KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENEMANI ISTRI KE MALL


__ADS_3

Sementara itu di tempat tinggal Lu Sun, terlihat Lu Sun duduk santai di sofa diruang tengahnya.


Lu Sun duduk di tengah menemani kedua istrinya yang sedang menonton berita di TV dengan mata terbelalak.


Terutama Ying Ying dia sangat terkejut saat mendengar tentang berita sepasang suami istri yang bermain cinta secara tidak tahu malu di kandang singa.


Dan berakhir diterkam dan di habisi oleh kawanan singa di kebun binatang kota.


Ying Ying awalnya menanggapi berita itu sambil tertawa-tawa dengan Xue Yen.


Tapi saat dia melihat siapa kedua orang tersebut, tawanya hilang berganti dengan rasa terkejut dan ngeri.


Setelah berita selesai berganti dengan iklan, Ying Ying dengan serius menarik wajah Lu Sun menatapnya dan berkata,


"Sun ke ke apakah itu ulah mu ?"


Lu Sun hanya mengangguk ringan dan santai.


"Kenapa Sun ke ke tega melakukan hal keji seperti itu ?"


ucap Ying Ying kurang puas.


Lu Sun kini menatap wajah Ying Ying dengan serius dan berkata,


"Aku bisa mengampuni semua orang yang melukai ku, tapi aku tidak sanggup mengampuni orang yang melukai wanita ku."


"CAO CAO pernah bilang lebih baik dia menghianati semua orang di dunia, tapi dia tidak akan mengijinkan satu orang pun di dunia ini berkhianat padanya."


"Aku Lu Sun Jendral Naga Hitam juga punya prinsip, Aku boleh disakiti oleh orang sedunia tapi tidak kuijinkan satu orang pun di dunia ini menyakiti wanita ku.."


ucap Lu Sun serius sambil menatap Xue Yen dan Ying Ying.


Ada rasa haru menyelimuti perasaan kedua wanita itu, tapi juga ada rasa ngeri melihat aksi sadis yang Lu Sun tunjukkan.


"Sun ke ke bisakah kamu berjanji padaku lain kali jangan bertindak sekejam itu lagi."


ucap Ying Ying menatap Lu Sun penuh harap.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dengan serius dan berkata,


"Sayang apa pun permintaan mu aku akan memberikannya, termasuk nyawa ku sekalipun."


"Tapi untuk satu hal ini maaf ini sudah prinsip ku."


"Satu hal lagi, terus terang saja ku katakan sekarang agar kamu jangan kaget, Ming Dao mantan mu yang saat ini menghilang tidak tahu ada di mana."


"Suatu hari nanti bila dia jatuh ke tangan ku, aku akan membuatnya merasa menyesal terlahir ke dunia ini."


"Seumur hidup aku tidak akan melupakan apa yang dia lakukan pada Xue Xue.."


Mendengar ucapan tegas Lu Sun Ying Ying sadar dia tidak mungkin bisa merubah pendirian Lu Sun lagi.


Lu Sun dari kata-katanya hanya memberikan dia satu pilihan bila ingin menghentikannya, yaitu meminta nyawa Lu Sun.

__ADS_1


Tapi itu adalah hal yang mustahil dia terlalu mencintai suaminya, bagaimana mungkin dia bisa meminta nyawanya.


Lu Sun yang melihat Ying Ying tertunduk kecewa.


Dia segera meraih kepala Ying Ying dan menciumnya sambil berkata,


"Sayang dunia ini terlalu kejam dan banyak orang egois bermuka dua, kebaikan hati mu bisa merugikan diri mu sendiri."


"Ada pepatah lama dalam seni militer, berbelas kasih terhadap musuh mu, adalah sikap yang kejam terhadap diri mu dan orang disekitar mu."


Ying Ying mengangguk dan tidak membantahnya, dia sangat mengenal Lu Sun meski sangat lembut dan selalu menuruti kemauannya.


Tapi hal yang sudah dia putuskan tidak ada yang bisa merubahnya.


