KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENUJU KASHGAR


__ADS_3

Lu Sun menyusul ke lantai 3 saat tiba di sana dia kembali di hujani tembakan senapan mesin oleh puluhan orang bersenjata.


Dua di antara mereka yang berbadan tinggi besar dan berambut cepak, kembali menggunakan senjata laser menembaki Lu Sun.


Sedangkan di belakang mereka ada lima orang yang hendak naik ke pesawat helikopter melarikan diri.


Lu Sun menghindari serangan laser, kemudian melepaskan aura Naga, sehingga para penyerang dan kelima orang yang hendak kabur tidak bisa bergerak.


Lalu Lu Sun membentuk energi Golok Maut menebaskan kearah pesawat helikopter yang sudah standby siap terbang.


Begitu terkena hawa energi golok biru Lu Sun helikopter tersebut terbelah dua.


Lu Sun kemudian melepaskan Wu Xiang Cien Chi menebas leher semua orang yang ada di sana.


Sehingga semua penyerang dan ke 5 orang yang hendak melarikan diri dengan helikopter tumbang jatuh keatas tanah, dengan tubuh tanpa kepala.


Lu Sun menyimpan senjata laser berbahaya itu kedalam gelangnya, kemudian dia mencoba memeriksa indentitas kedua penyerang nya itu.


Ternyata kedua orang itu berasal dari Rusia, Lu Sun kemudian memotret wajah kedua orang itu yang kepalanya sudah terpisah dari badan.


Lu Sun juga berjongkok memotret senapan mesin Mk46 dan Mk48 yang menurutnya buatan nya cukup unik dan halus.


Selain itu Lu Sun juga memotret beberapa senapan serbu HK 416.


Semua senjata yang terakhir di gunakan oleh puluhan orang lawannya ini, menurut Lu Sun sedikit berbeda dan jauh lebih canggih dari senjata AK 47 yang memakai bahan campuran kayu.


Lu Sun yang tidak ahli dalam senjata tentu tidak paham semua senjata unik ini adalah senjata andalan pasukan khusus Amerika serikat.


Bila ada Giok Lan dia pasti akan langsung mengenalinya.


Setelah melakukan pemeriksaan dan mengabadikan beberapa foto sebagai bukti pendukung, Lu Sun yang semakin penasaran melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap mayat ke 5 orang itu.


Dari hasil pemeriksaan, Lu Sun menemukan indentitas diri ke 5 orang itu yang berbeda beda dan sangat mencurigakan.


Orang pertama adalah penduduk lokal bernama Al Fatah,


orang kedua adalah seorang warga negara Rusia bernama Yurikov,


orang ketiga seorang warga negara Afghanistan bernama Abdul Malik,

__ADS_1


orang keempat seorang berkewarganegaraan Turki dengan nama Abijard,


dan orang terakhir berkewarganegaraan Amerika bernama George Washington.


Melihat kemunculan orang asing dari berbagai kewarganegaraan ini, jadi timbul tanda tanya besar dalam pikiran Lu Sun, apa yang mereka inginkan dari kelompok yang tinggal di daerah perbatasan terpencil ini ?


Lu Sun melihat masing-masing ke 5 orang itu membawa sebuah tas yang terborgol jadi satu antara handle tas dengan tangan mereka.


Melihat hal ini Lu Sun pun menjadi tertarik untuk menyelidiki tangan ke 5 orang itu.


Yang masing-masing memegang sebuah tas kulit.


Lu Sun mematahkan borgol di tangan kelima orang itu seperti mematahkan kerupuk, lalu dia membuka paksa melihat isi tas kelima orang itu, yang terkunci dengan menggunakan kode tertentu.


Tanpa kesulitan Lu Sun berhasil merobek kelima tas tersebut dengan cakar tulang putih nya.


Ternyata di dalam tas kelima orang itu,


Lu Sun menemukan di dalam nya berisi draft perjanjian kontrak yang sama, yang di tandatangani oleh mereka berlima.


