
4 orang saksi di hadirkan, seorang dokter perawat petugas gudang farmasi dan seorang OB.
Di mulai dari petugas gudang yang memberikan pernyataan bahwa dia melihat rekan nya Ahmed Husein menukar obat yang akan di berikan ke pasien.
Pernyataan petugas itu di dukung oleh petugas bersih yang melihat Ahmed membuang obat asli ke tong sampah dan menukarnya dengan obat lain.
OB Tersebut yang curiga bahkan menyimpan obat yang di buang dan kotak obat yang ditukar sebagai barang bukti.
Yang di simpan dalam sebuah plastik diserahkan ke Lu Sun, Lu Sun menatap kearah kapten Song.
Kapten Song segera maju mengamankan bukti, dan menelpon anak buahnya agar menangkap Ahmed Husein warga negara keturunan Pakistan itu.
Sementara bawahan Kapten Song bergerak menahan dan menginterogasi Ahmed Husein.
Di ruang meeting perawat yang di hadirkan sebagai saksi memberikan pernyataan bahwa.
Rekannya Desi yang merupakan kekasih gelap Ahmed Husein yang membawa obat itu buat Dr James yang di tugaskan Prof Billy menangani pasien tersebut.
Desi diam-diam sudah mengganti label di botol obat, sehingga Dr James tidak menyadari hal itu saat meyuntikan obat itu ke pasien.
Perawat itu memberi keterangan di lokasi mana dia melihat Desi merubah label obat.
Viktor segera melakukan pengecekan, CCTV di sekitar area itu, dan berhasil menemukan rekamannya.
Dr Rudi memberikan pernyataan bagaimana paniknya dia dan Dr James rekannya berusaha sekuat tenaga menyelamatkan nyawa pasien itu hingga akhirnya pasien tersebut selamat.
Tapi kini rekannya yang sial itu malah kena skorsing dari ikatan kedokteran China, di larang praktek.
Dan rekannya sampai kini masih di tahan kepolisian sambil menunggu sidang.
Lu Sun sangat marah mendengar penjelasan dokter Rudi, tanpa sadar sebuah bola baja yang menjadi hiasan di meja meeting di pencetnya hingga gepeng dan berkata,
"Kapten Song bila pihak kepolisian tidak bisa menangani kasus ini, jangan salahkan aku bila kutemukan pelakunya dia akan bernasib seperti ini.."
ucap Lu Sun sambil melempar lempengan baja itu keatas meja.
Ketiga Bos dewan direksi itu, tubuh mereka langsung lemas tak bertenaga wajah mereka seputih kertas keringat dingin membasahi wajah mereka.
Padahal suhu ruangan meeting sangat dingin karena menggunakan AC.
Kapten Song yang sudah pernah dengar kemampuan Lu Sun saat kejadian di bandara dan penjara.
Dia tetap saja kaget saat melihatnya dengan mata kepala sendiri.
__ADS_1
Ying Ying menyentuh lembut pundak suaminya dan berkata,
"Sabar semua pasti terungkap, jangan menakuti orang-orang kendalikan diri mu..sayang.."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Makasih sayang.."
Lu Sun kembali tenang, dia memberikan cek di tangannya ke Dr Rudi dan berkata,
"Kamu bantu cairkan dan kalian berempat bagi rata."
Dr Rudi sangat gembira, dia segera mengajak ke tiga orang itu, ikut dengan nya pergi ke bank mencairkan cek dari Lu Sun.
Setelah kasus pertama di pecahkan Ahmed Husein dan Desi ditahan pihak kepolisian dan sedang diinterogasi ditempat terpisah.
Lu Sun segera membuka kasus kedua, dimana pasien yang jelas-jelas sudah meninggal malah di nyatakan harus dilakukan operasi.
Lalu meminta keluarga pasien untuk bayar.
Untuk kasus ini yang menjadi saksi adalah dua orang Dr muda yang masih pendidikan dan seorang perawat yang di perbantukan diruang operasi.
