
Keesokan paginya saat sarapan pagi, Ying Ying kembali mencoba menelpon kerumah tapi masih tetap belum nyambung.
Ying Ying mencoba menghubungi beberapa nomor HP, seperti HP nenek Afei bahkan Cherry.
Tapi tidak ada satupun yang bisa berhasil tersambung.
Dengan kecewa, sambil menghela nafas Ying Ying menyimpan kembali hpnya kedalam tas.
Lalu dia menyusul Lu Sun dan Giok Lan yang sedang memilih dan mengambil sendiri makanan yang di sediakan oleh pihak restoran.
"Bagaimana sayang ? sudah bisa tersambung..?"
tanya Lu Sun sambil mengambil bubur dan menaburi nya dengan potongan ikan fillet dan udang kukus
"Gak bisa, telpon ke rumah dan HP tetap tidak bisa nyambung.."
ucap Ying Ying bersungut-sungut.
Giok Lan yang sedang mengambil dua gelas juice ikut berkata,
"Yang membuat ku cemas dan gak tenang cuma San er,. dan Fei er yang masih kecil."
"Kalau yang lainnya sih, bukan masalah.."
Ying Ying mengangguk dan berkata,
"Aku setuju dengan mu, bila San er tidak sedang lumpuh, mungkin yang perlu ku cemaskan tinggal Fei er yang masih kecil.."
"Tapi kenyataannya berbeda, San er sekarang dalam kondisi sangat buruk.."
"Aku sedikit takut, dia akan mengambil jalan pendek.."
ucap Ying Ying lesu.
"Sudahlah kalian jangan berpikir terlalu banyak, ayo kit cepat sarapan, lalu kembali ke bandara melanjutkan perjalanan kita."
"Nanti setiba di New York kita coba hubungi lagi kerumah, siapa tahu sudah normal."
ucap Lu Sun mencoba menenangkan kedua istrinya.
Beberapa saat kemudian Lu Sun dan kedua Istrinya sudah terlihat kembali ke pesawat mereka melanjutkan perjalanan.
Cuaca saat ini sudah membaik, dan perjalanan mereka cukup lancar.
Setibanya di New York, saat turun dari pesawat, terlihat George dengan mobil Limosin nya sudah menanti kedatangan mereka bertiga.
"Apa kabar tuan,.. nyonya,..?"
ucap George menyalami Lu Sun Ying Ying dan Giok Lan dengan sopan.
"Sedikit tertunda oleh gangguan cuaca, tapi selebihnya berjalan cukup lancar "
ucap Lu Sun sambil tersenyum.
"George paman Clooney masih di rumah duka atau sudah di pindahkan ke pemakaman..?"
tanya Giok Lan sambil melangkah dengan gaya elegan menuju mobilnya.
Gaun hitam ketat dengan sedikit belahan di bagian paha, membuat tubuhnya yang seksi terlihat sangat mengagumkan.
Sebuah topi hitam menghiasi kepalanya yang rambutnya tersanggul dengan rapi membuat nya terlihat makin elegan.
__ADS_1
Lu Sun dan Ying Ying berjalan mengikuti Giok Lan dari belakang.
Di sini Giok Lan adalah tuan rumah, tentu saja mereka berdua sebagai pihak luar, hanya bisa mengikuti langkahnya saja.
George dengan sopan membantu membuktikan pintu dengan tubu sedikit membungkuk berkata,
"Paman Clooney sudah ada di pemakaman, bila kita langsung kesana, mungkin masih sempat melihat nya untuk terakhir kali sebelum di makamkan.."
"Kalau begitu kita buru kesana sekarang.."
ucap Giok Lan cepat.
Setelah mobil bergerak meninggalkan bandara, Ying Ying pun kembali menghubungi rumah.
Sekali ini telpon langsung tersambung, tak lama kemudian terdengar suara Lu Dan yang mengangkat telpon.
"Ya halo.. siapa ya..?"
ucap anak itu polos.
"Dan er ini mama Ying Ying gimana kabar mu dan rumah ? mana yang lainnya ? apa semua nya dalam keadaan baik-baik saja ?"
tanya Ying Ying beruntun dengan cemas.
"Mama..! satu satu tanya nya, Dan er bingung jawabnya.."
ucap anak itu mengomel.