Dengan perjanjian ke empat negara yang terlibat akan membantu kelompok ini dengan persenjataan dan segala cara, agar kelompok ini bisa mendirikan negara sendiri.


Setelah membaca isi draft perjanjian tersebut mengertilah Lu Sun apa penyebab kelompok ini melakukan aksi teror di mana mana.


Cara kerja mereka juga begitu rapi dan teratur, rupanya di balik ini ada otak yang menukangimya, demi keuntungan pribadi masing-masing.


Ideologi dan segala paham hanya jualan untuk menggalang kekuatan dari masyarakat lokal saja.


Tujuan sebenarnya adalah sumberdaya alam di Xinjiang, semua adalah permainan politik kelas kakap.


Lu Sun kembali memotret wajah ke 5 orang itu dan mengambil kartu indentitas mereka.


Setelah itu semua data yang berhasil Lu Sun kumpulkan dia simpan kedalam gelangnya.


Lalu Lu Sun meninggalkan tempat tersebut berubah menjadi seekor elang yang terbang tinggi, menuju bandara Diwopu, di mana pesawat jet Lu Sun terparkir di sana sedang menanti kedatangannya.


Karena setelah masalah di sini beres Lu Sun masih harus melakukan perjalanan estafet menuju Kashgar. Daerah Pahataikelixiang.


Daerah antah berantah yang baru pertama kali di dengar oleh Lu Sun.

__ADS_1


Untungnya pramugari Vivi adalah penduduk lokal Xin Jiang, sehingga dia memiliki pengetahuan yang cukup membantu dalam misi Lu Sun.


Beberapa saat kemudian Lu Sun sudah kembali duduk dalam pesawat melanjutkan perjalanan nya menuju Kashgar.


Saat duduk dalam pesawat Lu Sun mengeluarkan senjata laser yang ditemukannya dan melihat nya dengan hati-hati.


Di dalam hati Lu Sun berpikir kekuatan senjata ini sangat mengerikan tidak di bawah kekuatan tebasan energi golok maut.


Setelah melihat nya dengan teliti Lu Sun berhasil menemukan sebuah tulisan kecil dengan huruf timbul Peresvet Made in Rusia.


Dari tulisan tersebut Lu Sun menyimpulkan nama senjata ini adalah Peresvet dan pemilik senjata ini adalah Rusia.


Lu Sun kemudian menyimpannya kembali kedalam gelang dengan hati-hati.


Sebenarnya Lu Sun ingin secepatnya memberikan semua data yang dia temukan ini ke presiden Xi secepatnya.


Sayang nya dia gak bisa menggunakan tekhnologi komputer seperti itu.


Giok Lan tidak ikut Viktor pun juga tidak ikut.


Jadi dia terpaksa menyimpan semuanya dahulu.


Sebenarnya Lu Sun masih punya pilihan lain yaitu minta tolong ke pramugari maupun kedua pilotnya.


Tapi Lu Sun tidak sepenuhnya percaya kepada mereka, rahasia di tangannya terlalu penting.


Bila sampai bocor bisa menimbulkan dampak buruk yang sangat mengerikan.


Karena di balik gerakan ******* extrim ini, ternyata di baliknya tersimpan konspirasi besar dari beberapa negara termasuk dua negara adidaya.


Yang paling mengerikan adalah senjata Rusia ini, bila diproduksi secara massal dan di berikan ke kelompok ******* di Xin Jiang ini, negara China bisa berada dalam bahaya besar.


Yang nantinya juga bisa membawa imbas besar bagi bisnis Lu Sun yang seluruh nya berpusat di China.


Lagipula panggilan jiwa patriotik nya melarang dirinya berpangku tangan atas masalah yang akan melanda negeri nya ini.


Sebagai warga negara yang baik dia harus membantu mempertahankan kedaulatan negara nya dari gangguan manapun.


Begitu pesawat mendarat di airport Kashgar yang berukuran kecil.

__ADS_1


Lu Sun langsung meninggalkan bandara menggunakan taksi sewaan menuju PahataikeliXiang.


__ADS_2