
Untuk menahan serangan yang mengarah ke 5 organ vitalnya.
Lu San yakin dirinya mampu menahan serangan gelap tersebut.
Tapi saat darah hijau kemerahan muncrat dari luka di tubuhnya dan dia merasa sangat kesakitan di 5 titik organ vitalnya.
Lu San sangat terkejut dan tidak percaya melihat 5 buah panah giok hijau menembus tubuhnya dari bagian belakang hingga ujungnya sedikit tembus kedepan.
Untungnya panah itu tidak sampai melukai Debby, masih tertahan di tubuhnya.
Ini adalah kali pertama Cing Kang Pu Huai Ce Sen nya bisa ditembus oleh senjata musuh
Lu San sangat heran dan sulit mempercayai nya, ada senjata yang mampu menembus kekebalan tubuh nya yang dilindungi Cing Kang Pu Huai Ce Sen.
Donnie Yen berdiri di sana sambil tersenyum mengejek berkata,
"Tidak perlu heran, kamu sudah menyedot begitu banyak racun bunga 5 warna yang menjadi pantangan dari ilmu kebal yang kamu miliki."
"Masih bisa bertahan hidup sampai sekarang pun sudah hebat.."
"Aku beritahu pada mu, agar tidak mati membawa penasaran, bunga 5 warna tumbuh di dekat batu lima warna.."
"Yang menjadi cikal bakal terbentuknya kekuatan Sun Wu Kung guru mu, dengan kekuatan itulah Sun Wu Kung menciptakan ilmu Cing Kang Pu Huai Ce Sen.'
"Yang kemudian di wariskan pada mu, lalu menjadi kebanggaan mu karena merasa tidak akan ada senjata yang bisa melukai mu."
"Tanpa kamu tahu bahwa racun dari bunga 5 warna inilah yang akan melemahkan Cing Kang Pu Huai Ce Sen yang kamu miliki.."
"Ba..Ba.. bagaimana kamu bisa tahu se.. sebanyak itu.."
tanya Lu San yang memuntahkan sedikit darah segar dari mulutnya.
"Karena guru ku Wu Cing hidup dari jaman purba 300 juta tahun yang lalu, sebelum batu lima warna dan Dewi Nuwa lahir.."
"Ha..ha..ha..ha..!"
Donnie Yen tertawa keras.
Sesaat kemudian dia menunjuk ke arah Deborah dan berkata,
"Deborah aku harus berterimakasih banyak pada mu, bila bukan karena kamu menggunakan parfum yang ku berikan itu."
"Mustahil aku bisa melukai pacar mu yang super perkasa itu.."
"Ha...ha...ha...ha...!"
Pepatah lama mengatakan
__ADS_1
"Nan Jen Nan Kuo Mei Jen Kuan (pria sulit melewati jebakan wanita cantik) sedangkan wanita cantik sulit melewati ketampanan perhatian keromantisan kelembutan dan mulut manis rayuan dari seorang pria."
"Itu semua sangat tepat dan tidak salah.."
"Lu San ku beritahukan pada mu, jangan mudah percaya dengan wanita cantik, semakin dia cantik semakin pandai dia menipu mu.."
"Nah sekarang kalian berdua pergilah mati...!!"
teriak Donnie Yen sambil melepaskan dua pukulan sinar Hijau kearah Lu San dan Debby.
Debby hanya tersenyum sedih dan terus bergumam, seperti orang linglung
"Aku yang mencelakai mu,.. aku pantas mati..aku pantas mati.."
Lu San kembali' muncul didepan Debby, dia menggunakan sepasang tangannya yang penuh terisi tenaga Im Yang Sen Kung dan Naga Siluman Semesta menyambut.
Kedua sinar hijau tersebut.
"Duarrr...!!"
Benturan yang menimbulkan ledakan dahsyat terjadi di udara.
Tubuh Donnie Yen terpental keluar dari bianglala, dia harus bersalto di udara beberapa kali, baru bisa menjaga keseimbangan dan mematahkan tenaga dorongan Lu San yang sangat dahsyat.
Sedangkan di pihak Lu San dia kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"San ke ke... maafkan Debby.. Debby lah yang mencelakai mu.."
