KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
44. Seseorang Menghadang 4: Hancurnya Golem Kokoh dan Munculnya Klaus (Berakhir)


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Atas, Kota Zong, dekat Wilayah Hutan Kematian, Di Pertengahan jalan menuju Kediaman Li Guan.


Pada saat Golem antara milik Xuan Hu dan musuh sedang bertarung, Golem milik Xuan Hu hampir saja kalah karena pukulan dari Golem musuh membuat Golem milik Xuan Hu hampir runtuh.


Saat itu juga, Xuan Hu ingin menggunakan Jurus Pasukan Sendiri, namun dari arah belakang mereka terdengar suara dari seseorang yang sangat familiar, yang sangat mereka ketahui.


"Yah, Ning'er benar. Jangan kau gunakan Jurus itu hanya untuk para bedebah itu...". Kata suara yang familiar itu.


Otomatis Xuan Hu, Chu Ning dan Yu Zuan langsung nengok ke belakang.


"Guru...!!". Hormat langsung mereka bertiga, ternyata itu adalah Guru Li yang berhasil menemukan ketiga muridnya.


"Kalian tidak apa apa??". Kata Guru Li yang sudah capek karena berlari ke mana mana untuk mencari muridnya, ia sangat khawatir.


"Kami tidak apa apa, Guru...". Jawab Chu Ning singkat.


"Kemana Shen Long?". Tanya Guru Li yang keheranan karena ia hanya berhasil menemukan 3 muridnya saja, 1 murid nya tidak ada di tempat.


"Guru, tadi Shen Long berada di sana. Dia sedang melawan musuh yang terkuat dari musuh yang ada di depan kita, apa kita harus berpencar untuk mencarinya??". Jawab Xuan Hu dengan pasti sambil menunjuk tempat yang sebelumnya saat Shen Long ada di sana.


"Ah, tak usah khawatir. Biarkan dia melawan musuh yang kuat, itu untuk latihannya hari ini". Jawab Guru Li dengan tenang.


"Tapi Guru.....". Cemas Chu Ning.


"Tidak apa, Guru tau kalau dia menyembunyikan kekuatan aslinya...". Kata Guru Li.


"Kekuatan asli? Maksud guru??". Tanya Chu Ning lagi dengan penasaran.


"Kalian pasti tak merasakannya, tapi Guru memiliki kemampuan yang beda dengan kalian, Guru juga lebih kuat dan insting nya lebih tajam daripada kalian, jadi Guru tau kalau Shen Long itu anak yang kuat dan pemberani". Jawab Guru Li.


"Baiklah Guru, aku mengerti...". Balas Chu Ning.


"Nah, mari kita selesaikan dulu masalah di sini. 5 vs 5, itu pertarungan yang adil". Ucap Guru Li dengan melirik ke arah musuh.


"Guru, jika Guru ikut campur pasti kita akan menang dengan gampang. Biarkan kami yang melawan mereka, Guru tunggu saja di sini". Kata Xuan Hu dengan sedikit bercanda.


"Hahaha.... Baiklah, Guru akan duduk di sini, kalian cepatlah...". Jawab Guru Li.


"Baik..!". Balas ketiga muridnya dengan kompak.


Sekarang, fokus mereka kembali ke arah musuh.


Kedua Golem tersebut ternyata masih melakukan baku hantam, walaupun Golem milik Xuan Hu memukul Golem milik musuh terus terusan, namun pertahanan dari Golem musuh sangatlah kuat dan kokoh.


Belajar dari kasus sebelumnya, saat Golem musuh menyerang Golem milik Xuan Hu, itu berhasil untuk di hindari, Golem milik Xuan Hu sangatlah beda dengan Golem biasa lainnya.


Jika Golem biasa, mereka tidak memiliki akal dan ingatan, seperti Golem milik musuh yang selalu kena pukul dan lambat, ia tak pernah memiliki akal dan ingatan yang kuat.


Namun Golem milik Xuan Hu beda, Golem yang di ciptakan oleh Xuan Hu atau semua Pasukan yang di bentuk, di panggil, ataupun di ciptakan oleh si pengguna Jurus Pasukan Sendiri, pasti memiliki akal, pikiran, ingatan dan dapat berbicara layaknya manusia normal walaupun ia hanya sendiri saja.


