
Lu Sun berjalan keluar dari dalam bandara, mencari sebuah cafe dengan design interior cukup mewah.
Lu Sun masuk kedalam, mengambil tempat duduk dekat jendela, sehingga dia mudah memperhatikan orang yang yang datang dan lewat.
Lu Sun mengeluarkan HP dan membuka nya, dia melihat ada pesan masuk dari Jeff Chang bahwa dia sudah tiba di bandara Beijing bersama istrinya.
Lu Sun pun membalas dan memberitahukan posisinya yang ada di cafe Xin Hua.
Sambil menunggu kedatangan Jeff bersama Monica., Lu Sun menelpon ke kantor kepresidenan.
"Halo, boleh tolong beritahukan kepada presiden Xi, Lu Sun ingin berbicara dengan nya."
"Sebentar ya tuan Sun kami akan sambungkan dengan sekretaris Fang dahulu.."
ucap operator penerima telpon masuk kekantor kepresidenan.
"Ok ditunggu.."
ucap Lu Sun singkat.
"Halo apa kabar tuan Sun, ada yang bisa saya bantu..?"
tanya sekretaris Fang dengan sangat ramah.
"Kabar ku baik, sekretaris Fang tolong sambungkan dengan presiden Xi, ada hal penting yang ingin ku bicarakan padanya.."
"Ok baik di tunggu sebentar tuan Sun.."
ucap nya ramah dan sopan.
Tak lama kemudian telpon pun tersambung terdengar suara presiden Xi berkata,
"Halo Tuan Sun apa kabar? lama tak berjumpa.."
"Ada di mana sekarang..?"
"Kabar ku baik pak presiden, aku lagi ada di bandara Beijing, aku ada sedikit urusan yang ingin di bicarakan langsung dengan pak presiden dan paman Mao."
"Kapan kira-kira bisa bertemu..?'
Lu Sun dalam telpon mendengar suara perdebatan beberapa orang, sepertinya presiden Xi menerima telponnya saat sedang meeting dengan para petinggi negara.
Lu Sun sedikit tidak enak hati, tidak berani menganggu terlalu lama.
Lu Sun di dalam hati berpikir, kelihatannya sekretaris Fang sudah benar-benar kapok dengan kejadian sebelumnya.
Sehingga kini saat presiden sedang sibuk meeting pun, dia tetap menyambungkan telponnya.
"Sekarang saya akan kirim paman Mao menjemput mu, kalian tunggu saja di rumah ku."
"Selesai meeting ini, aku akan menemui mu di rumah ku seperti tempo hari.."
"Ok makasih banyak pak presiden.."
ucap Lu Sun singkat, lalu mematikan panggilan nya.
__ADS_1
Presiden Xi melanjutkan meeting nya, mendengar kan perdebatan beberapa petinggi militer yang sedang membahas tentang pergerakan dan pembantaian kelompok ******* yang akhir akhir ini terjadi di Nanjing dan Beijing.
Bahkan mereka mendapatkan kabar di Urumqi Hotan dan Kasghar juga terjadi hal yang sama.
Setelah mendengar sesaat presiden Xi pun menengahi.
"Semuanya dengarkan aku, barusan aku mendapat telpon dari Bos group Lu, dia ingin bertemu dengan ku.."
"Kurasa ini akan ada hubungan erat dengan masalah yang sedang kita bahas."
"Aku dan paman Mao akan temui dan bicara dengan nya, setelah itu kita baru ambil langkah konkret nya."
Salah seorang petinggi partai yang berjenggot putih berkata,
"Aku setuju dengan pendapat presiden, bila di lihat dari sudut waktu kejadian di Mall De Ji yang menewaskan istri tuan Lu."
"Aku bisa pastikan pembantaian yang akhir akhir ini terjadi, pasti ada hubungan erat dengan nya."
"Maksud pak dewan kita harus menangkap tuan Lu dan meminta pertanggungjawaban darinya."
ucap salah seorang petinggi kepolisian.
"Dia sangat berjasa bagi negara, bila pak Wei dari kepolisian ingin mengurus hal ini, silahkan saja.."
"Tapi kami dari angkatan darat tidak mau terlibat.."
ucap seorang petinggi militer angkatan darat.