"Debby pantas mati.."
ucap Debby berlinang air mata.
Lu San dengan jari gemetar menghapus airmata kekasihnya dan berkata,
"Jangan bicara seperti itu,..jangan menangis,..ini bukan salah mu..aku yang menyeret mu kedalam masalah ini.."
Krakkk...!! krakkk...Kreekkk..!!"
Bianglala tempat Debby dan Lu San berada berderak keras dan mulai miring kearah sungai Thames yang dalam dan lebar.
Melihat hal itu sambil tersenyum mengejek Donnie Yen membentuk mudra, kemudian memunculkan sebuah bayangan diagram formasi kuno. berwarna hijau.
Yang berputar-putar di depan nya, kemudian dia dengan sekuat tenaga mendorong nya kearah Lu San sambil berkata.
"Matilah kalian berdua...!!"
Cahaya diagram formasi kuno yang bersinar kehijauan melesat kearah Lu San mendatangkan tekanan yang sangat kuat.
__ADS_1
Hingga bianglala yang menjadi tempat tumpuan Lu San dan Debby semakin lama semakin miring kearah sungai.
Seberkas cahaya keemasan yang sangat menyilaukan, yang menimbulkan api yang menjilat jilat melesat kearah Diagram berwarna hijau memotongnya menjadi dua dan terus melaju kearah Donnie Yen.
Donnie Yen berteriak histeris ketakutan mengangkat kedua tangannya untuk menutupi wajahnya.
Cahaya itu terus melesat menghanguskan apapun yang dilewatinya, tubuh Donnie Yen sirna begitu saja saat di lewati cahaya berkilauan tersebut.
Tubuh Debby melayang ringan mendarat di tepi sungai di lindungi tenaga tidak kasat mata, yang melindunginya hingga berhasil mendarat dengan selamat di tepi sungai.
Sedangkan di tempat lain, orang yang melepaskan panah Giok hijau, langsung melesat meninggalkan lokasi, saat melihat Donnie Yen tewas dengan begitu mudah dalam sekali serangan.
Dia takut bila terlambat menyelamatkan diri, Lu San yang perkasa itu akan membuat dirinya menyusul Donnie Yen.
Bianglala terus miring akhirnya terjatuh kedalam sungai menimbulkan menimbulkan suara hiruk pikuk.
Sekaligus membawa tubuh Lu San yang penuh luka baik luar maupun dalam ikut jatuh kedalam sungai Thames.
Sewaktu Donnie Yen melepaskan serangan nya, Lu San yang sadar dirinya tidak akan selamat.
Dia mencabut pedang cahaya menebaskan nya kearah Donnie Yen.
Lu San ingin membunuh Donnie Yen dengan sisa Kekuatan yang dia miliki, agar Donnie Yen tidak menggangu kekasih Debby.
Setelah melihat Donnie Yen mati, Lu San dengan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa, memindahkan Debby dari bianglala menuju tepi sungai dengan selamat.
Sambil memindahkan Debby dengan sisa Kekuatan terakhirnya, Lu San meninggalkan pesan untuk terakhir kalinya ke Debby.
Sebelum bianglala menimpa ke sungai terdengar suara Lu San berkata,
"Debby kamu harus jaga diri mu baik baik.kedepannya..!!"
"Jangan bersedih menyesal dan menangis..aku tidak pernah menyesal mencintai mu.."
"Selamat tinggal kekasih ku..hidup lah dengan baik...!!"
Dia tidak ingin gadis itu berduka menyalahkan diri nya sendiri apalagi sampai bunuh diri karena masalah ini.
Lu San ingin gadis yang pernah memberikan momen terindah dalam hidup nya hidup dengan selamat dan bahagia.
Sambil mengenang momen suapan pangsit super lezat dari Debby, sambil tersenyum Lu San bergumam.
"Sampai mati pun, aku akan tetap merasa kenyang dan tidak akan menjadi hantu kelaparan."
Lalu perlahan-lahan tubuhnya ikut tenggelam kedalam sungai bersama bianglala raksasa yang ikut tumbang ke dalam sungai.
Lu San sambil tersenyum menatap kearah cahaya yang semakin lama semakin menjauh dari dirinya hingga akhirnya gelap gulita.
__ADS_1