Tapi di sini, karena bukan Jendral Besar dari Pasukan milik Xuan Hu, jadi Golem miliknya tak bisa bicara namun masih memiliki akal dan ingatan yang cukup kuat, Er juga seperti itu walaupun ia Golem tipe Jendral tapi ia tak bisa bicara karena masalah level nya yang kurang.


Semua tipe Jurus Pasukan Sendiri adalah sebagai Jendral, ia bertugas untuk memimpin pasukannya yang terdiri dari beberapa pasukan, lalu ada Pasukan yang di pimpin oleh si Jendral.


Hanya ada 4 jenis saja yang ada di dunia ini, yaitu tipe Jendral si Majikan dan si Pasukan, pembantunya. Lalu ada Komandan yang mengatur atau memimpin para Jendral, jika si Pengguna hanya memiliki 1 Elemen saja, maka ia hanya mampu menciptakan Pasukannya hingga di level Komandan saja.


Namun jika si Pengguna dapat menggunakan lebih dari 1 Elemen, ia dapat memanggil atau menciptakan Pasukannya hingga ke level Panglima, yaitu tipe yang terus ada di samping si pengguna, artinya itu adalah Tangan Kanan atau Kiri si Pengguna.


Jadi ada 4 jenis, tipe atau level yang ada dalam Pasukan Buatan atau Pasukan Sendiri, yaitu dari yang terkecil ke besar :



Tipe level Pasukan.


Tipe level Jendral.


Tipe level Komandan.


Tipe level Panglima.



Semua itu balik lagi pada si Pengguna, jika ia memiliki Tenaga Dalam yang besar, maka ia mampu membuat Panglimanya, namun jika tidak maka ia hanya mampu membuat sampai Komandan saja.


Kembali ke Pertandingan.


Golem milik musuh terus terusan di hajar oleh Golem milik Xuan Hu, di sisi lain karena pergerakannya yang lambat, Golem milik lawan hanya bisa di pukuli dan tak bisa melakukan serangan balik.


"Bagus, itu baru Pasukan ku!!". Teriak Xuan Hu pada Golem nya.


"Groor....". Balas Golem nya dengan tambah bersemangat, ia menambah kecepatan geraknya walaupun gerakan tersebut masih terbilang sangat amatir, namun menurut Golem si musuh itu sangat kencang dan cepat.

__ADS_1


"Hei, kenapa kau selalu kena pukul? Hajar balik dia, jangan sampai kau di pukuli terus!!". Teriak sang lawan si pengguna Elemen Tanah, dia yang membuat Golem Tanah nya sendiri, ia si Senior.


"Groor....". Seakan mengerti dengan apa yang di katakan oleh si pemilik, Golem nya melakukan sebuah perlawanan dengan menghajar balik Golem Xuan Hu, namun gerakannya masih sangat lambat dan tak terarah karena berhasil di hindari oleh Golem Xuan Hu.


"Hahaha.... Serangan lambat seperti itu, tak akan bisa mengenai Golem ku!!". Teriak Xuan Hu pada lawan nya.


"Yah itu memang tak berguna, tapi lihat Golem ku. Dia sangat kokoh dan kuat, apa Golem mu begitu lemah? Sehingga tak bisa menghancurkan Golem ku?? Retakan saja tak terlihat dari Golem ku, sedangkan Golem mu sekali pukul sudah hampir runtuh, hahaha..... lihat? Golem siapa yang lebih kuat??". Teriak balik si musuh, ia mengejek Golem milik Xuan Hu.


"Baiklah, jika itu mau mu. Golem ku, tunjukan pada musuh mu, siapa yang lebih kuat pukulannya!!". Teriak Xuan Hu pada Golem miliknya.


"Hah, mana mungkin Golem tau bahasa manusia! Percuma saja kau meneriaki Golem mu!!". Ucap si musuh pada Xuan Hu.


Setelah mengatakan itu, secara tiba tiba Golem milik Xuan Hu melakukan gerakan yang aneh.


