
Lu Sun berjongkok di sisi mayat tersebut, untuk memeriksa kondisi mayat tersebut lebih dekat.
Lu Sun menemukan kejanggalan yang membuatnya sangat terkejut, apa yang terjadi ini pikir Lu Sun.
Kenapa mayat Xue Yen lukanya tidak mengeluarkan darah, dari lubang luka yang menganga terlihat banyak mesin dan kabel yang putus dan mengalami konslet.
Sedangkan kulit dan daging hanya terbuat dari bahan sintetis yang bila diraba persis seperti daging dan kulit.
Tapi setelah sobek baru terlihat ini adalah kulit dan daging palsu.
Jadi yang tewas ditangan ku cuma robot manusia pikir Lu Sun, untung waktu itu aku tidak menarik serangan ku.
Bila tidak aku pasti akan mati kedua kalinya di tangan Jack si manusia licik itu.
Dan sekali ini mati, aku pasti mati beneran, karena tidak ada yang bisa menolong ku lagi seperti tempo hari.
Tiba-tiba Lu Sun teringat sesuatu dan bergumam dalam hati.
Lalu dimana Xue Yen yang asli ? tapi sewaktu di taman dulu, aku sangat jelas merasakan emosinya.
Kalau itu palsu aku pasti bisa merasakannya, apa itu juga palsu tanya Lu Sun bingung sambil membatin.
Lu Sun mengangkat kepalanya menatap kearah gedung didepan nya,
tidak bagaimana pun aku harus menemukan Xue Yen asli dan meminta penjelasannya.
Atas semua kejadian aneh ini.
Lu Sun pun kembali masuk kedalam gedung, dia melakukan pemeriksaan keseluruh bagian gedung.
Tapi setelah melakukan pemeriksaan terhadap gedung itu yang terdiri dari dua lantai.
Lu Sun tidak menemukan apapun, bahkan petunjuk pun tidak ditemukan.
Lu Sun bahkan tadi membongkar tempat sampah, siapa tahu ada petunjuk tapi hasilnya nihil.
Lu Sun juga mencari keberadaan pasangan kulit hitam yang dia lukai dan Ming Dao.
Tapi Lu Sun kehilangan jejak, mereka bertiga sepertinya telah kabur saat Lu Sun bertempur dengan Jack.
Lu Sun terduduk diam bersandar di rak buku di ruangan kerja Jack.
Lu Sun sedang berpikir di mana kira-kira Jack menyembunyikan Xue Yen.
Lu Sun juga memikirkan apakah ada kemungkinan yang terlewatkan oleh nya saat melakukan pemeriksaan.
Lu Sun kemudian tanpa putus asa, kembali melanjutkan pemeriksaannya untuk yang kedua kalinya.
Tapi setelah beberapa saat hasilnya tetap sama, Lu Sun kembali terduduk lemas bersandarkan rak buku.
__ADS_1
Lu Sun sedikit frustasi, bila terpikir Xue Yen masih hidup, hati Lu Sun sangat bahagia.
Tapi di saat bersamaan Lu Sun menjadi cemas takut tii bisa menyelamatkannya tepat waktu.
Mungkin saat ini Xue Yen sedang menanti datangnya pertolongan dari nya.
Mengingat ini Lu Sun memukul lantai tempat dia duduk dengan gemas.
Lantai yang di pukul Lu Sun hancur berantakan, tapi dari bawah lantai muncul seberkas cahaya.
Lu Sun pun menjadi curiga, dia mulai mengetok-ngetok lantai yang dia duduki dengan lantai di sekitarnya.
Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata bunyi lantainya berbeda, area tempat duduk Lu Sun lebih kopong, sedangkan area lainnya lebih padat"?
Lu Sun mulai membobolnya dengan tinjunya yang di lapisi ilmu 9 matahari yang bersifat keras.
Akhirnya sebuah lubang seukuran tubuh manusia terbentuk, terlihat di bawah lubang ada sebuah tangga.
Lu Sun pun berjalan menuruni tangga tersebut, sambil mengeluarkan mutiara malam miliknya.
Sehingga dia bisa melihat dengan jelas area di sekitarnya, tangga itu bergerak berputar-putar kebawah.