Di saat bersamaan petinggi militer angkatan laut dan udara juga mengemukakan sikapnya.
Pak Wei kini menatap bingung kearah presiden Xi dan petinggi partai kakek yang berjanggut putih itu.
Presiden Xi kembali menengahi dan berkata,
"Semuanya tidak perlu berpikir terlalu jauh, setelah pertemuan nanti."
"Baru kita akan bahas langkah konkretnya.."
"Mengenai penangkapan tuan Lu aku sarankan lupakan saja, bila tidak ingin timbul kekacauan yang tidak bisa kita tangani."
ucap presiden Xi mengingatkan semua yang hadir.
Ketiga perwira militer mengangguk setuju, di dalam pikiran mereka jangankan mereka, bahkan dunia sekalipun, tidak akan ada yang sanggup menahan Lu Sun, bila dia tidak berkehendak.
Mereka harusnya bangga punya asset seperti Lu Sun, bukan nya mencari masalah dengan keuntungan politis.
Setelah itu meeting pun bubar, presiden Xi setelah berpesan pada sekretaris Fang, dengan pengawalan pengawal kepresidenan dia langsung pulang ke rumahnya.
Dalam perjalanan pulang dia mengabari istrinya, bahwa Lu Sun akan berkunjung ke rumah mereka.
Dengan senang hati Bu presiden, langsung mempersiapkan jamuan untuk menyambut kedatangan Lu Sun.
Lu Sun sendiri duduk santai mengobrol dengan Jeff Chang dan Dr Monica.
"Jeff selamat ya sebentar lagi kamu akan jadi ayah dan ibu.."
__ADS_1
ucap Lu Sun menyalami Jeff Chang dan Dr Monica secara bergantian.
Dr Monica tersenyum malu, dengan wajah sedikit merah dia menyambut uluran tangan Lu Sun.
Menurut pikiran Dr Monica sekian lama tidak bertemu, Lu Sun tidak berubah dia tetap ganteng tampan hangat dan mengundang simpatik.
Sedikit perubahan pada rambutnya, malah membuatnya terlihat misterius dan mengundang penasaran.
"Terimakasih.."
ucap Jeff Chang dan Dr Monica hampir bersamaan.
"Kak Sun kamu menelpon ku dari Altai, ada masalah apa kamu sampai kesana ? apa mau bikin cabang usaha di sana ?"
tanya Jeff Chang heran.
Lu Sun tersenyum dan menggelengkan kepalanya,
"Tidak Jeff di sana sepi mana cocok buat bisnis, apalagi bisnis ku kini sepenuhnya di tangani oleh Jimmy."
"Aku sudah lama tidak terlibat bisnis, aku kesana ada urusan lain."
Jeff Chang bukan orang bodoh dari ucapan Lu Sun dia tahu teman nya punya urusan pribadi yang tidak ingin orang lain tahu..
Maka dia pun tidak banyak bertanya, dan mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk botol di depan Lu Sun dan berkata,
"Apa ini oleh oleh dari sana ?"
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Bukan, dia teman baru ku."
"Aku membawanya untuk melihat dunia luar yang indah, agar dia tidak menghabiskan waktu seumur hidup hanya melihat gunung Altai."
Mendengar ucapan Lu Sun dengan semangat, Siau Yu berenang kesana kemari di dalam botol penuh semangat.
Rasa kesal nya terhadap Lu Sun sudah hilang tak berbekas.
Monica dan suaminya menatap heran dengan mahluk di dalam botol, ikan gak mirip ikan dinosaurus pun bukan..
Di saat mereka sedang heran, paman Mao telah tiba di cafe.
Dengan data kamera CCTV keamanan yang terpasang di mana mana.
Bukan hal sulit bagi paman Mao untuk menemukan keberadaan Lu Sun.
"Tuan Lu senang kembali bertemu dengan anda, apa kabar tuan Lu.."
ucap Paman Mao yang mengenakan kaca mata hitam menyalami Lu Sun.
"Kabar ku baik paman,.ayo kita langsung berangkat saja sekarang.."
ucap Lu Sun sambil menyalami paman Mao.
.
__ADS_1