"Tidak mungkin.... Bukan kah itu Jurus....".Si musuh kaget melihat Golem milik Xuan Hu melakukan gerakan aneh yang ia pahami.


'Elemen Tanah: Jurus Pukulan Naga Tanah!!'. Golem milik Xuan Hu melapisi tangan kanannya dengan Tanah yang ada di sekitar hingga membentuk jadi kepala Naga yang ada di tangan kanan nya, itu melapisi seluruh bagian tangan di pergelangan nya saja.


(Seperti biasa dan sudah Author katakan sebelumnya, Author akan menggunakan tanda petik 1 (') untuk Jurus atau Teknik yang di gunakan dari Pasukan Sendiri atau Pasukan Buatan, walaupun ia dapat berbicara sekalipun).


"Sudah kuduga, bagaimana bisa kau....". Hampir lepas dari kelopak matanya, si musuh memelototi Xuan Hu dengan kaget, ia tak mengira bahwa Golem musuh bisa berkomunikasi dengan si penggunanya.


"Apa kau heran dengan itu? Bagiku itu sudah biasa, sekarang Golem siapa yang lebih kuat??". Kata Xuan Hu dengan mengejek balik musuhnya.


"Serang dia!!". Lanjutnya lagi dengan mengarahkan tangannya ke arah Golem milik musuh.


"Duarr........ Crak tak... tak... tar.....". Setelah pukulan dari Golem Xuan Hu di luncurkan dan berhasil mengenai Golem milik musuh, akhirnya Golem si musuh retak dan hancur berkeping keping oleh pukulannya.


"Tidak.... Golem ku.....". Teriak musuh dengan menyedihkan.


"Serang mereka...!!". Teriak Xuan Hu pada Golem nya untuk menyerang kelima musuh nya yang tersisa.


"Groorrr......". Teriak Golem Xuan Hu.


"Dem... dem... dem... dem....". Terdengar suara tanah yang bergetar akibat Golem milik Xuan Hu yang berlari, dia sedang menghampiri kelima musuhnya.


Saat Golem milik Xuan Hu hampir mendekati Jurus Api mereka, tiba tiba ada sesuatu yang bergerak cepat tepat di belakang si Golem, setelah Golem Xuan Hu melewati Jurus Api itu sesuatu yang bergerak cepat itu masuk ke dalam lingkaran Jurus Api itu tanpa hambatan.


"Dzzztt.... Dzzztt....". Golem Xuan Hu belum menyentuh musuhnya, tiba tiba semua kepala dari kelima musuhnya sudah putus dari leher masing masing musuh, itu terjadi begitu cepat dan terasa sangat mudah.


Setelah semua sudah tumbang, barulah sosok itu memperlihatkan wujudnya.


Yu Zuan hanya diam saja untuk jawabannya, "Mari kita susul Kakak Ketiga....". Kata Yu Zuan saat hening beberapa detik.


"Baik, ayo....". Balas Chu Ning dan Xuan Hu, Guru Li hanya mengamati murid keempatnya yang super cepat itu, ia juga mengikuti ketiga murid nya untuk mencari Shen Long.


~


Sementara itu, pada waktu setelah Shen Long kabur dari tempat nya yang sebelumnya, ia memancing musuh nya untuk menjauh dari pandangan Guru nya.


Ia tak ingin kekuatan aslinya terungkap atau tersebar secara luas, jadi ia menggiring musuhnya dengan cara pura pura kabur.


"Hei, mau lari kemana kau bocah kecil...!". Teriak Pria rambut kuning itu sambil mengikuti arah perginya Shen Long.


Tanpa di duga, arah yang Shen Long tuju adalah tempat dari Kediaman Guru Li. Namun ia belok masuk ke arah Hutan Kematian, jika ia berlari terus ke depan, maka itu adalah Kediaman Guru Li ia tak ingin menyusahkan Guru nya jadi ia belok dan masuk ke Hutan Kematian.


"Hei, apa kau salah jalan?? Hahaha.... Bocah kecil memang bocah kecil, kau sungguh bodoh. Apa kau ingin ku bunuh di Hutan Kematian??". Teriak Pria rambut kuning itu lagi.