Mengantar Lu Sun ke sebuah ruangan yang luas tapi kosong melompong.
Lu Sun menyimpan mutiara malam miliknya, mencari bias cahaya yang di lihatnya.
Akhirnya Lu Sun menemukan asal dari bias cahaya tersebut, yang muncul dari pojok ruangan yang retak, sehingga ada cahaya yang merembes masuk.
Lu Sun membobol ruangan tersebut, setelah tembok ruangan bobol, Lu Sun hanya menemukan tempat kosong .
Lu Sun sangat kecewa dan frustasi, rupanya bias sinar itu berasal dari sinar cahaya bulan yang berada di luar sebuah gua pendek yang menembus ke area jurang.
Lu Sun dengan kecewa masuk kedalam gua berukuran pendek tersebut.
Karena kesal dan kecewa dia menghantamkan tangannya ke dinding gua, dinding gua runtuh muncul sebuah lubang lainnya.
Yang terdapat cahaya lampu terang benderang, Lu Sun berjalan menyusuri koridor tersebut.
Lu Sun akhirnya menemukan sebuah ruangan yang berukuran 4x4 di mana di dalam ruangan hanya terdapat sebuah ranjang di mana sesisok tubuh kurus kecil berbalut tulang sedang tidur meringkuk menghadap tembok.
Selain ranjang tersebut di pojok lain terlihat sebuah closet duduk, dan bak mandi.
Selain itu ruangan tersebut kosong sama sekali.
Lu Sun membobol pintu tersebut tubuh yang tidur meringkuk terbangun kaget menatap Lu Sun sambil merangkul lutut nya.
Wajahnya yang cantik dan kurus di penuhi dengan ketakutan.
Tapi saat melihat siapa yang berdiri didepannya dia menatap Lu Sun dengan sepasang mata terbelalak indah.
__ADS_1
Airmata mulai bercucuran bibirnya gemetar memanggil Sun ke ke tapi tidak ada suara yang keluar.
Lu Sun sendiri sangat terkejut dia segera menghambur maju memeluk tubuh kurus ceking itu.
"Xue Yen sayang..ku.. akhirnya aku menemukan mu."
ucap Lu Sun sambil memeluk tubuh kurus ceking itu.
Akhirnya terdengar suara kecil dari Xue Yen yang terbata-bata.
"Sun Ke ke...Sun ke ke aku... tidak sedang mimpikan...?"
Lu Sun menggeleng sedih sambil mempererat pelukannya dan berkata,
"Tidak.. tidak..ini nyata..ini aku sayang suami mu Lu Sun."
Xue Yen yang mendengar hal itu langsung menangis pilu dalam pelukan Lu Sun.
Lu Sun membiarkan Xue Yen melepaskan semua bebannya lewat tangisan.
Dia tidak mencegahnya hanya terus membelai kepalanya dengan mesra.
Perlahan-lahan suara tangisan Xue Yen mulai berkurang dan dia berkata,
"Sun ke ke...aku sangat takut...aku takut mati di sini sendirian."
"Selamanya tidak bisa bertemu dengan mu lagi.."
"Gadis bodoh...gadis bodoh..jangan takut..jangan takut lagi ya.."
"Mulai saat ini.. aku berjanji kita tidak akan berpisah lagi.."
ucap Lu Sun di penuhi rasa haru yang menyesakkan dada.
Xue Yen memeluk Lu Sun erat-erat seakan-akan bila terlepas Lu Sun akan pergi darinya.
"Sun ke ke aku sangat takut..aku takut kehilanganmu..aku takut setelah kejadian ini semua."
"Kamu tidak sayang,.. tidak cinta lagi pada ku.. bahkan kamu akan membenci ku... selama-lamanya.."
"Aku tidak sanggup menjalani hidup ini sendirian lagi Sun ke ke."
"Bila kamu tidak menghendaki ku lagi, lebih baik bunuh saja..aku sekarang..agar aku tidak menderita lagi.."
"Bodoh... sungguh bodoh apa yang kamu bicarakan.. kamu istri ku, selama nya adalah istri ku."
"Apapun yang terjadi aku tetap akan mencintai mu sayang, percayalah itu tidak akan pernah berubah selamanya."
ucap Lu Sun sedih dan haru.
__ADS_1