Dari keterangan mereka dan bukti CCTV yang sudah dirusak tapi sudah diperbaiki oleh Viktor
yang memberikan perintah di lakukan hal itu adalah Prof Dr William spesialis bedah dan Dr anastesi Veronica, yang masih merupakan putri Prof Dr William.
Tapi yang ditahan dan menjadi korban adalah Dr muda Cecilia yang disuruh untuk berhadapan dengan keluarga pasien.
Lu Sun yang mendengar hal ini melirik ke Prof Billy Teng dan berkata,
"Ayah mafia RS ini sangat banyak harap kedepan nya ayah harus lebih teliti dan tegas dalam masalah seperti ini.."
Prof Billy Teng mengangguk tanpa banyak bicara.
Kapten Song kembali menyuruh anak buahnya menahan Dr William dan Dr Veronica.
Setelah memberikan Cek 500.000 yuan kepada dua orang Dr muda dan perawat yang menjadi saksi, sisanya 500.000 lagi Lu Sun hadiahkan ke Viktor.
Lu Sun membuka kasus ketiga, di mana terjadi penukaran obat murah menjadi obat paten dan di bebankan ke pasien.
Di sini hadir dua orang asisten apoteker yang bersaksi dan menyerahkan berbagai rekaman HP di mana apoteker atasan mereka lah pelakunya.
Dan orang yang memasok obat-obatan murah dan menjual obat-obatan paten rumah sakit keluar dengan harga miring.
__ADS_1
Dia adalah tak lain tak bukan suami apoteker itu yang bekerja sebagai sales marketing perusahaan farmasi.
Kapten Song kembali memberikan perintah ke anak buahnya untuk melakukan penangkapan terhadap apoteker Rumah Sakit dan Suaminya.
Setelah memberikan hadiah sesuai janji, Lu Sun membuka kasus Mark up harga pembelian barang Alkes.
Hadir di ruangan meeting adalah sekretaris wakil direktur Juan Carlos Hui dan dua orang staf khususnya.
Mereka memberikan keterangan dari bukti-bukti rekaman pelaku utama tersebut adalah Wakil direktur Juan Carlos Hui.
Kapten Song setelah mendapatkan bukti dari ketiga saksi yang hadir, dia sendiri yang kini bergerak meninggalkan ruangan meeting.
Setelah menerima hadiah dari Lu Sun ketiga saksi itu di persilahkan kembali untuk bekerja .
Lu Sun menatap ketiga Dewan komisaris yy duduk di depan nya dan berkata,
"Kini semua sedang di dalami oleh kepolisian , sebentar lagi tentu akan ada hasilnya."
"Siapa otak pelaku di balik semua kekacauan ini, sementara ini semua tidak ada hubungannya dengan direktur Billy Teng."
"Jadi tidak ada alasan untuk melengserkannya dari jabatan direktur."
Harap kalian bertiga bersabar sejenak hingga kasus-kasus ini benar-benar tuntas terungkap.
Ketiga dewan itu tersenyum Canggung dan menganggukkan kepala mereka.
"Andai saja Prof Billy bisa bertindak seperti Anda Tuan Lu, kami bertiga juga tidak perlu repot-repot datang menuntut pertanggungjawaban nya.."
"Saat ini kondisi RS kita ini sudah kritis dan sangat mengkhawatirkan, harap tuan Lu memakluminya.."
ucap Bos Ming sambil menatap Lu Sun dengan takut-takut.
Lu Sun Tersenyum dan berkata,
"Terimakasih atas perhatian kalian bertiga, tapi siapa benar siapa salah segera akan terungkap ."
"Harap bersabar sebentar, bila nanti terbukti ini salah ayah mertua ku, aku akan mencari penggantinya yang lebih muda.."
"Mungkin ayah mertua ku sudah terlalu tua dan sudah saatnya beristirahat menikmati hari tuanya.."
"Dalam hal ini akulah yang salah karena masih memaksanya bekerja.."
ucap Lu Sun merendah.
__ADS_1
Lu Sun memberi kode agar ayah mertuanya sabar dan tetap tenang.