Shen Long hanya terdiam dan berlari, ia mengatur larinya agar tak terkejar oleh pria rambut kuning itu.


"Sial!! Apa kau tuli?? Jawab aku, bocah kecil!!!". Karena tak ada jawaban dari Shen Long, pria rambut kuning itu di buat emosi.


Beberapa saat kemudian, Shen Long tiba tiba berhenti dan menoleh kebelakang.


Pria rambut kuning itu juga berhenti di tempatnya saat ini, ia melihat ke sekelilingnya.


"Dimana ini??". Tanya pria rambut kuning itu.


"Kita masih ada di sekitar bagian luar dari Hutan Kematian". Jawab Shen Long.


"Kenapa kau membawaku kemari? Apa kau ingin ku bunuh di sini??". Ucap pria rambut kuning itu dengan ringan.


"Aku tak berniat untuk membunuh diriku sendiri, malah sebaliknya. Apa kau yakin, untuk mengikuti ku kemari??". Tanya balik Shen Long dengan raut wajah yang misterius.


"Hah?? Apa kau gila?? Aku lebih kuat darimu, bocah kecil!!". Teriak dengan emosi pria rambut kuning itu lagi.


"Kau lebih kuat dariku? Apa kau yakin??". Shen Long selalu menjawab pernyataan yang di katakan oleh pria rambut kuning itu.


"Dasar kau.... Bocah kecil!!!". Pria rambut kuning itu tak bisa menahan emosinya, ia langsung berlari menyerang Shen Long.


Namun, belum sampai setengah jalan menuju Shen Long, pria rambut kuning itu berhenti bergerak.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Kenapa aku merasa merinding??". Gumam Pria rambut kuning itu dengan melihat sekelilingnya, ia mencari sesuatu yang membuatnya menggigil.


"Ada apa denganmu? Kenapa berhenti??". Tanya Shen Long dengan main main.


"Apa yang kau lakukan?". Tanya serius Pria rambut kuning itu.


"Aku tak melakukan apa apa, kau lihat sendiri. Aku tak bergerak sama sekali daritadi....". Jawab Shen Long dengan tenang.


"Hmm.....". Pria rambut kuning itu tak bisa berkata kata lagi, karena Bocah Kecil itu memang diam di tempat nya saat ini, lalu apa yang membuatnya merinding?.


"Hahahaha..... Apa kau bingung??". Canda Shen Long memecahkan keheningan.


"Apa yang kau tertawakan??". Tanya pria rambut kuning itu dengan curiga.


"Baiklah aku akan memanggilnya ke sini, dia yang membuatmu tak bisa bergerak seperti itu". Jawab Shen Long.


"Siapa yang ingin kau panggil??". Tanya Pria rambut kuning itu penasaran.


"Baiklah, daripada berlama lama. Guru ku juga pasti bakal curiga jika aku keluar lama, Klaus.... Keluarlah". Jawab Shen Long yang membuat Pria rambut kuning itu penasaran.


Tiba tiba saja, awan menjadi mendung dan kerlipan petir terdengar.


"Jeduar... jeder...". Sabetan petir yang nyata itu merusak beberapa pohon yang ada di sekitar pria rambut kuning itu.


"Apa yang terjadi di sini? Kenapa tiba tiba ada petir??". Gumam Pria rambut kuning itu penasaran.


Tak lama kemudian Petir yang tadinya berwarna Biru Gelap menjadi berwarna Hitam pekat, "Apa ini? Kenapa petir nya tiba tiba berubah warna?? Apa yang kau lakukan, Bocah kecil???". Kata Pria rambut kuning dengan melihat langit setelah itu ia melirik ke arah Shen Long dengan marah.


"Akhirnya kau datang juga, Klaus....". Tanpa menghiraukan pertanyaan dari pria rambut kuning itu, Shen Long hanya menyambut teman lama nya.


Terlihat sosok dengan wujud seperti burung yang menunduk berlutut di hadapan Shen Long saat ini, itu adalah sesosok Garuda yang perkasa.


Garuda yang gagah berani dengan tinggi sekitar 2 meter dan masih melipat sayapnya, namun warna yang terlihat adalah Hitam pekat dengan terdiri banyak nya percikan Petir Hitam di seluruh ujung kepala hingga kakinya atau seluruh badannya.