Tiba-tiba HP Lu Sun di meja berbunyi, Xue Yen membantu Lu Sun mengambilnya dengan bibir cemberut dia berkata,


"Dari Cindy nih..!


Lu Sun tersenyum canggung dan berkata,


"Makasih sayang.."


Lalu Lu Sun mengangkatnya di depan kedua istrinya tidak mau membuat mereka curiga.


Lu Sun menggeser tombol hijau di HP nya menyalakan load speaker agar semua bisa mendengar nya, dia berkata,


"Ya ada apa Cin...?"


"Sun ke ke sudah baca chat dari saya ?"


jawab Lu Sun santai.


"Kakek Xie Ding Feng kemaren menghubungi ku, mengajak aku bekerjasama menghabisi ke 6 saudaranya.."


"Gimana menurut mu ?"


tanya Cindy.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Itu bagus kamu ikutin saja kemauannya, cukup Share lokasi mu lewat GPS,."


"Aku membantu mu secara diam-diam, kamu tenang saja.."


Cindy bernafas lega kemudian berkata,


"Menurut mu aku perlu membawa pengawal rahasia ku tidak.?"


Lu Sun tersenyum dan menggoda Cindy,


"Pengawal yang mana yang bule, atau yang kembar atau yang bermata hijau itu, apa mereka sanggup menghadapi salah satu dari ke 7 orang itu ?"


Cindy menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Tidak, "


Lu Sun sambil tertawa berkata,


"Sudah kamu tenang saja, biar aku yang jadi pengawal mu, daripada bawa mereka lebih baik ajak si Maya instruktur senam mu itu.."


"Kakak Sun serius tertarik dengan Maya, dari kemaren dia terus menanyakan tentang kamu."


"Kalau kakak Sun serius aku akan bawa dia, tapi kakak Sun harus janji tidak boleh mempermainkan perasaan nya dan membuatnya sedih.'"


ucap Cindy serius.


Lu Sun melirik kearah samping kiri kanan nya, wajah kedua istrinya sudah berubah sambil tertawa dia berkata,


"Aku hanya bercanda soal Maya untuk menggoda kedua istriku yang ikut mendengarkan obrolan kita, kamu jangan menganggapnya serius.."


"Aduhhh..!"


jerit Lu Sun karena pinggang dan telinga nya sudah di cubit oleh Ying Ying dan Xue Yen.


Terdengar suara tertawa Cindy yang kemudian berkata,


"Ya sudah udahan dulu ya, nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut baru ku kabarin."


Lalu ponsel pun di matikan dari seberang oleh Cindy, Lu Sun sambil tersenyum juga mematikan ponselnya dan berkata,


"Sayang mumpung lagi santai, ke mall yuk aku temanin kalian cari pakaian."


"Sun ke ke serius..?"


tanya Xue Yen dan Ying Ying kompak sambil menatap Lu Sun penuh harap.


Lu Sun tersenyum lembut dan berkata,


"Ayo kita siap-siap sekarang sudah jam 10 sampai disana pas sekali Mall nya buka."


"Sayang ajak San er tidak ?"


tanya Lu Sun.


Ying Ying langsung menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Jangan jangan ribet, lebih baik nanti kita belikan saja mainan untuk nya, sebelum pulang."


Lu Sun mengangguk tidak membantah, di banding dia yang jarang bersama anaknya.


Tentu Ying Ying yang mengurusnya dari kecil jauh lebih tahu.


Dalam sekejap Lu Sun sudah ditinggalkan duduk seorang diri di sofa, kedua istrinya sudah menghilang ke kamar masing-masing.


Lu Sun yang sudah siap dengan kaos santai dan celana santai sepanjang lutut, langsung berjalan ke garasi.


Menyalakan mesin mobil Wrangler miliknya, dia memanaskan mobilnya.

__ADS_1


Rencananya dia akan menggunakan mobil ini mengantar kedua istrinya ke Mall, Dia yang menyetir adalah paling sempurna.


Biar kedua istrinya duduk di belakang, dia sendirian di depan.


__ADS_2