jidat mama Giok, untuk memeriksa apakah dia sedang demam tinggi karena keadaan Lu San.


Sehingga ibu Giok jadi mengalami gangguan halu.


Tapi itu semua cuma dalam pikirannya saja, dia mana mungkin punya nyali untuk melakukan hal kurang ajar itu.


Lu Sun dapat menangkap keraguan Deborah, dia pun berkata,


"Deborah,.. kamu lakukan saja, apa kata mama Giok tadi."


"Paman berani jamin tidak akan ada kesalahan.."


Mendengar ucapan Lu Sun, Deborah pun menjadi ragu dengan jalan pikirannya sendiri.


"Baiklah ayah ibu, Deborah nanti akan coba bicara sama papi mami nantinya.."


"Kakak San kapan baru boleh di jenguk ?"


tanya Deborah penuh harap.


Lu Sun tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Sebentar lagi, dia akan di pindahkan ke ruang rawat inap, kamu boleh jenguk sepuasnya."


"Tapi ingat sekolah harus terus jalan, gak boleh bolos dengan alasan temani San er.."


Deborah mengangguk dan berkata,


"Baik ayah.."


Alicia dari tadi hanya diam saja, menanggapi sikap dan ucapan sahabatnya.


Di dalam hati dia berpikir, aku kembali kalah selangkah darinya.


Tapi aku tidak akan menyerah, keputusan terakhir tetap ada di tangan kakak San.


Aku Alicia tidak mungkin semudah itu menyerah.


Aku boleh menyerah dengan Michiko tapi tidak dengan Deborah..


Batin Alicia diam diam di dalam hati.


Sementara itu di dalam ruangan ICU, saat Lu San terbangun, menyadari dirinya masih hidup, tapi kaki tangan nya, tidak bisa di gerakkan.


Bahkan jari kaki dan tangannya pun tidak bisa di gerakkan.


"Ya Tuhan siksaan apalagi yang akan kamu berikan pada hamba mu yang berdosa ini.."


"Kenapa tidak kamu cabut saja nyawaku, mengapa harus biarkan aku hidup, menanggung semua ini.."


gumam Lu San di dalam hati dengan sedih.


"Bahkan hanya untuk mati pun, kamu'tidak bisa, lalu kamu mau berharap bisa apa kedepannya.."


"Benar kata keempat orang itu, kamu adalah aib keluarga Lu..."


gumam Lu San sedih sambil memaki dirinya sendiri.


Di saat Lu San sedang melamun sendirian, para perawat sudah datang melakukan pemeriksaan, kemudian Lu San dipindahkan keruangan rawat inap.


Sambil membantu memindahkan, beberapa perawat rumah sakit yang masih muda-muda dan cantik itu.


Mereka bekerja sambil ngegosip, mereka sama sekali tidak tahu Lu San sudah siuman.


Mereka mengira Lu San masih pingsan akibat bius medis yang di berikan.


Mereka tidak tahu, karena Lu San di rawat dengan cara medis gabungan tradisional dan modern.


Dia bisa pulih dan siuman jauh lebih cepat dari pasien biasa'


Salah satu perawat yang mengenakan kacamata dan berdada besar memulai pembicaraannya.


"Sayang banget masih muda dan tampan gini, harus mengalami nasib cacat seumur hidup seperti ini.."


Seorang perawat lain yang rambut nya di kepang kuda, langsung menjawabnya.


"Emangnya kenapa,? kamu suka...kalau dia gak cacat..?"


"Kukatakan padamu, ya, meski dia cacat sekalipun masih banyak yang bersedia jadi istrinya."

__ADS_1


"Apa kamu tahu dia ini siapa..?"


Si kaca mata menaikan sedikit kacamata nya dan berkata,


"Siapa ..?"


"Bukannya cuma pasien invalid, yang tak bisa bergerak seumur hidup..?"


Si kepang kuda kembali berkata,


"Nah itulah kamu kurang pergaulan.."


"Ku katakan pada mu, kamu lihat baik-baik papan nama di ujung kakinya, namanya Lu San, dia dari keluarga Lu."


"Kamu tahu siapa pemilik rumah sakit kita.?"


Si kacamata tertawa sinis dan berkata,


"Tentu tahulah, bukan nya, pemiliknya Prof Billy Teng, ..?"


Kini perawat lainnya yang bertubuh kecil berwajah imut, tapi ukuran bokong dan dadanya ngalahin Ketiga temannya di sana.


"Salah kamu, Prof Billy Teng itu cuma pengurus kepercayaan, keluarga Lu."


"Pemilik sebenarnya bernama Lu Sun, masih terhitung menantunya prof Billy, tapi anaknya prof Billy sudah meninggal."


"Jadi statusnya kini cuma mantan menantu.."


"Kalau di suruh pilih biar bocah ini gak cacat sekalipun aku pilih ayahnya lah.."


"Ayahnya ada di luar, kalian gak lihat Wuih gantengnya, bikin gregetan deh.."


ucap si imut itu gregetan sambil memegang pipinya sendiri dengan kedua tangannya.


"Kamu mimpi Sono, kamu gak lihat dua istri di sampingnya, di bandingkan dengan kamu.."


"Kamu seperti kotoran kerbau mau bersaing dengan bunga teratai dan bunga mawar.."


ucap Si kepang kuda sambil tertawa.


"Sialan loe, bilang aja, kamu iri, karena depan belakang mu kempot kedalam, seperti punya nenek nenek yang menciut dan keriput.."


ucap si imut sambil tertawa mengejek.


Si kacamata ikut tertawa dan berkata,


"Benar benar,... ujungnya seperti anggur kering (Kimia) ha...ha...ha.."


"Dasar loe kacamata kuda, kapan loe pernah lihat punya gue, sembarangan nyerocos aja.."


ucap Si kepang kuda sewot.


"Sudah sudah kalian ini ribut aja, ayo cepat urus dan kerjakan tugas kalian baik'baik jangan sampai ada kesalahan."


"Hati hati besok kita berempat gak usah kerja lagi, kalau ada kesalahan sekecil apapun..'


ucap perawat berwajah kalem dengan potongan muka berbentuk kuaci.

__ADS_1


__ADS_2