Itu adalah Garuda dari Jurus Pasukan Buatan yang di miliki oleh Wu Tian di Jaman dulu, saat ini Shen Long telah mengingat kembali momen di ingatan Kakek Tian.


"Ap... apa itu? Kau memanggil siapa, bocah kecil??". Tanya gagap Pria rambut kuning itu.


"Sudah kubilang, aku memanggil teman lama". Jawab singkat Shen Long.


"Klaus.... Bagaimana kabarmu?". Shen Long melihat ke arah Garuda tersebut.


"Saya Klaus, Komandan dari para Jendral Elemen Petir. Merasa terhormat telah di hadirkan kembali oleh anda, Tuan ku..."


"Kabar saya baik baik saja...". Jawab Garuda tersebut yang ternyata adalah Pemimpin dari para Jendral Elemen Petir yang di miliki oleh Wu Tian dulu, karena Shen Long memiliki pesona dan citra yang sama seperti Wu Tian, jadi Klaus si Garuda Petir Hitam itu menganggap Shen Long sebagai Tuan nya.


"Baiklah, sekarang kau lawan dia". Kata Shen Long dengan menunjuk ke arah pria rambut kuning itu.


"Apa yang kau bicarakan??". Kata pria rambut kuning itu dengan gugup.


Ia sadar bahwa sesuatu yang di panggil Bocah kecil itu bukanlah hal yang mudah, tingkatannya sangat berbeda jauh dengannya, itu di luar kemampuannya.


Benar saja, saat ini Garuda yang terbuat dari Petir Hitam itu berada di Tahapan Tengah Tingkat Penguasa Bintang 5.


"Bagaimana rasanya, memiliki musuh yang tingkatannya jauh di atas tingkatan mu?". Tanya Shen Long dengan main main.


"Kau....". Pria rambut kuning itu, tak bisa berkata kata.


"Klaus, serang!!". Ucap Shen Long dengan pelan pada Klaus.


"Di mengerti, Tuan...". Klaus berdiri dari tempatnya saat ini, ia berbalik ke arah pria rambut kuning itu dan tiba tiba menghilang.


"Sial, kemana dia pergi??". Kata pria rambut kuning itu dengan gugup.


"Dzzzt....". Dengan satu gerakan, Klaus sekarang berdiri di depan Pria rambut kuning itu dengan tegak dan mengintimidasi, tentunya ia bergerak tanpa tenaga dalam, tadi ia menghilang dan bergerak cepat dengan hanya Kekuatan Fisiknya saja.


"Apa yang akan kau lakukan? Tidak.... ah..... tidaaaaak......". Klaus memegang kepala pria rambut kuning itu dan mengangkatnya, lalu memecahkan nya dengan sangat mudah.


Setelah itu, Shen Long membakar jasad dari Pria rambut kuning tanpa ada sisa sedikitpun, lalu ia berjalan ke arah Klaus.


"Kerja bagus, kembalilah Klaus....". Ucap Shen Long.


"Baik, Tuanku...". Sambil menunduk, setelah itu Klaus menghilang tanpa jejak dan cuaca kembali seperti sedia kala.


"Baiklah, aku harus kembali dengan cepat sebelum Guru dan yang lainnya mulai khawatir...". Gumam Shen Long lalu ia pergi keluar dari Hutan Kematian.


(Di sini bisa kita simpulkan, bahwa Shen Long tak ingin melawan Pria rambut kuning itu bukan nya ia kalah level, tapi karena ia ingin menggunakan Jurus Pasukan Buatan yang dulu pernah di gunakan oleh Kakek Tian, dan ia juga ingin menguji Klaus. Garuda Petir Hitam yang di panggilnya tadi, ternyata hasilnya sungguh memuaskan bagi Shen Long dan itu bisa ia gunakan nanti ketika dalam keadaan sulit, bukan hanya Klaus saja tapi pasti ada Pasukan yang lain juga selain Klaus).


~


Sampai sini dulu ya, lanjut ke Chapter selanjutnya... :)

__ADS_1


__ADS_2