Tapi dia tetap menjawabnya satu persatu,
"kabar ku baik, kabar rumah agak kacau dan berantakan.."
"Semua dalam keadaan baik, kecuali kakak San, dia berubah bentuk jadi menyeramkan.."
ucap Lu Dan polos.
"Apa maksud mu, rumah kacau apa karena bencana alam atau apa ? kakak mu kenapa ?"
tanya Ying Ying cemas dan tidak sabar.
"Bencana alam sih gak seberapa, tapi setelah ibu dan ayah pergi."
"Rumah di serang orang jahat, kak Peter dan kak Aliu serta Nenek berusaha melawan mereka.."
"Tapi musuh terlalu kuat, sehingga kak Peter kak Aliu dikalahkan oleh musuh dan terluka.."
ucap Lu Dan polos.
"Apa..!?"
teriak Ying Ying terkejut.
Dia buru-buru menghidupkan speaker HP nya agar Giok Lan dan Lu Sun bisa ikut dengar.
"Ibu tenang saja, sekarang semua sudah aman,.musuh yang datang sudah di habisi tanpa sisa oleh kakak.."
ucap Lu Dan ada rasa bangga di dalam ucapannya.
"Maksud mu kak Afei berhasil mengalahkan mereka ?"
tanya Ying Ying kurang percaya.
__ADS_1
"Cih kak Afei mana bisa, dia selain bisa nempel nempel dengan cewek Jepang itu dia bisa apa ?"
ucap Lu Dan dengan nada menghina dan kurang suka.
Ada perasaan kecewa yang besar dalam nada bicaranya.
Hal ini bisa di mengerti, karena selama ini yang menjadi idola Lu Dan adalah kak Afei.
Sopan baik ramah sabar tenang rajin juga sangat hebat dan berbakat dalam bela diri.
Tapi setelah kejadian kemaren, semua rasa kagumnya hancur seketika.
"Dan er,.. ini ayah,.. tolong jelaskan dengan lebih rinci, siapa musuh yang datang ? dan siapa yang mengusir mereka..?"
ucap Lu Sun menenangkan diri.
"Baik ayah.."
ucap Lu Dan patuh.
"Yang datang adalah 4 orang Jepang yang katanya masih paman pacar kak Afei Michiko."
"Selain itu mereka di bantu oleh 4 orang yang melukai dan membuat Kakak San cacat di sekolah."
"Sedangkan yang mengusir mereka,.. ahh tidak bukan mengusir, lebih tepatnya membuat mereka mati tidak hidup tidak adalah..."
"Kak Lu San,..ahh tapi dia bukan kak Lu San.. gimana ya,..?"
"Ehh maksudku, dia sangat seram wajahnya mirip orang di foto di kamar rahasia itu.."
"Ya kalau gak salah ingat kakek moyang Lu Fan namanya..."
"Apaaa..!!"
sekali ini Lu Sun yang terlonjak kaget mendengarnya.
"Ayah kenapa ?"
tanya Lu Dan bingung mendengar suara jeritan ayahnya.
Lu Sun menoleh menatap kearah kedua istrinya secara bergantian, seakan akan tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.
Sesaat kemudian Lu Sun pun kembali tenang dan berkata,
"Nak ayah tidak apa-apa, nak lalu di mana kakak mu Lu San sekarang.?"
"Kak Lu San bilang pada ku, dia mau antar kekasihnya Deborah ke Amerika, setelah itu dia baru keJepang menghabisi ayah Michiko dan kelompoknya."
Mendengar ucapan Lu Dan, Lu Sun menatap kearah kedua istrinya dan berkata,
"Sekarang mampus lah orang orang Jepang itu.. Lu Fan pasti akan menghabisi mereka semua tanpa sisa.."
"Semoga saja anak itu tidak kehilangan kendali dirinya, bila tidak pasti dia akan mengguncang Jepang.."
ucap Lu Sun sedikit cemas.
Tanpa Wu Song akan sangat gawat bila Lu Fan marah dan lepas kendali pikir Lu Sun.
Dengan kemampuan nya saat ini, dia bisa saja menahlukkan Lu Fan.
Tapi dia tidak bisa menjamin untuk tidak melukai nya.
__ADS_1